W.Salam 
Ibu Rita Desfitri Lukaman nan ambo hormati,

Sekali lai ambo ucapkan terima kasih ateh perhatian dan doa Ibu. Ambo mungkin 
kenal dengan pak Ed. atau kalau indak salah nama lengkapnyo adolah  pak Edwar 
gelas St.Sudin suku Tanjung. Beliau adalah salah satu yang terkena musibah, 
rumahnya ancur tidak berbekas. Namun, alahamdulillah keluarga beliau, 3 orang 
anak dan satu orang istri, lai dapek diselamatkan berkat pertolongaan Allah dan 
usaha keras beliau menyelamatkan seluruh keluarganya dalam antaman galodo yang 
sangat besar. Sekarang beliau berikut anak2 dan istrinya masih dirawat di rumah 
sakit di Lubuk Basung, kebetulan ambo baru sampat meliek hari Kamis kemaren. 
Kalau baitu mungkin Ibu kenal dengan adek ambo yang pernah jadi guru di 
Kukuban, nama panggilanya Ibu Sal.
Sakitu sajo dulu, mohon maaf dan trima kasih.
Wasalam,

Azmi Dt.Bagindo


  

--- Pada Sab, 1/5/10, Rita Desfitri Lukman <[email protected]> 
menulis:

Dari: Rita Desfitri Lukman <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] INFORMASI GALODO DI JORONG PANDAN MANINJAU
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 1 Mei, 2010, 1:47 PM

Assalamu'alaikum wr. wb.
 
Tarimo kasih info nyo Pak Datuak.
Kito sadonyo berduka dan menyatakan ikut belasungkawa.
 
Memang Senin subuh pagi tanggal 26 April tu, ketika sebagian pemuda-pemuda dari 
Kukuban pulang dari menolong evakuasi di Pandan, kemudian di Mushala Kukuban 
setelah shalat Subuh diumumkan ada korban meninggal 5 orang. Kami semua 
langsung terperangah. Dalam berdo'a bersama, kami masih berharap bahwa itu 
hanyalah informasi awal, artinya waktu itu kita tetap berdoa agar korban jiwa 
yang sebenarnya tidaklah sebesar itu.

 
Saya jadi teringat perbincangan saya sekitar 3 bulan yang lalu dengan pak Ed, 
salah seorang guru dan pemuka masyarakat di Pandan (beliau pasti kenal dekat 
dengan Pak Dt. Bagindo). Waktu itu kami kebetulan bercerita dampak gempa, dan 
beliau berkata: "Buk Ta, ada satu hal yang membuat saya agak risau sekarang di 
atas bukit di Pandan. Kalau dilihat dari karamba saya, seolah-olah ada aliran 
air di bukit yang sepertinya menghilang. Jangan-jangan ada 'gohong' di atas 
sana, mungkin karena gempa lalu. Kalau memang benar dan suatu saat air yang 
tertampung sudah melebihi kapasitas dan daya tahan gohong jebol , galodo di 
Pandan dan sekitarnya bisa terjadi". 

 
Waktu itu, saya, Pak Ed, dan Pak Azmid, dan lain-lain langsung berdoa semoga 
hal itu tidak terjadi.
 
Apakah memang persisnya begitu, hanya Allah lah yang lebih tahu...
 
Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk semua korban galodo di 
kenagarian Tanjung Sani, baik korban langsung maupun tak langsung. Amien.
 
Salam,
 
Rita Desfitri
----------------------------------------
Pada 1 Mei 2010 11:20, azmi abu kasim azmi abu kasim 
<[email protected]> menulis:







Assalamualaikum w.w.
 
Angku2/Bapak2/Ibu2  Saudar sarato dunsak sapalanta nan ambo hormati
 
Terlebih dahulu ambo ucapkan terima kasih ateh perhatian angku2/Bapak2/Ibu2 
sarato dunsanak di palanta, nanlah memberikan perhatian serta do’anya atas 
musibah nan terjadi di Jorong Pandan kanagarian Tanjung Sani Kec.Tanjung Raya ( 
Maninjau) semoga musibah ini segera dapat diatasi dan diterima sebagai cobaan, 
dengan sabar dan tawakal kepada Allah S.W.T, amin. 

Baru sajo ambo kembali dari kampung sehubungan dengan musibah tersebut yang 
terjadi pada hari Minggu malam tgl. 25 April 2010,  terjadi dari Jam 19.00, 
bersama ini dapek ambo informasikan sebagai berikut :

 
1.      Di jorong Pandan saja  terjadi sekeitar 11 titik galodok, dan ada 5 
titik yang besar dan satu diantaranya adalah yang paling besar, yang 
diperkirakan. Menurut orang tua-tua, bahwa bencana Galodok yang baru saja 
terjadi adalah yang peling besar, dan belum pernah terjadi yang sebesar itu 
sebelumnya.

2.   Masyarakat pada mulanya tidak mengira bahwa bencana Gelodok tersebut akan 
sebesat itu, dikarenakan jarak antara kaki bukit dengan perkampungan penduduk 
cukup jauh di perkiran lebih 1 km, sehingga air diperkirakan akan pecah di 
perjalan. 

3.      Hal yang tidak di perkirakan masyarakat adalah adanya dua lapis bukit 
yang berhadapan dan diantara dua bukit ini terbentuk lurah yang sangat dalam, 
dan dari kedua-duanya telah terjadi longsor yang menimbun dan menutup lurah 
tersebut, sehingga terbentuklah bendungan alam, yang sangat besar dan di 
perkirakan lebih besar dari Situgintung. Longsor tersebut adalah akibat  Gempa 
yang terjadi pada tgl. 30 September 2009. maka pada hari Minggu tgl. 25 April 
2010  akibat ujan lebat sejak jam 14.00 siang, itulah yang mengakibatkan 
Galodok Besar karena jebolnya tanggul tersebut.

4.      Akibat musibah tersebut 2 orang korban jiwa, satu orang yang baru di 
temukan, 20 buah rumah ancur rata dengan tanah dan sebahgian ada yang di 
lemparkan kedalam danau,  dan sekitar 50 hektar sawah ladang rusak berat 
tertimbun lumpur, batu  dan Kayu. Diantara rumah yang ancur tersebut, termasuk 
rumah orang Tua dan rumah Mertua ambo. Masyarakat yang terkena musibah, ada 
yang di tampung di Posko di Pandan dan ada pula yang diungsikan ke Jorong 
Tanjung Sani dan Sungai Batang

5.      Menurut penuturan masyarakat, jika musibah itu terjadi sebelum 
pelaksanaan pemilu atau PILKADA, biasanya banyak calek-calek yang berdatangan 
memberikan bantuan yang mungkin juga sekaligus untuk memperkenalkan diri kepada 
masyarakat sekalipun terkesan sambil menyalam minun air, tetapi perhatian 
itulah yang sangat di harapkan dan diargai oleh masyarakat dan masyakat akan 
jadi tahu dan mengenal para calek-calek “kok elok baimbauan, kok buruak 
baambawan”. Namun, sejak  musibah terjadi atau sejak ambo tibo di kampung hari 
Senen tgl. 26 April 2010, sampai ambo akan berangkeh hari Jumat tgl. 30 April 
2010, tidak ado celek-calek yang datang baik yang sedang aktif, begitu juga 
yang baru mencalonkan diri, kecualai hanya 1 orang calon wakil WABUB yang 
berkunjung kelokasi pada hari Selasa dua hari setelah kejadian. Hal ini sangat 
membingungkan masyarakat setempat, siapa yang akan di pilih nanti, apakah 
beliau-beliau itu akan ado perhatian terhadap
 masyarakt setelah duduk nanti? Pada hal Gambar-gambar para calon-calon banyak 
sekali di pajang di sekitar lokasi misibah, mungkin ada juga yang ikut terkena 
longsor, baik tingkat Kabupaten begitu juga Provinsi.   

Itulah sajo nan dapek ambo sampaikan, mungkin akan dilanjutkan dengan informasi 
selanjutnya, mohon maaf bila ado kesalahan dan terima kasih ateh segala 
perhatian.

 
Wasalam,
 
Azmi Dt.Bagindo

 



-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke