On 5/24/10, Riri Chaidir <[email protected]> wrote: > Konon kabarnya, perguruan tinggi di luar negeri "mengejar" pendapatan dari > sposorship riset dan pengembangan, tidak hanya dari tuition fee. >
Iya, Pak Riri. Seorang profesor tetap di US seringkali lebih sibuk menyiapkan proposal riset ketimbang mengajar. Pengajaran banyak ditangani oleh tenaga kontrak atau teaching assistant. Oleh karena itu juga, walaupun biaya pendidikan tinggi di US sangat besar namun mereka bisa menyediakan lowongan-lowongan beasiswa pascasarjana melalui mekanisme proyek dan assistantship. Sebenarnya masalah skema ini termasuk yang ingin ditangani melalui UU BHP. Kalau tidak salah di dalamnya ada batasan dana masyarakat maksimum 30%. Selain itu, perguruan tinggi diberikan otonomi dalam mengelola aset-asetnya untuk pembangkitan dana. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
