Sanak Sur, itu  salah satu pertanyaan ambo ka pegiat KKM nan alun dapek jaweknyo

Sekurangnyo awak lah punyo berbagai opsi dari yang terkuat/tegas  sampai nan 
menampakkan awak ko memang lemah

--TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Lies Suryadi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 19 Aug 2010 14:55:29 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] gereja minang saiyo ??

Sanak Bot,
Kalau iko iyo paralu bana ko disepakati dalam KKM nanti, sahinggo jaleh hitam 
di ateh putiah soal talarangnyo pemakaian simbol2 salain Islam dalam bangunan 
fisik rumah ibadah yang lain di Minang. Ambo kiro hal2 yang praktis co iko nan 
paralu dibahas dalam KKM. 
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Kam, 19/8/10, Bot S Piliang <[email protected]> menulis:


Dari: Bot S Piliang <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] gereja minang saiyo ??
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 19 Agustus, 2010, 1:48 PM






Setahu ambo dalam hukum adat Minang, hukuman untuk Murtad adalah 'a\DIBUANG 
SEPANJANG ADAT', mohon konfirmasi dari mamak-makak ambo nan labiah paham, 
mudah2an ambo tidak salah.
Dengan demikian, otomatis, dia tidak berhak lagi disebut orang Minang dan 
menggunakan atribut Minang dalama kegiatan apapun. Saya masih ingat ketika 
kejadian "Wawah" di Padang sewaktu SMA, Ekses dari kasus itu adalah tidak 
diijinkannya menggunakan atribut adat Minang di gereja-gereja atau rumah ibadah 
selain Islam. Hingga akhirnya Plang nama GPIB yang tadinya Bagonjong diganti 
dengan atap biasa.
Dan apabila memang ada gereja yang didirikan oleh Murtadin yang bersuku 
biologis Minang, maka ia tak berhak menggunakan nama Minangkabau untuk gereja 
tersebut. Adalah hak dia sebagai warga negara Indonesia untuk pindah agama, 
tapi sesuai hukum adat Minang ia tidak berhak menggunakan nama Minang dalam 
gerejanya.

Salam

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Thu, 8/19/10, Haris Kurniawan <[email protected]> wrote:


From: Haris Kurniawan <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] gereja minang saiyo ??
To: [email protected]
Date: Thursday, August 19, 2010, 1:39 AM


Da Rony,

Awak cibo lo sato saambuih.....

Pertanyaannyo :
Apakah urang Minang itu selalu memeluk agama islam?

Kalau takah ntun "Minang" disiko lah bisa dikatoan sebagai prinsip, dima urang 
yang makai istilah "Urang Minang" harus lah beragamo islam dan menjalankan 
aturan yang dilewakan di adat Minangkabau.

Tapi, apakah salah kalau kato "Minang" nan dipakai ko hanya sebagai kata 
penunjuk "tempat", mungkin manuruik ambo nyo pakai kato2 minang ko dek kawan2 
wak nan agamo lain tu datang dari ciek tampek yang samo yaitu Sumatera Barat 
atau Minangkabau.

Ndak jauah beda mungkin samo rumah makan nan banamo "Minang *******" anan 
mungkin bukak juo siang2 di bulan puaso, dan nan datang makan mungkin urang 
"Minang" juo nan rami...

Iko manuruik pandangan ambo, kalau memang wak kuek ka managaak an Minang ko 
sebagai prinsip, iyolah wak patenkan, artinyo satiok urang minang harus 
mengikuti adaik kito "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah"....anak 
dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan...kaba baiak 
bahambuan, kaba baiak bahambauan....

maaf kalau ado nan kurang berkenan, murni opini dari ambo, kok ado nan sasek 
tolong diluruihan. 

salam,

HK/26



rony wrote: 






Maaf Pak Herman yth
 
Apakah cukup dianggap kental agama dan beradat menurut mata suku lain / orang 
lain, pak, kalau kenyataannya adat basandi sarak – sarak basandi kitabullah 
tidak lagi sepenuhnya menjadi pegangan orang Minang / orang padang sekarang 
(terutama dilihat disisi perantau) dengan kenyataannya “banyak”nya anak 
kemenakan yang sudah keluar dari Islam? Apakah kita akan memicingkan mata 
melihat kenyataan ini dengan tidak mau membahas atau mendiskusikannya?
 
Tidak mengakui mereka sebagai urang minang sih ok2 aja bagi kita yg tidak mau 
mengakui tapi bagaimana dengan mereka yg tetap mengklaim diri / mengaku diri 
mereka sebagai (keturunan) urang Minang, salah satu buktinya mereka menamakan 
tempat ibadah mereka dengan Minang Saiyo, apa kita akan protes  dg nama gereja 
mereka?
 
Yang dikawatirkan adalah kita (muslim, minang) merasa bahwa mereka (non muslim, 
padang / minang) masih setitik dalam sebelang susu dan kita merasa sebelanga 
susu padahal kenyataanya banyak urang minang sekarang yg jauh dari agamanya 
(tidak sholat, tidak puasa).
 
Bahkan menurut info (pernah dilewakan di palanta ini juga), masyarakat 
Manggarai (bekas rakyat kesultanan Manggarai) di Flores mengaku keturunan dari 
perantau2 Minangkabau tapi mereka umumnya beragama Kristen.
 
Smm, Bogor

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Herman Moechtar
Sent: Thursday, August 19, 2010 11:16 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] gereja minang saiyo ??
 
Urang Minang dimata urang lain (suku lain di Indonesia) dianggap orang yang 
beradat dan kental agamanya. Lebih baik urang awak yang bapindah agama 
sebaiknya hilang MInangkabaunya. Jangan karena nila setitik rusak suku 
sebelanga, jangan lagi mengaku urang MInang. Untuk itu tidak usah didiskusikan 
lebih lanjut, karena tidak pantas untuk dibicarakan.
 
Wassalam,
HM (Bandung)-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke