Mambarikan komentar saketek, babarapo gelar mungkin mukasuiknyo bukan 
patrilineal, tapi profesional. Selain status sosial, ado pulo gelar nan 
dibarikan karono profesi tertentu. Saroman Urang Ampek Jinih, sabananyo adolah 
gelar profesional.
 
Wassalam,
-datuk endang

--- On Tue, 9/28/10, Bot S Piliang <[email protected]> wrote:







Mencoba menjelaskan saketek tentang pemberian gelar di Tiku - Pariaman

Di Tiku-Pariaman (Piaman Laweh) ada 2 macam gelar bagi seorang laki-laki dewasa 
(telah menikah), yaitu gelar status sosial dan gelar adat.
Berbeda dengan masyarakat Minang di Pedalaman (darek), Gelar yang dipegang oleh 
laki-laki Pariaman dahulu berasal dari status dan peran sosial di masyarakat. 
Tradisi ini merupakan pengaruh Aceh yang mulai memegang kontrol Tiku-Parayaman 
(nama sanskert untuk pariaman) setelah mangkatnya Maharaja Adityawarman sampai 
abad ke 16. 
Gelar tersebut terdiri atas:
Sidi, yang berasal dari kata Saidi, yang biasanya dipegang oleh keturunan 
arab/gujarat dan tokoh-tokoh agama.
Bagindo, biasanya di miliki oleh keluarga aristokrat, pemilik tanah, dan 
representasi masyarakat pribumi dari pedalaman Minangkabau. Dahulu, yang 
memiliki gelar bagindo biasanya adalah para wali korong, wali nagari dan 
pemimpin sosial.
Sutan, berasal dari kata Sultan, yang dulunya dalah gelar untuk para 
pedagang-pedagang Aceh. Pada perkembangannya Sutan diberikan kepada setiap 
urang Sumando Laki-laki rang Pariaman yang bukan berasal dari Pariaman.
Marah, marah tidak begitu populer di Pariaman, tapi banyak di gunakan di Padang 
dan Pauh. Fungsi gelar Marah hampir sama dengan Bagindo, representasi 
Pagaruyung, juga banyak menjadi penghulu adat/hulubalang.
Saat ini, gelar tersebut tidak mencerminkan lagi fungsi peran status sosialnya, 
namun lebih menunjukkan silsilah ayah dan keturunan saja.

Adapaun gelar adat tetap dipakai, tapi tidak semua bisa mendapatkan gelar 
tersebut. Sistem pemberian pun mengikuti sistem Matrilineal persis seperti di 
Lihak nan Tigo. Akan tetapi gelar adat di Pariaman hanya berupa gelar datuk dan 
hanya boleh diturunkan dari Mamak kepada Kemenakan dengan prosesi adat 
tertentu. Seperti Kakek saya Alm, beliau menggunakan 2 gelar; Sidi Maridun Dt 
Katumangguangan
Sidi adalah gelar dari ayah, dan Datuak Katumangguangan adalah gelar adat 
(kebetulan kakek dahulunya adalah penghulu/datuak suku Koto di Cimparuah 
Pariaman).

Mudah-mudahan bisa mencerahkan.

salam

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300
 


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
  • ... Arman Bahar
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
  • ... Arman Bahar
  • ... Armen Zulkarnain
  • ... Darwin Chalidi
  • ... sjamsir_sjarif
  • ... Bot S Piliang
  • ... Anzori
  • ... rony
  • ... Bot S Piliang
  • ... Datuk Endang
  • ... iqbal rahman
  • ... rony
  • ... iqbal rahman
  • ... Akhir, Zainul (zainula)
  • ... Firson Maryutenli
  • ... Sutan Sinaro
  • ... taufiqrasjid
  • ... sjamsir_sjarif
  • ... taufiqrasjid
  • ... Roland Y. Mandailiang

Kirim email ke