Kata seorang teman yang anaknya akan tes School of Business Management ITB tgl 
28 Mei yad, kalaupun lulus kemungkinan tidak akan diambil. Lulus ITB tidak 
diambil? "Ya!" Keputusan ini dia ambil setelah mengahadiri pameran pendidilkan 
international di sebuah hotel di Jl. Jend. Sudirman Jakarta, minggu lalu.

Inilah hitung-hitungannya:
Bila anaknya lulus dia akan langsung merogoh Rp 125 juta sesuai dengan 
sumbangan yang disanggupi ketika mendaftar dulu (untuk SBM sumbangan minimal Rp 
80 juta).  Kalau untulk menjadi S1 harus 144 sks maka dikali Rp 750.000/sks 
(10-25 kali universitas lain), jadi Rp 108 juta. Total keduanya Rp 233 juta.

Universitas Australia Negeri yang membuka filial di Spore memerlukan SGD 42.000 
= Rp 273 juta (kurs Rp 6.500). Hanya beda 40 juta dan dibayar 6x. Lebih 
manusiawi bukan?

Lamanya pendidikan 2 tahun terbagi dalam 6 semester dimana 1 semester = 4 bulan.
Untuk melanjutkan ke S2 cukup tambah 1 tahun lagi.
Hemat waktu, berbahasa Inggris dan berwawasan internasional.

Berapa lama S1 di Indonesia? Kebanyakan 4 tahun.
Saat mereka lulus S1 yang yang sekolah di univ luar lulus S2 dan mungkin saja 
sudah bekerja selama 1 tahun.

Tapikan biaya hidup dan akomodasinya kan beda? Iya. Ini soal lain.

Inilah sekadar gambaran pendidikan di negeri kita ini.
Wassalam,
Sent from my BlackBerry®Bold powered by ZulTan, L, 49+, Bogor

-----Original Message-----
From: Ahmad Ridha <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 23 May 2010 23:04:24 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] rusakkah pendidikan di Indonesia?

On 5/23/10, boes <[email protected]> wrote:

> cuplikan
>
> Fasli Djalal membantah pengabaian ini. Pemerintah, katanya, secara
> prinsip membuka tangan lebar-lebar untuk bekerja sama dengan orang
> semacam Yohanes Surya. Ada bantuan biaya berupa akomodasi sejak
> berangkat hingga mereka pulang ke Indonesia. "Kalau berangkat atas
> inisiatif sendiri, tidak kami bantu," katanya.
>

Pak Boes, sepertinya yang dimaksud Pak Fasli Djalal adalah bantuan
ketika mengikuti olimpiadenya.  Kelemahan kita adalah pada
pemberdayaan siswa-siswa berbakat itu setelah olimpiade tersebut.
Memang biasanya mereka dapat masuk PTN tanpa tes, tetapi pembiayaan
tidak masuk di dalamnya.  Di sisi lain, universitas asing cukup
agresif mendekati para siswa itu bahkan sejak masih tahap seleksi 30
besar sebelum olimpiade.

BTW, masalah lambatnya pencairan beasiswa juga menimpa rekan-rekan
dosen yang menerima beasiswa pemerintah.  Hal tersebut sangat
mengganggu studi terlebih dengan keadaan jauh dari sanak saudara.

-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke