Asww. Adinda Arief, Nan sakali ko yo beda pandapek wak. Ambo setuju dengan Kompas dan Pak Irman. Itu bukan soal adu domba. Kalau Pak Irman bukan urang awak, pernyataannyo tetap seperti itu sebagai ketua DPD. Apolagi sebagai urang Minang. Tak ado adu domba dalam pemeberitaan itu. Baco banalah elok-elok.
Sebagai pemimpin, seseorang harus peka dengan segala situasi, bukan (maaf) basipakak. Pak SBY sajo yang sedang di Vietnam, langsung pulang ke Padang dan ke Mentawai melihat situasi. Bamalam pulo inyo di ranah Minang. Kehadiran Presiden di Padang dan sempat pulo bamalam, itu adalah bahasa isyarat bahwa beliau memberikan perhatian untuk rakyatnya. Mestinya, hal itu ditiru oleh pejabat di daerah. Terus terang, satiok maliek televisi dan halaman media, nan ambo paratikan dulu, lai koh ado awah gubernur ambo di lokasi bencana tu. Kama beliau, baru ambo tahu belakangan, ruponyo sedang ke luar negeri. Bahwa undangan ke Jerman sudah lama, betul. Tapi, walaupun akan menjemput bongkahan emas untuk ranah Minang, mbok ya, janganlah tinggalkan rakyat nan sadang maratok. Maaf, Syafruddin AL Wartawan, 46 th, tingga di bogor Pada 3 November 2010 20.30, ARIEF <[email protected]> menulis: > Assalamu'alaikum WW. > > Nan terhormat dunsanak salingka palanta RN. > > Dan sabalun no maaf utk kwn2 jurnalis nan ado di Palanta ko. > > Mambaco berita dari kompas.com di bawah, agak miris ambo. > Kawan ambo "si pembuat berita" sepertinyo dak imbang mengetengahkan > berita. Bahkan terkesan mengadu domba antar sesama "urang Minang" (IP > vs IG) > > Kalau kito inok kan bana isi berita tersebut, si wartawan hanya > berpatokan pada satu sumber sajo. Kalopun ado sumber lain, itupun > tidak dalam kapasitas perimbangan berita. > > Satahu ambo, ado kode etik no, bahwa dalam menyajikan berita, jurnalis > harus mendahulukan asaz perimbangan. > Apalagi media sekaliber KOMPAS (walau berlabel kompas.com). > > Di berita tsb, tidak ado dimuek pernyataan dari pihak Pemda Sumbar, > baik dr Wagub, Humas, atau pihak terkait lainnyo. > Malah Lebih dominan mengadu domba IP dg IG, dan kemudian menyalahkan IP.. > > Apakah wartawan sudah bertanya utk apa Gub ke LN? Tujuannya apa? > Targetnya apa? Atau undangan itu sejak kapan dilayangkan tehadap Pemda > Sumbar? > > Dak mungkin kan, pihak penyelenggara membatalkan acara hanya karena > bencana di Sumbar? > Di sisi lain, jika benefit dari acara tsb menguntungkan utk Sumbar ke > Depan, rasanya rugi bagi Gubernur utk melewatkan acara tsb. > > Toh, masalah Tsunami Mentawai, tidak perlu ditongkrongi dan tidak > hanya gubernur saja yang bertanggungjawab??. > > Ciek lai nan disayangkan adalah pernyataan Uda Irman nan seakan > menyalahkan kepergian Gubernur ke Jerman. Ambo yakin, baliau pasti > tahu untuak apo GubSumb ka LN. > > Rasonyo, paralu juo berhati2 dalam memahami isi berita, walau dari > sebuah media nasional nan terkenal yang "katanya" pengusung Hati > Nurani Rakyat. > > Ambo bukan pendukung partai nan mengusung gubenur sewaktu PILKADA, > pun bukan pulo carmuk terhadap BA 1 > . > Tapi lebih pada melihat sisi perimbangan sebuah berita. > Alangkah lebih baiknya sang wartawan tidak mengadu domba. > > Sakitu sajolah... > > Maaf jiko ado nan indak berkenan dg postingan ambo ko. > > Wassalam w w > > Arief Rangkayo Mulia > (sampai kini msh berprofesi sbg jurnalis) > > > On 11/3/10, Harman <[email protected]> wrote: > > > > > > "Kami > > juga heran mengapa cuaca terus yang disalahkan, padahal kami sudah bisa > > menembus wilayah-wilayah di ujung pulau yang sebelumnya katanya tak > > bisa ditembus perahu bantuan," > > > > yang paling aman ya memang menyalahkan cuaca. > > > > wassalam, > > harman st.Idris > > > > > http://regional.kompas.com/read/2010/11/03/12510686/Warganya.Kelaparan..Gubernur.ke.Jerman > > > > Bencana Tsunami > > Warganya Kelaparan, Gubernur ke Jerman > > Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin Rabu, 3 November > > 2010 | 12:51 WIB > > KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Warga > > Kampung Tumalei, Desa Silabu Kecamatan Saumanganya, Kabupaten Kepulauan > > Mentawai, Sumatera Barat, membantu anggota TNI-AD menurunkan bantuan > > makanan, tikar, selimut dan jerigen bagi korban tsunami dari helikopter > > MI 17 milik TNI AD, Minggu (31/10/2010). Untuk mempercepat proses > > distribusi bantuan dan evakuasi korban luka salah satunya dilakukan > > melalui udara dengan heikopter. > > > > PADANG, KOMPAS.com > > - Di saat ribuan warga Kepulauan Mentawai korban gempa dan tsunami > > terancam kelaparan karena sulitnya bantuan masuk ke wilayah-wilayah > > mereka, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno malah memilih pergi ke > > Jerman. > > Seperti anggota DPR yang juga memilih tetap pergi ke luar > > negeri di tengah situasi bencana melanda negeri ini, Irwan juga > > meninggalkan sejumlah masalah dalam soal penangangan bencana gempa dan > > tsunami di Mentawai. > > Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik > > Indonesia Irman Gusman yang juga berasal dari daerah pemilihan Sumatera > > Barat membenarkan, Irwan telah pergi ke Jerman. Bahkan saat dihubungi > > Irman, Rabu (3/11/2010) pagi, Irwan sudah berada di Dubai. > > "Seharusnya > > situasi psikologis masyarakat saat ini yang tengah menghadapi bencana, > > mengharuskan kehadiran gubernur," ujar Irman yang mengaku memahami > > kepergian Irwan ke Jerman. > > Menurut Irman, dia tak bisa mencegah > > kepergian Irwan ke Jerman mengingat baru mengetahui keberangkatannya > > pada Rabu pagi. "Mungkin kalau saya tahu kepergiannya dari tiga hari > > lalu, saya bisa mengingatkannya agar jangan dulu meninggalkan Sumbar," > > kata Irman. > > Irwan adalah Gubernur Sumbar yang diusung Partai > > Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, dan Partai Hati Nurani > > Rakyat. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS ini pergi ke Jerman > > meninggalkan sejumlah kekacauan dalam soal distribusi bantuan korban > > gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai. > > Hingga hari delapan sejak > > tsunami meluluhlantakkan tiga pulau di gugusan Kepulauan Mentawai > > (Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pagai Selatan) distribusi bantuan > > masih belum menjangkau banyak wilayah terpencil. Bantuan tetap menumpuk > > di Sikakap, di Pulau Pagai Utara, tempat yang dipilih untuk > > mengonsentrasikan bantuan yang datang dari Padang. > > Alasan cuaca > > buruk dan gelombang tinggi dituding sebagai penyebab bantuan tak > > terdistribusikan ke sejumlah wilayah terpencil seperti Desa Bulasat dan > > Malakopak di Pagai Selatan yang merupakan daerah bencana terparah. > > "Kami > > juga heran mengapa cuaca terus yang disalahkan, padahal kami sudah bisa > > menembus wilayah-wilayah di ujung pulau yang sebelumnya katanya tak > > bisa ditembus perahu bantuan," ujar Koordinator Posko Lumbung Derma > > Yosep Sarogdok. > > Lumbung Derma merupakan jejaring lembaga swadaya > > masyarakat di Sumbar yang mengoordinasi bantuan untuk korban gempa dan > > tsunami di Kepulauan Mentawai. Yosep membenarkan, ribuan korban bencana > > saat ini terancam kelaparan karena masih belum terdistribusikannya > > bantuan ke wilayah-wilayah mereka dengan baik. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > > . > > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat > lain > > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > > =========================================================== > > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > > - DILARANG: > > 1. E-mail besar dari 200KB; > > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > > 3. One Liner. > > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > > mengganti subjeknya. > > =========================================================== > > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > > > > > -- > Arief Budiman S > HP : 0813 1600 7756 > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
