Iya, Pak Zul. Dengan hitungan serupa orang tua seorang teman saya memilih mengirimnya ke Jerman untuk studi S2 ketimbang ke UI. Walaupun saya tahu besarnya biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan, skema pembiayaan di banyak sekolah dan universitas cukup mengkhawatirkan karena sangat bergantung pada dana masyarakat. Hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar untuk aspek keberlanjutan suatu lembaga pendidikan. Sebagai orang tua pun saya sangat khawatir dengan masa depan pendidikan anak saya.
Cukup mengherankan juga bahwa dengan beban siswa yang tidak jauh berbeda (atau lebih murah), lembaga pendidikan tinggi di luar negeri punya pembelanjaan yang lebih besar dalam operasionalnya seperti untuk fasilitas akses publikasi dan remunerasi staf. Bukan rahasia lagi kalau hal itu juga membuat sebagian orang lebih tertarik bekerja di lembaga pendidikan di luar negeri ketimbang di Indonesia. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
