Ambo raso yg di Pindahkan adolah pemerintahan pusat dan terjadi pemisahan 
fungsi 
antaro pemerintah, ekonomi dan industri. Desain batavia sebetulnyo utk kota 
niaga, cuma saat iko semua dibebenkan ka kota iko, sehinggo tingket urbanisasi 
la malabihi kuota. Nan tajadi yo hukum rimbo, sea nan manguasoi (dakek atau 
masin pitih oknum) inyo nan bakuaso. Beda dan tipisnyo sekat antoro pebisnis, 
industriawan, cendikiawan dan oknum pemerintahan mambuek semakin suburnyo 
kongkalikong.
Dengan dipindahkan pemerintah seperti Wasington, Tokyo dan kota2 lain 
selayaknyo 
ditiru. Apolagi Indonesia nan gadangnyo lua biaso. dengan dibaginyo peran iko, 
akan berdampak kepado pemerataan dan beban pulau jawa bisa dikurangi.
Kini kito liek, untuk memenuhi ruang terbuka hijau nan tingga 6 % di Jakarta, 
di 
akailah ma reklamasi pantai, supayo bisa diansua mamanuhi UU ruang terbuka 
hijau  nan manuntuik sebuah kota utk memenuhi 30 % ruang terbuka hijaunyo. 
Pemecahan dari aparat Jakarta semakin mengada-ada. Manuruik saran ambo, 
pemmindahan kota sangat ideal, dari segala aspek. Jakarta punyo polusi udara 
nomor wahit, macet nomor wahit, pengosumsi bahan bakar nomor wahid, tidak punyo 
aturan nomor wahid, penegakan dan peanggar nomor wahid, koruptor nomor wahid, 
sadonyo nomor 
wahid..........................................................iko 
sadonyo dibalungukan di ciek tampek, akhirnyo babagi ilimulah para nomor wahid 
ko he.......he..........................

Nanang, siap-siap ka Padang subuah hari ko




________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Terkirim: Jum, 6 Agustus, 2010 21:15:14
Judul: RE: [...@ntau-net] Pindahkan Ibu Kota !!!

Ibukota pindah ke Kalimantan? Solusi yang bijak, tapi kapan?

-----Original Message-----
From: rony
Sent:  05/08/2010 12:04:14 PM
Subject:  [...@ntau-net] Pindahkan Ibu Kota !!!


rom: adi [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, August 05, 2010 3:18 AM
From: teguhris 


Pindahkan Ibu Kota
Rabu, 28 Juli 2010 | 08:43 WIB

KOMPAS.com - Kemacetan Jakarta dan sekitarnya, yang menjadi sorotan utama
Kompas dalam beberapa hari terakhir, kiranya tidak hanya menimbulkan
kerugian ekonomis (Kompas, 26/0710). Kerugian yang dialami juga menyangkut
kerugian sosial dan psikis.

Secara psikis, Jakarta sangat tidak sehat, bukan saja karena terjadi polusi
yang parah, melainkan juga karena kemacetan di jalan raya menimbulkan
berbagai tekanan psikologis atau stres.

Demikian pula, secara sosial, kemacetan di jalan membuat relasi sosial
menjadi penuh konflik, tidak saja di antara para pengendara di jalan, tetapi
juga berdampak sampai ke kantor dan rumah tangga. Hubungan sosial penuh
ketegangan akibat beban psikis yang dialami di jalan.

Oleh karena itu, sesungguhnya Jakarta bukan hanya sebuah kota yang sangat
tidak ramah lingkungan, melainkan juga sangat tidak ramah secara sosial dan
psikis. Dengan kondisi seperti itu, kiranya pembenahan transportasi umum,
termasuk perluasan, penambahan, dan keterpaduan atau sinergi transportasi
umum tidak akan banyak membawa hasil memadai. Itu hanya solusi jangka pendek
sementara.

Yang dibutuhkan untuk jangka panjang adalah terobosan lebih radikal dan
revolusioner. Kami mengusulkan tiga solusi. Sembari membenahi transportasi
umum dan solusi lain yang bersifat tambal sulam, kendati sangat perlu,
ketiga solusi harus segera diputuskan pemerintah pusat.

Pindahkan ibu kota

Usul pertama, pindahkan ibu kota. Ini usul dan langkah paling radikal.
Banyak negara melakukan itu dan berhasil mengatasi kemacetan di ibu kota
negaranya. Bung Karno, presiden pertama, telah berpikiran visioner
menyiapkan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebagai calon ibu kota RI sejak
1960-an.

Melanjutkan visi Bung Karno, sebaiknya ibu kota baru berada di luar Jawa,
khususnya di Indonesia bagian timur. Ada ba
Email truncated to 2,000 characters
:::0:b455b5d2462f9bfd010e074b13224385:7d0::::

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke