Mudah2an Humas mabes Polri juga mengeluarkan fatwanya,  melarang para instansi 
swasta maupun negeri untuk meminta minta fotokopian KTP atau SIM, kalau perlu 
indentitas cukup menunjukan saja. Sekarang ini kan semuanya urusan perlu 
fotokpi 
KTP atau SIM, yang akhirnya berserak serak indentitas orang dimana mana

 
Zulkarnain Kahar




________________________________
From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
To: Rantau Net <[email protected]>
Sent: Thu, February 10, 2011 9:31:31 PM
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] SAYA HAMPIR DIKERJAI PENIPU

Terima kasih pak Jacky. Kalau boleh saya usul pd Humas Mabes Polri utk 
mencerahkan masyarakat ttg modus operandi penjahat ini, serta cara menghindari 
dan mengatasinya.
Perlu berulang-ulang, karena kelihatannya modus ini juga dipakai berulang-ulang.
Wassalam, 
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
________________________________

From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Fri, 11 Feb 2011 11:19:29 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Bls: [R@ntau-Net] SAYA HAMPIR DIKERJAI PENIPU

Pak Saaf yth.
 
KIta harus waspada,
terhadap siapa saja,
yang meminta agar kita ke ATM,
untuk men-check
apakah uang yang ditansfer ke
rekening kita sudah masuk.
 
Alasan mengapa terjadi transfer,
bisa macam-macam, antara lain:
 
= memenangkan undian.
= uang tanda jadi jual beli barang.
   (penipu dapat no telpon  korban
    melalui iklan baris)
= uang rapel.
= Dsb-nya
 
Pokoknya begitu ada orang
minta kita pergi ATM,
99,9  % orang itu akan menipu.
 
Kita akan dibimbing untuk
menekan tombol-tombol,
yang akhirnya saldo kita yang berkurang.
 
Modal penipu:
No telpon pra bayar.
No rekening dengan KTP palsu.
 
Begitu uang tertransfer,
sang penipu menarik habis uangnya.
 
Satu2nya cara untuk menangkap pelaku
adalah rekaman di ATM
di mana pelaku menarik uangnya.
Tapi ini tidak bisa segera terlacak,
apalagi kalau peleku  di luar kota.
 
Begitu penipuan gagal atau berhasil,
kartu pra bayar segera dibuang.
Untuk setiap calon korban, 
telah disediakan no khusus.
 
Penipu tidak mau ambil risiko,
dengan satu no telpon,
menghubungi beberapa calon korban.
 
Demikian, sekilas info.
Wass, Jacky M
===========

Judul: [R@ntau-Net] SAYA HAMPIR DIKERJAI PENIPU
Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]>
Tanggal: Jumat, 11 Februari, 2011, 1:44 AM
Assalamualaikum ww para sanak sapalanta, Kepada kedua satpam dan kepala kantor 
cabang Bank Mandiri saya ucapkan terima kasih banyak.
>Mestinya saya tahu pembicaraan via tilpon itu suatu penipuan, namun karena 
>diiming-imingi akan dapat ‘dividen’ sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun 
>Sekneg 
>yang ditempatkan di Taspen’, menyebabkan saya – sebagai pensiunan – cukup 
>tergiur dan hampir masuk perangkap. Ceritanya begini. 
>
>  
>Kemarin hari Kemis tanggal 10 Februari siang sekitar jam 11.45 WIB saya 
>ditilpon 
>ke rumah oleh seseorang yang mengaku sebagai ‘kepala biro keuangan Sekneg’, 
>memberitahukan   bahwa sebagai mantan pejabat di Sekneg saya akan mendapat 
>‘dividen’  sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun Sekneg yang diinvest di 
>Taspen’. Cara bicaranya lumayan meyakinkan. 
>
>  
>Mulanya saya agak heran dengan pemberitahuan tersebut, oleh karena saya adalah 
>pensiunan TNI-Angkatan Darat, bukan pensiunan pegawai negeri sipil, walau saya 
>pernah berdinas di Sekneg selama sepuluh tahun. Pensiun saya dibayar melalui 
>Asabri. Lagi pula saya teringat pada kasus dana pensiun Jamsostek yang 
>diinvest 
>oleh dirutnya pada sebuah usaha swasta, yang kemudian menipu dirut Jamsostek 
>tersebut, seorang mayor jenderal TNI purnawirawan. 
>
>Namun, maklum pensunan yang hidup pas-pasan, iming-iming jumlah uang sebesar 
>tersebut tentu saja membuat saya tergiur. Dengan alasan menchek, saya diminta 
>memberikan nomor rekening bank saya, oleh karena si penipu yang menyaru 
>sebagai 
>‘kepala biro keuangan Sekneg’ ini menyatakan akan  menchecknya terlebih dahulu 
>kepada Bank Mandiri, untuk dapat mentransfer ‘dividen’ tersebut ke rekening 
>saya. Ia juga tak lupa menanyakan berapa saldo rekening saya, yang entah 
>mengapa 
>saya sampaikan begitu saja. 
>
>Secara wanti-wanti ia mengatakan bahwa ‘dividen’ tersebut akan ditranfer hari 
>ini juga, oleh karena sudah terhubung secara ‘on line’ dengan PPATK. 
>
>  
>Hebat ndak tuh ?  Selanjutnya saya diminta untuk menghubungi seorang ‘pejabat 
>Taspen’ dengan memberikan nomor HP-nya. Kedua penipu ini memakai nomor HP 
>081210332444 dan 081389447766. 
>
>Yang saya agak heran adalah saya diminta untuk pergi ke ATM terdekat untuk 
>kemudian akan dipandu untuk menerima ‘dividen’ tersebut, dengan memberikan 
>“nomor registrasi pencairan dana dividen pensiunan Sekneg’ nomor 0199.887.29. 
>Saya diminta untuk merahasiakan nomor ini, oleh karena merupakan ‘rahasia 
>bank’.  Lazimnya kalau ada hak saya, langsung ditransfer ke rekening saya. 
>Saya 
>menyatakan akan mandi dan sholat dahulu.  Dengan diantar putri saya, saya 
>pergi 
>ke ATM terdekat yang sering saya gunakan, di kantor Bank Mandiri. 
>
>  
>Sesuai dengan petunjuk, saya kemudian menghubungi ‘pejabat Taspen’  tersebut, 
>menyampaikan bahwa saya sudah di ATM. Eh, ia menanya apakah ATM tersebut di 
>dalam bank atau di luar bank, yang tentu saja saya sebut di dalam bank. 
>Herannya 
>lagi, ia mengatakan bahwa agar dapat dipandu untuk menerima ‘dividen’ 
>tersebut, 
>saya agar  segera pergi ke ATM yang di luar kantor Bank Mandiri, dengan alasan 
>ia tak dapat mendengar suara saya, padahal saya dapat mendengar suaranya 
>dengan 
>jelas.  Sewaktu saya tanyakan kepada satpam Bank Mandiri, ia menyatakan bahwa 
>tidak ada ATM Bank Mandiri yang berdekatan. 
>
>Syukurnya, seorang satpam lain mengatakan agar saya jangan pergi, oleh karena 
>itu adalah penipuan, yang sudah sering dialami oleh nasabah bank tersebut. 
>Percakapan saya dengan dua satpam tersebut didengar oleh kepala cabang yang 
>kebetulan ada di dekat saya. Saya diajak oleh kepala cabang itu untuk datang 
>ke 
>meja terdekat yang kebetulan pula sedang kosong. Kepada saya dijelaskan ‘modus 
>operandi’ yang sering digunakan oleh para penipu. 
>
>Sewaktu saya sedang berbicara dengan kepala cabang tersebut, si penipu 
>tersebut 
>menghubungi saya lagi liwat HP. Setelah saya jawab bahwa tidak ada ATM di luar 
>kantor bank, saya memberikan HP saya kepada kepala kantor cabang agar ia 
>berbicara langsung. Kepala kantor cabang bank dengan santun menyarankan agar 
>‘dividen’ tersebut langsung ditransfer saja, dipotong seluruh biaya. Tentu 
>saja 
>si penipu itu tidak mau. 
>
>Oleh karena saya masih punya sahabat di Sekneg, beliau-beliau saya tilpun 
>secara 
>langsung, dan mendapat jawaban bahwa tidak ada ‘dividen’ tersebut. Jadi sudah 
>‘confirmed’ penipuan. 
>
>Apa hikmah dari pengalaman hampir tertipu ini ? Begini: 1) si penipu telah 
>mempelajari riwayat hidup saya, dengan cukup detail; 2) ia menawarkan sesuatu 
>yang cukup menggiurkan bagi saya sebagai pensiunan; 3)  ia memberikan data 
>yang 
>dinyatakannya ‘rahasia’ dan agar tidak diberitahukan kepada orang lain; 4) ia 
>meminta agar saya  pergi ke ATM di luar kantor bank , untuk kemudian ‘dipandu’ 
>untuk menerima ‘dana’ melalui ‘nomor register’ yang dinyatakannya ‘rahasia 
>bank’. 
>
>Yang tidak diduganya adalah bahwa  1)  saya pergi ke ATM di dalam kantor bank, 
>2)  bahwa saya masih mempunyai komunikasi langsung dengan pejabat Sekneg, yang 
>dengan cepat me nyatakan bahwa tidak ada ‘dividen’ seperti itu; 3) ia telah 
>memberikan ‘nomor register’nya di Bank Mandiri – yaitu 0199.887.29 – yang bisa 
>dilacak dengan mudah oleh bank dan reserse kriminal. [Kalau nomor HP, 
>pastisudah 
>tak akan digunakan lagi, oleh karena sudah ketahuan.] 
>
>Ringkasnya, jika selama ini kita mengenal ‘Nigerian scam’, kini ternyata kita 
>sudah  punya ‘Indonesian scam’, seratus  prosen kreativitas dalam negeri. 
>
>Kepada Kabareskrim Polri, saya harapkan dapat melacak  ‘nomor register’ 
>0199.887.29 di Bank Mandiri. Dari sana bisa ditelusuri nama lengkap dua orang 
>sontoloyo ini. 
>
>Kepada masyarakat, saya harapkan bersedia mencari – atau mengingat --  siapa 
>yang mempunyai nomor HP 081210332444 dan 081389447766. 
>
>  
>Wassalam,
>Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
>(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) 
>Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
>
> 
>________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
>with theYahoo! Search movie showtime shortcut. -- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib 
>mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke