Assalamu'alaikum wr.wb.

Sasuai ambo jo pencarahan Dt.Bagindo, paliang rancak dan mantap.Mudah2an topik 
ko indak bakapanjangan lai kecuali kalau ado nan manambahkan nan rancak juo. 
Tarimokasih banyak.

Wassalam,
Asmardi Arbi ( 69, Tangsel ).


From: azmi abu kasim azmi abu kasim 
Sent: Saturday, October 02, 2010 12:39 PM
To: [email protected] 
Subject: [...@ntau-net] Partisipasi Perempuan dimasyarakat minangkabau - 
matrilinea


        Assalamualikum w.w. 
              Angku2/Bapak2/Ibu2  sarato dunsanak di palanta nan ambo hormati.

              Sato ambo seketek tentang masalah matrilineal di Minagkabau nan 
sadang dibicarokan di milis nangko. Menurut pendapek ambo sistem  matrilineal 
di Minangkabau adolah Sbb:

                1.. Matrilinial bukanlah satu organisasi, tetapi matrilineal 
adolah satu sistem yang di anut oleh masyarakat adat Minangkabau tentang 
masalah keturunan ,  garis keturunan yang diambil menurut garis Ibu, suku anak 
samo jo suku Ibu dan suku ayah indak samo jo suku Ibu. 
                2.. Menuruik pandapek ambo, indak ado sangkuik pauiknyo antaro 
sistem matrilineal dengan  wanita minang yang manambah nama ayah atau nama 
suami dibelakang namanya. Mau ditambah dengan nama ayah, nama suami atau nama 
suku silahkan sajo, indak ado pengaruhnyo terhadap sityem matrilineal. 
                3.. Sistem matrilineal di Minangkabau, tidak pernah menghalangi 
seorang wanita untuk berkarir, apakah akan menjadi guru, menjadi Dr, menjadi 
penjabat  seperti Lurah, Camat, Bupati, Gebernur atau mau ber organisasi 
seperti IWAPI tidak ada masalah silahkan sajo, asal tidak melupakan kotrat 
sebagai wanita dan tidak pula melupakan tanggung jawab sebagai seorang Istri 
dan seorang Ibu Rumah tangga. Dan sendainya dia tidak berkarir dan menjadi 
penjabat atau tidak aktf di organisasi seper IWAPI, tidaklah akan mengurangi 
dan tidak akan berpengaruh terhadap nilai-nilai atau sistem matrilinial itu 
                4.. Emansipasi menurut Minang yang menganut system matrilineal 
adalah dengan dasar meletakkan sesuatu pada tempatnya atau di sesuai dengan 
kotrat. Seperti, (1) mambalah kayu kerja laki-laki, memasak aia kerja 
perempuan. (2) mamangkua kerja laki-laki, menanam padi kerja perempuan (3)  
menyabik mangiriak kerja laki-laki, maangin kerja perempuan, begitulah 
seterusnya. 
                5.. Sistem matrilineal jelaslah bertujuan untuk menempatkan 
kaum perempuan pada tempat yang sesuai dan terhormat, tinggallah di rumah   
gadang, ambillah asil harto pusako.
              Daun ipah timbakau padang, api duo samenggo, 

              undua nikah pai ka ladang baitu adat kami disiko.

              Begitu adat mengatur dengan memberikan modal awal untuk memulai 
hidup baru atau untuk membangun rumah tangga baru. Namun, sandainya memang 
suami berkeinginan  untuk hidup diluar, pergilah merentau gunggunglah istri 
baolah tabang, itu tidaklah salah seorang istri bersandar kepada suaminya dalam 
hal kehidupan dan keselamat dunia dan akirat. Hal tersebut adalah merupakan 
tenggung jawab soeorang suami dalam memberikan nafkah serta mempertanggung 
jawabkan istri dunia dan akirat, itu berlaku sejak ijab Kabul di ucapkan sesuai 
dengan aturan agama islam, bahwa “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin  bagi kaum 
perempuan” ( An Nissa 34)

              Sakitu sajo nan dapek ambo sampaikan, mohon maaf dan terima kasih 
ateh sagalo perhatian.

              Wssalam,

              Azmi Dt.Bagindo (58)









              .






             

     



-- 
.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke