Assalamualikum w.w. 

Angku2/Bapak2/Ibu2 
sarato dunsanak di palanta nan ambo hormati. 

Sato ambo seketek tentang masalah matrilineal di
Minagkabau nan sadang dibicarokan di milis nangko. Menurut pendapek ambo sistem 
 matrilineal di Minangkabau adolah Sbb: 

Matrilinial
     bukanlah satu organisasi, tetapi matrilineal adolah satu sistem yang di
     anut oleh masyarakat adat Minangkabau tentang masalah keturunan ,  garis 
keturunan yang diambil menurut
     garis Ibu, suku anak samo jo suku Ibu dan suku ayah indak samo jo suku
     Ibu.Menuruik
     pandapek ambo, indak ado sangkuik pauiknyo antaro sistem matrilineal
     dengan  wanita minang yang manambah
     nama ayah atau nama suami dibelakang namanya. Mau ditambah dengan nama
     ayah, nama suami atau nama suku silahkan sajo, indak ado pengaruhnyo
     terhadap sityem matrilineal.Sistem
     matrilineal di Minangkabau, tidak pernah menghalangi seorang wanita untuk
     berkarir, apakah akan menjadi guru, menjadi Dr, menjadi penjabat  seperti 
Lurah, Camat, Bupati, Gebernur atau
     mau ber organisasi seperti IWAPI tidak ada masalah silahkan sajo, asal
     tidak melupakan kotrat sebagai wanita dan tidak pula melupakan tanggung
     jawab sebagai seorang Istri dan seorang Ibu Rumah tangga. Dan sendainya 
dia tidak berkarir dan menjadi penjabat atau tidak aktf di organisasi seper 
IWAPI, tidaklah akan mengurangi dan tidak akan berpengaruh terhadap nilai-nilai 
atau sistem matrilinial ituEmansipasi
     menurut Minang yang menganut system matrilineal adalah dengan dasar
     meletakkan sesuatu pada tempatnya atau di sesuai dengan kotrat. Seperti,
     (1) mambalah kayu kerja laki-laki, memasak aia kerja perempuan. (2)
     mamangkua kerja laki-laki, menanam padi kerja perempuan (3)  menyabik 
mangiriak kerja laki-laki, maangin
     kerja perempuan, begitulah seterusnya.Sistem
     matrilineal jelaslah bertujuan untuk menempatkan kaum perempuan pada
     tempat yang sesuai dan terhormat, tinggallah di rumah   gadang, ambillah 
asil harto pusako. 

Daun ipah
timbakau padang, api duo samenggo,  

undua nikah
pai ka ladang baitu adat kami disiko. 

Begitu
adat mengatur dengan memberikan modal awal untuk memulai hidup baru atau untuk
membangun rumah tangga baru. Namun, sandainya memang suami berkeinginan  untuk 
hidup diluar, pergilah merentau gunggunglah
istri baolah tabang, itu tidaklah salah seorang istri bersandar kepada suaminya
dalam hal kehidupan dan keselamat dunia dan akirat. Hal tersebut adalah 
merupakan
tenggung jawab soeorang suami dalam memberikan nafkah serta mempertanggung
jawabkan istri dunia dan akirat, itu berlaku sejak ijab Kabul di ucapkan sesuai
dengan aturan agama islam, bahwa “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin  bagi kaum 
perempuan” ( An Nissa 34) 

Sakitu sajo nan dapek ambo sampaikan, mohon maaf dan
terima kasih ateh sagalo perhatian. 

Wssalam, 

Azmi Dt.Bagindo (58) 

Ini jangan sampai kita para lelaki sibuk membicarakan
matrilineal, malah perempuannya lebih menyukai adat patrilineal seperti
kebiasaan mencantumkan nama suami dibelakang namanya sendiri, yang sudah
meruyak keseluruh minangkabau.



Ragards,

Sutan Firson 

2010/9/30
Firson Maryutenli <[email protected]> 

Bagaimanakah
kiranya partisipasi perempuan di masyarakat minangkabau yang katanya
matrilineal ini. Kalau saya melihat adanya penurunan partisipasi perempuan di
minangkabau, dengan melihat indikator bahwa telah tumbuh kebudayaan baru bagi
perempuan di sumbar mencantumkan nama suami dibelakang nama dia sendiri setelah
menikah. Dahulu perempuan minangkabau mancantumkan nama ayah mereka dibelakang
namanya. Indikator ini memperlihatkan makin besarnya ketergantungan para
perempuan kepada suami secara ekonomi. 

Kalau
kita melihat kepada organisasi perempuan di minangkabau, hampir tidak ada
organisasi perempuan yang memperlihatkan kontribusi secara signifikan.
Contohnya pada waktu gempa di padang 
tahun lalu, saya tidak melihat organisasi perempuan semacam bundo kanduang
memperlihat kontribusi dalam penanganan gempa ataupun memberikan bantuan.
Apakah indikator ini memperlihatkan bahwa kontribusi perempuan menurun di
sumbar yang katanya matrilineal ini dibanding daerah lain di indonesia yang 
jelas sekali
patrlineal ??..



Ragards,

Sutan Firson 

   

   




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke