Ado pulo anak urang lain nan dipangku, kamanakan anak tu nan dibimbiang! Dalam pepatah Minang tu ambo caliak ndak dijalehkan apokah harus anak awak surang atau bisa diganti jo anak urang lain. Antahlah....
Salam, ZulTan, L, 50, Bogor -----Original Message----- From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 10 Dec 2010 20:01:35 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Mohon Input tantang "Anak Dipangku, kamanakan di Bimbiang" Sanak, kalau dari sisi lain bisa juga Anak dipangku bisa jatuh , kemenakan di bimbing will stay there sepanjang jalan perjalanan ZK ________________________________ From: Arman Bahar <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, December 10, 2010 6:03:54 PM Subject: Bls: [...@ntau-net] Mohon Input tantang "Anak Dipangku, kamanakan di Bimbiang" Alaikumussalaam Sanak Aswita Taizir, salam kenal, eh.. maaf kisanak ko uda atau uni yoo? Dalam konsep sebenarnya tidak ada yang berubah namun dalam keseharian telah terjadi pergeseran nilai2 tersebut terutama dirantau karena sebuah keluarga Minang diluar kampung halaman telah mengikuti sistem keluarga batih yaitu ayah sebagai kepala keluarga, ibu dan anak2, tidak ada lagi istilah mamak tungganai disini, keluarga ini sudah tinggal dirumah keluarga hasil keringat sang ayah dan sang ayah inilah sebagai kepala keluarga dirumah sendiri, sang mamak sekali2 kalau datang hanya sebagai tamu dan harus hormat kepada urang sumando atau suami kemenakan sang pemilik rumah dikeluarga itu Sang mamak yang juga hidup dirantau juga demikian, tinggal dirumah sendiri dari hasil keringatnya sendiri sebagai kepala keluarganya sebagai keluarga batih (ayah, ibu dan anak2) pula Sang kepala keluarga baik sebagai sumando maupun sang mamak sibuk dengan keseharian masing2 dan tentu saja hanya bisa "memangku anak" masing2 pula, masing2 mereka sebagai "mamak" sudah tidak punya waktu yang banyak lagi untuk "membimbing kemenakan" lagi pula kehidupan dirantau dengan fasilitas yang lebih tersedia para kemenakan telah terbimbing dengan sendirinya lewat sistem pendidikan formal maupun informal baik itu MDA untuk belajar mengaji dan tentu banyak pula tersedia tempat belajar ilmu bela diri sejak dari karate, yudo, silat cimande dan lain sebagainya, yang jelas peran mamak telah diambil alih oleh ayah dan ibu plus lembaga2 pendidikan dan latihan yang banyak tersedia fasilitasnya dirantau Mamak akan diperlukan itupun kalau tidak terlupakan bila keluarga tersebut merasa anak gadisnya udah saatnya diparalekkan dan bahkan proses pencarian jodoh untuk sang gadis tersebut pun sang mamak sudah terima bersih saja, mamak sudah tidak terlibat lagi dalam kasak kusuk memikirkan dan mencarikan jodoh kemenakan perempuannya itu (anak2 sekarang pintar2 kok cari jodoh sendiri bahkan jangankan sang mamak, ayah dan bunda pun kadang2 udah tau ada saja deh) Dikampung sebuah keluarga yang masih mau tinggal dirumah gadang yang masih punya mamak tungganai maupun di rumah bukan rumah gadang keluarga istri, peran mamak masih sedilit terlihat namun sudah tidak dominan lagi terlebih dikampung pun sudah terimbas teknologi dan modernisasi sehingga peran mamak dan surau kaum pun sepi2 saja, bahkan tidak sedikit surau2 tersebut terlantar tanpa kegiatan, tidak ada mamak mengajar silat untuk para kemenakannya dan urusan belajar mengaji pun sudah ada MDA dan sekali lagi peran mamak baru terlihat bila sang keluarga merasa sudah dekat mamparalekkan kamanakan wasalam abp58 ________________________________ Dari: Aswita Taizir <[email protected]> Kepada: rantaunet <[email protected]> Terkirim: Jum, 10 Desember, 2010 23:39:26 Judul: [...@ntau-net] Mohon Input tantang "Anak Dipangku, kamanakan di Bimbiang" Assalaamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuhu, Yth; dunsanak sadonyo. Ambo mohon masukan2 ataupun input2 dari mamak2,bundo kanduang, kakak2,adiak2 di palanta ko, tantang salah satu falsafah hiduik urang minang "Anak Dipangku, kamanakan di Bimbiang". Baa kiro2 realisasinyo kini di Minang Kabau, apo alah ado pergeseran, sbgmano banyak didiskusikan akhir2 ko. Sajauah ma fungsi mamak jo kamanakan tu kini. Kalau ado carito nyatonyo rancak bana.Tarimokasih sakali ambo haturkan...mudah2an Allah SWT mambalasi sumbang saran dari mamak2,bundo kanduang, kakak2,adiak2 sadonyo. Amiiin Wassalam, Aswita Taizir Long Island, -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
