Assalamualikum w.w.

Mak Ngah, sarato
 dunsanak di palanta nan ambo hormati,

Terima kasih ateh tanggapan Mak Ngah, semoga bermanfaat hendaknyo untuak kito 
semua dan untuk Minangkabau yang kito cintoi, amin.

Wssalam,
Azmi Dt.Bagindo (58)


--- Pada Sab, 2/10/10, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis:

Dari: sjamsir_sjarif <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] Partisipasi Perempuan dimasyarakat minangkabau - 
matrilinea
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 2 Oktober, 2010, 9:39 PM


Maa Rang Lapau nan Basamo, 

Sajuak dan tarimo  kasih banyak kito mandanga uraian Angku Azmi Dt.Bagindo nan 
singkek tapi padek. Apolai klarifikasi pemakaian istilah sistem matrilineal 
(istilah nan biaso dipakai di bidang antropologi) mudah-mudahan dapek manjadi 
pegangan bagi urang awam.  Kito baruntuang ado baliau lai duduak di Lapau ko 
untuak sakali-sakali katangah manjalehkan apo nan tasalek di dalam Adat. Banyak 
butir-butir Mutiara Adat nan paralu kito tampuang dari baliau. 

Istilah matrilineal jo patrilineal jan dikalirukan jo matriarkat jo 
partriarkat. 
Di dalam Adat Minangkabau, kaputusan badasarkan Kato Mupakat.

Bulek Aia di Pambuluah,
Bulek Kato di Mupakat.

Salam,
--Nyiak Sunguik
Sjamsir Sjarif

PS. "Daun "ipah" dalam bidal  baliau mungkin Daun "nipah" untuakmembedakan jo 
daun anau. Takana di ambo maso ketek, ambo suko maisok daun nipah
 maniru-niru ayah, tapi baguluang sajo daun nipah tu indak pakai timbakau doh. 
Ambo kurang katuju jo daun anau sajo diguluang untuak paisok.

--- In [email protected], azmi abu kasim azmi abu kasim 
<azmi_libra_kenc...@...> wrote:
Assalamualikum w.w. Angku2/Bapak2/Ibu2 
sarato dunsanak di palanta nan ambo hormati. Sato ambo seketek tentang masalah 
matrilineal di
Minagkabau nan sadang dibicarokan di milis nangko. Menurut pendapek ambo sistem 
 matrilineal di Minangkabau adolah Sbb: Matrilinial
bukanlah satu organisasi, tetapi matrilineal adolah satu sistem yang di
anut oleh masyarakat adat Minangkabau tentang masalah keturunan ,  garis 
keturunan yang diambil menurut
garis Ibu, suku anak samo jo suku Ibu dan suku ayah indak samo jo suku
Ibu.Menuruik
pandapek ambo, indak ado sangkuik pauiknyo antaro sistem matrilineal
dengan  wanita minang yang manambah
nama ayah atau nama suami dibelakang namanya. Mau ditambah dengan nama
ayah, nama suami atau nama suku silahkan sajo, indak ado pengaruhnyo
terhadap sityem matrilineal.Sistem
matrilineal di Minangkabau, tidak pernah menghalangi seorang wanita untuk
berkarir, apakah akan menjadi guru, menjadi Dr, menjadi penjabat  seperti
 Lurah, Camat, Bupati, Gebernur atau
mau ber organisasi seperti IWAPI tidak ada masalah silahkan sajo, asal
tidak melupakan kotrat sebagai wanita dan tidak pula melupakan tanggung
jawab sebagai seorang Istri dan seorang Ibu Rumah tangga. Dan sendainya 
dia tidak berkarir dan menjadi penjabat atau tidak aktf di organisasi 
seper IWAPI, tidaklah akan mengurangi dan tidak akan berpengaruh 
terhadap nilai-nilai atau sistem matrilinial ituEmansipasi
menurut Minang yang menganut system matrilineal adalah dengan dasar
meletakkan sesuatu pada tempatnya atau di sesuai dengan kotrat. Seperti,
(1) mambalah kayu kerja laki-laki, memasak aia kerja perempuan. (2)
mamangkua kerja laki-laki, menanam padi kerja perempuan (3)  menyabik mangiriak 
kerja laki-laki, maangin
kerja perempuan, begitulah seterusnya.Sistem
matrilineal jelaslah bertujuan untuk menempatkan kaum perempuan pada
tempat yang sesuai dan terhormat, tinggallah di rumah   gadang, ambillah asil 
harto pusako. Daun ipah
timbakau padang, api duo samenggo,  undua nikah
pai ka ladang baitu adat kami disiko. Begitu
adat mengatur dengan memberikan modal awal untuk memulai hidup baru atau untuk
membangun rumah tangga baru. Namun, sandainya memang suami berkeinginan  untuk 
hidup diluar, pergilah merentau gunggunglah
istri baolah tabang, itu tidaklah salah seorang istri bersandar kepada suaminya
dalam hal kehidupan dan keselamat dunia dan akirat. Hal tersebut adalah 
merupakan
tenggung jawab soeorang suami dalam memberikan nafkah serta mempertanggung
jawabkan istri dunia dan akirat, itu berlaku sejak ijab Kabul di ucapkan sesuai
dengan aturan agama islam, bahwa "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin  bagi kaum 
perempuan" ( An Nissa 34) Sakitu sajo nan dapek ambo sampaikan, mohon maaf dan
terima kasih ateh sagalo perhatian. Wssalam, Azmi Dt.Bagindo (58) Ini jangan 
sampai kita para lelaki sibuk membicarakan
matrilineal, malah perempuannya lebih menyukai adat patrilineal seperti
kebiasaan mencantumkan nama suami dibelakang namanya sendiri, yang sudah
meruyak keseluruh minangkabau.



Ragards,

Sutan Firson 2010/9/30
Firson Maryutenli <firson.maryute...@...> Bagaimanakah
kiranya partisipasi perempuan di masyarakat minangkabau yang katanya
matrilineal ini. Kalau saya melihat adanya penurunan partisipasi perempuan di
minangkabau, dengan melihat indikator bahwa telah tumbuh kebudayaan baru bagi
perempuan di sumbar mencantumkan nama suami dibelakang nama dia sendiri setelah
menikah. Dahulu perempuan minangkabau mancantumkan nama ayah mereka dibelakang
namanya. Indikator ini memperlihatkan makin besarnya ketergantungan para
perempuan kepada suami secara ekonomi. Kalau
kita melihat kepada organisasi perempuan di minangkabau, hampir tidak ada
organisasi perempuan yang memperlihatkan kontribusi secara signifikan.
Contohnya pada waktu gempa di padang tahun lalu, saya tidak melihat organisasi 
perempuan semacam bundo kanduang
memperlihat kontribusi dalam penanganan gempa ataupun memberikan bantuan.
Apakah indikator ini memperlihatkan bahwa kontribusi perempuan menurun di
sumbar yang katanya matrilineal ini dibanding daerah lain di indonesia yang 
jelas sekali
patrlineal ??..



Ragards,

Sutan Firson




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.






-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke