Sanak Zul Tan

Ko ado contoh ciek

Dikampuang ambo kami punyo tanah perkuburan, kalau ambo dan kamanakan ambo 
(untuang ambo indak ado kamanakan)  lewat dikampuang yo Entitle ditanam ditanah 
kami
tapi kalau anak tantu pai tanah ibunyo kalau lai batanah, kalau indak mungkin 
bisa join jo masyarakat lain yang tak punya tanah perkuburan. Kecuali kalau 
maksa lain lagi ceritanya
Kamanakan jo mamak sampai masuk tanah samo lokasinyo. 

 
Zulkarnain Kahar





________________________________
From: ZulTan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, December 10, 2010 10:13:20 PM
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Mohon Input tantang "Anak Dipangku, 
kamanakandi 
Bimbiang"

 
Ado pulo anak urang lain nan dipangku,
kamanakan anak tu nan dibimbiang!

Dalam pepatah Minang tu ambo caliak ndak dijalehkan apokah harus anak awak 
surang atau bisa diganti jo anak urang lain. 

Antahlah....

Salam,
ZulTan, L, 50, Bogor
________________________________

From:  Zulkarnain Kahar <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Fri, 10 Dec 2010 20:01:35 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Mohon Input tantang "Anak Dipangku, kamanakan  
di 
Bimbiang"

Sanak,
kalau dari sisi lain bisa juga 
Anak dipangku bisa jatuh , kemenakan di bimbing will stay there sepanjang jalan 
perjalanan


 ZK

________________________________
From: Arman Bahar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, December 10, 2010 6:03:54 PM
Subject: Bls: [...@ntau-net] Mohon Input tantang "Anak Dipangku, kamanakan di 
Bimbiang"


Alaikumussalaam

Sanak Aswita Taizir, salam kenal, eh.. maaf kisanak ko uda atau uni yoo?

Dalam konsep sebenarnya tidak ada yang berubah namun dalam keseharian telah 
terjadi pergeseran nilai2 tersebut terutama dirantau karena sebuah keluarga 
Minang diluar kampung halaman telah mengikuti sistem keluarga batih yaitu ayah 
sebagai kepala keluarga, ibu dan anak2, tidak ada lagi istilah mamak tungganai 
disini, keluarga ini sudah tinggal dirumah keluarga hasil keringat sang ayah 
dan 
sang ayah inilah sebagai kepala keluarga dirumah sendiri, sang mamak sekali2 
kalau datang hanya sebagai tamu dan harus hormat kepada urang sumando atau 
suami 
kemenakan sang pemilik rumah dikeluarga itu

Sang mamak yang juga hidup dirantau juga demikian, tinggal dirumah sendiri dari 
hasil keringatnya sendiri  sebagai kepala keluarganya sebagai keluarga batih 
(ayah, ibu dan anak2) pula

Sang kepala keluarga baik sebagai sumando maupun sang mamak sibuk dengan 
keseharian masing2 dan tentu saja hanya bisa "memangku anak" masing2 pula, 
masing2 mereka sebagai "mamak" sudah tidak punya waktu yang banyak lagi untuk 
"membimbing kemenakan" lagi pula kehidupan dirantau dengan fasilitas yang lebih 
tersedia para kemenakan telah terbimbing dengan sendirinya lewat sistem 
pendidikan formal maupun informal baik itu MDA untuk belajar mengaji dan tentu 
banyak pula tersedia tempat belajar ilmu bela diri sejak dari karate, yudo, 
silat cimande dan lain sebagainya, yang jelas peran mamak telah diambil alih 
oleh ayah dan ibu plus lembaga2 pendidikan dan latihan yang banyak tersedia 
fasilitasnya dirantau

Mamak akan diperlukan itupun kalau tidak terlupakan bila keluarga tersebut 
merasa anak gadisnya udah saatnya diparalekkan dan bahkan proses pencarian 
jodoh 
untuk sang  gadis tersebut pun sang mamak sudah terima bersih saja, mamak sudah 
tidak terlibat lagi dalam kasak kusuk memikirkan dan mencarikan jodoh kemenakan 
perempuannya itu (anak2 sekarang pintar2 kok cari jodoh sendiri bahkan 
jangankan 
sang mamak, ayah dan bunda pun kadang2 udah tau ada saja deh)

Dikampung sebuah keluarga yang masih mau tinggal dirumah gadang yang masih 
punya 
mamak tungganai maupun di rumah bukan rumah gadang keluarga istri, peran mamak 
masih sedilit terlihat namun sudah tidak dominan lagi terlebih dikampung pun 
sudah terimbas teknologi dan modernisasi sehingga peran mamak dan surau kaum 
pun 
sepi2 saja, bahkan tidak sedikit surau2 tersebut terlantar tanpa kegiatan, 
tidak 
ada mamak mengajar silat untuk para kemenakannya dan urusan belajar mengaji pun 
sudah ada MDA dan sekali lagi peran mamak baru terlihat bila sang keluarga 
merasa sudah dekat mamparalekkan kamanakan

wasalam
abp58 




________________________________
Dari: Aswita Taizir <[email protected]>
Kepada: rantaunet <[email protected]>
Terkirim: Jum, 10 Desember, 2010 23:39:26
Judul: [...@ntau-net] Mohon Input tantang "Anak Dipangku, kamanakan di Bimbiang"
Assalaamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuhu,
Yth; dunsanak sadonyo. 
Ambo mohon masukan2 ataupun input2 dari  mamak2,bundo kanduang, kakak2,adiak2 
di 
palanta ko, tantang salah satu falsafah hiduik  urang minang "Anak Dipangku, 
kamanakan di Bimbiang". Baa kiro2  realisasinyo kini di Minang Kabau, apo alah 
ado pergeseran, sbgmano banyak  didiskusikan akhir2 ko. Sajauah ma fungsi mamak 
jo kamanakan tu kini.  Kalau ado carito nyatonyo rancak bana.Tarimokasih sakali 
ambo  haturkan...mudah2an Allah SWT mambalasi sumbang saran dari  mamak2,bundo 
kanduang, kakak2,adiak2 sadonyo. Amiiin
Wassalam,
Aswita Taizir
Long Island,



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke