Pak Smm yth.,
 
Entahlah, saya tidak begitu memahami tentang itu. Sejak saya berumur 3 bulan 
saya sudah merantau mulai dari Aceh, Medan, Pakanbaru, Rengat, Tanjungpinang, 
Palembang, dan Lampung hingga 1970. Sejak lulus SMA 1970 saya ke Bandung, 
kuliah hingga bekerja di Badan Geologi (Kementerian ESDM) hingga sekarang. Dan 
sejak tahun 2002 saya menjadi Ketua Umum Matur Saiyo. Oleh karena itulah, mulai 
tahun 2004 hingga 2008 selama 5 tahun, dan setiap tahunnya kurang lebih 3 
hingga 4 kali saya pulang ke Sumatera Barat, sengaja proyek saya alihkan kesana 
sekalian belajar MInangkabau. 
 
Selentingan memang saya dengar bahwa gejala merebaknya masuknya agama lain ke 
sumatera barat, tapi sulit buat saya untuk membuktikannyat. Dan pada tahun 2005 
pernah kami singgung pada Kongres Persatuan orang MInang Jawa Barat. Namun yang 
pasti, kami umumnya di Jawa Barat dan khususnya di Bandung tidak sedikitpun 
tersentuh isu pindahnya agama tersebut. Entahlah di tempat lain.Oleh karena itu 
kami masih beranggapan tabu apabila itu benar-benar terjadi.
 
Pak Smm Yth.
 
Saya berlatarbelakang ahli kebumian, dan terakhir saya menyelesaikan studi S.3 
di Belanda pada tahun 1994. Kebetulan saya memahami mengenai masalaha 
kebencanaan termasuk gempabumi dan tsunami. Suka atau tidak suka, sepanjang 
pantai barat sumatera, selatan jawa hingga Indonesia Timur suatu saat akan 
mengalami bencana besar, dan itu sudah terbukti dari periisitiwa-peristiwa yang 
terjadi ratusan ribu hingga jutaan tahun lalu. Saya ke lapangan dan mempelajari 
hal tersebut, namun secara ilmiah biasa-biasa saja. Artinya bencana yang timbul 
di tempatr tersebut, penyebabnya dapat dibuktikan secara ilmiah. Dan yang 
menarik buat saya, adalah:
1. Bencana yang terjadi di Aceh telah menelan korban manusia luar biasa, tapi 
rumah Tuhan (mesjid), rumah adat, dan makam tetap pada tempatnya dalam arti 
kata selamat. Kenapa demikian ?
2.Bencana yang terjadi di sumatera barat khususnya tahun 2007 memporak 
porandakan rumah Tuhan, rumah adat, dan longsornya makam di ngarai Sianok. 
Sebaliknya korban manusia tidak sampai 100 orang. Kenapa demikian ?
3.Gempabumi di Jokyakarta meski skala richternya kecil tapi sudah memporak 
porandakan hampir semua bangunan dan menelan korban ribuan manusia. Kenapa 
demikian ?
4.Gempabumi dan longsor di Jawa Barat selatan telah menghancurkan bangunan dan 
menelan korban manusia. Kenapa demikian ?
 
Apabila kita sedikit merenung dari kejadian tersebut di atas, tentunya dengan 
korelasi wilayah dan kejadian peristiwa tersebut akan menjernihkan pikiran 
kita, kenapa demikian ?.
 
Semoga bermanfaat dan wassalam,
 
Herman Moechtar

--- On Thu, 8/19/10, rony <[email protected]> wrote:


From: rony <[email protected]>
Subject: RE: [...@ntau-net] gereja minang saiyo ??
To: [email protected]
Date: Thursday, August 19, 2010, 5:07 AM








Maaf Pak Herman yth
 
Apakah cukup dianggap kental agama dan beradat menurut mata suku lain / orang 
lain, pak, kalau kenyataannya adat basandi sarak – sarak basandi kitabullah 
tidak lagi sepenuhnya menjadi pegangan orang Minang / orang padang sekarang 
(terutama dilihat disisi perantau) dengan kenyataannya “banyak”nya anak 
kemenakan yang sudah keluar dari Islam? Apakah kita akan memicingkan mata 
melihat kenyataan ini dengan tidak mau membahas atau mendiskusikannya?
 
Tidak mengakui mereka sebagai urang minang sih ok2 aja bagi kita yg tidak mau 
mengakui tapi bagaimana dengan mereka yg tetap mengklaim diri / mengaku diri 
mereka sebagai (keturunan) urang Minang, salah satu buktinya mereka menamakan 
tempat ibadah mereka dengan Minang Saiyo, apa kita akan protes  dg nama gereja 
mereka?
 
Yang dikawatirkan adalah kita (muslim, minang) merasa bahwa mereka (non muslim, 
padang / minang) masih setitik dalam sebelang susu dan kita merasa sebelanga 
susu padahal kenyataanya banyak urang minang sekarang yg jauh dari agamanya 
(tidak sholat, tidak puasa).
 
Bahkan menurut info (pernah dilewakan di palanta ini juga), masyarakat 
Manggarai (bekas rakyat kesultanan Manggarai) di Flores mengaku keturunan dari 
perantau2 Minangkabau tapi mereka umumnya beragama Kristen.
 
Smm, Bogor

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Herman Moechtar
Sent: Thursday, August 19, 2010 11:16 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] gereja minang saiyo ??
 
Urang Minang dimata urang lain (suku lain di Indonesia) dianggap orang yang 
beradat dan kental agamanya. Lebih baik urang awak yang bapindah agama 
sebaiknya hilang MInangkabaunya. Jangan karena nila setitik rusak suku 
sebelanga, jangan lagi mengaku urang MInang. Untuk itu tidak usah didiskusikan 
lebih lanjut, karena tidak pantas untuk dibicarakan.
 
Wassalam,
HM (Bandung)
-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke