On 5/23/10, boes <[email protected]> wrote: > cuplikan > > Fasli Djalal membantah pengabaian ini. Pemerintah, katanya, secara > prinsip membuka tangan lebar-lebar untuk bekerja sama dengan orang > semacam Yohanes Surya. Ada bantuan biaya berupa akomodasi sejak > berangkat hingga mereka pulang ke Indonesia. "Kalau berangkat atas > inisiatif sendiri, tidak kami bantu," katanya. >
Pak Boes, sepertinya yang dimaksud Pak Fasli Djalal adalah bantuan ketika mengikuti olimpiadenya. Kelemahan kita adalah pada pemberdayaan siswa-siswa berbakat itu setelah olimpiade tersebut. Memang biasanya mereka dapat masuk PTN tanpa tes, tetapi pembiayaan tidak masuk di dalamnya. Di sisi lain, universitas asing cukup agresif mendekati para siswa itu bahkan sejak masih tahap seleksi 30 besar sebelum olimpiade. BTW, masalah lambatnya pencairan beasiswa juga menimpa rekan-rekan dosen yang menerima beasiswa pemerintah. Hal tersebut sangat mengganggu studi terlebih dengan keadaan jauh dari sanak saudara. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
