2010/7/12 Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>: > Nah, saya takutnya, kalau pembacaan Al-Quran (yang sukur2 bukan dari kaset) > di “Pasar Syariah” itu juga menjadi seperti lagu di department store >
Iya, Pak Riri, khawatirnya jadi begitu. Mungkin yang lebih baik adalah di masjid/mushalla pasar itu secara regular dilakukan kajian-kajian, terutama yang terkait adab-adab jual beli. Cukup singkat saja agar tidak jadi bosan (apalagi orang pasar tentu takut rugi kalau lama meninggalkan lapaknya). Shalat berjama'ah juga perlu digiatkan. Jangan sampai masjid/mushalla pakai sistem jam kantor. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
