ambo hari ko juo mandapek caro2 org manipu : partamo di facebook dapek message :
Dear Yuhefizar Ephi Lintau, Good news, you have won US$550,000 in the Facebook Online cash splash promo. To claim the prize, E-mail us only for confirmation at: [email protected] Congratulations! once more. Yours faithfully, John Mark For: Facebook INC. nan kaduo sms ka No HP ambo nan indak pernah di publish samo sekali : . blikan mma pulsa as 100rb dnmor brunya mma ini 085217247874 mma mau pkai skrng pnting,ini juga cuma pnjem hp untk sms." beliau sms dari no. hp +6281944509126 =>ini mereka meggunakan nomor hp acak sajo... mesti hati2....semoga ini menjadi pengalaman utk kita bersama... salam Ephi. On 2/11/11, Elthaf Hidjaz <[email protected]> wrote: > Assalaamualaikum wr.wb., > Pak Syaaf, > Alhamdulillah bapak sudah ditolong oleh Allah SWT, saya nggak bisa bayangkan > betapa kecewa dan geramnya bapak kalau sempat tertipu, bukan masalah jumlah > uangnya, tapi bapak yang begitu baik banyak membantu orang ditipu oleh > manusia jahat. > Syukurlah pak, ini satu hikmah yang besar buat bapak, mudah-mudahan ada > hikmah yang lebih besar yang bapak terima dengan kejagdian ini. > > > Wassal;am, > Elthaf > > > > 2011/2/11 Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]> > >> Assalamualaikum ww para sanak sapalanta, >> >> Mestinya saya tahu pembicaraan via tilpon itu suatu penipuan, namun karena >> diiming-imingi akan dapat ‘dividen’ sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun >> Sekneg yang ditempatkan di Taspen’, menyebabkan saya – sebagai pensiunan – >> cukup tergiur dan hampir masuk perangkap. Ceritanya begini. >> >> Kemarin hari Kemis tanggal 10 Februari siang sekitar jam 11.45 WIB saya >> ditilpon ke rumah oleh seseorang yang mengaku sebagai ‘kepala biro >> keuangan >> Sekneg’, memberitahukan bahwa sebagai mantan pejabat di Sekneg saya akan >> mendapat ‘dividen’ sebesar Rp 50 juta dari ‘dana pensiun Sekneg yang >> diinvest di Taspen’. Cara bicaranya lumayan meyakinkan. >> >> Mulanya saya agak heran dengan pemberitahuan tersebut, oleh karena saya >> adalah pensiunan TNI-Angkatan Darat, bukan pensiunan pegawai negeri sipil, >> walau saya pernah berdinas di Sekneg selama sepuluh tahun. Pensiun saya >> dibayar melalui Asabri. Lagi pula saya teringat pada kasus dana pensiun >> Jamsostek yang diinvest oleh dirutnya pada sebuah usaha swasta, yang >> kemudian menipu dirut Jamsostek tersebut, seorang mayor jenderal TNI >> purnawirawan. >> >> Namun, maklum pensunan yang hidup pas-pasan, iming-iming jumlah uang >> sebesar tersebut tentu saja membuat saya tergiur. Dengan alasan menchek, >> saya diminta memberikan nomor rekening bank saya, oleh karena si penipu >> yang >> menyaru sebagai ‘kepala biro keuangan Sekneg’ ini menyatakan akan >> menchecknya >> terlebih dahulu kepada Bank Mandiri, untuk dapat mentransfer ‘dividen’ >> tersebut ke rekening saya. Ia juga tak lupa menanyakan berapa saldo >> rekening >> saya, yang entah mengapa saya sampaikan begitu saja. >> >> Secara wanti-wanti ia mengatakan bahwa ‘dividen’ tersebut akan ditranfer >> hari ini juga, oleh karena sudah terhubung secara ‘on line’ dengan PPATK. >> Hebat ndak tuh ? Selanjutnya saya diminta untuk menghubungi seorang >> ‘pejabat Taspen’ dengan memberikan nomor HP-nya. Kedua penipu ini memakai >> nomor HP 081210332444 dan 081389447766. >> >> Yang saya agak heran adalah saya diminta untuk pergi ke ATM terdekat untuk >> kemudian akan dipandu untuk menerima ‘dividen’ tersebut, dengan memberikan >> “nomor registrasi pencairan dana dividen pensiunan Sekneg’ nomor >> 0199.887.29. Saya diminta untuk merahasiakan nomor ini, oleh karena >> merupakan ‘rahasia bank’. Lazimnya kalau ada hak saya, langsung >> ditransfer ke rekening saya. Saya menyatakan akan mandi dan sholat dahulu. >> Dengan diantar putri saya, saya pergi ke ATM terdekat yang sering saya >> gunakan, di kantor Bank Mandiri. >> >> Sesuai dengan petunjuk, saya kemudian menghubungi ‘pejabat Taspen’ >> tersebut, >> menyampaikan bahwa saya sudah di ATM. Eh, ia menanya apakah ATM tersebut >> di >> dalam bank atau di luar bank, yang tentu saja saya sebut di dalam bank. >> Herannya lagi, ia mengatakan bahwa agar dapat dipandu untuk menerima >> ‘dividen’ tersebut, saya agar segera pergi ke ATM yang di luar kantor >> Bank Mandiri, dengan alasan ia tak dapat mendengar suara saya, padahal >> saya >> dapat mendengar suaranya dengan jelas. Sewaktu saya tanyakan kepada >> satpam Bank Mandiri, ia menyatakan bahwa tidak ada ATM Bank Mandiri yang >> berdekatan. >> >> Syukurnya, seorang satpam lain mengatakan agar saya jangan pergi, oleh >> karena itu adalah penipuan, yang sudah sering dialami oleh nasabah bank >> tersebut. Percakapan saya dengan dua satpam tersebut didengar oleh kepala >> cabang yang kebetulan ada di dekat saya. Saya diajak oleh kepala cabang >> itu >> untuk datang ke meja terdekat yang kebetulan pula sedang kosong. Kepada >> saya >> dijelaskan ‘modus operandi’ yang sering digunakan oleh para penipu. >> >> Sewaktu saya sedang berbicara dengan kepala cabang tersebut, si penipu >> tersebut menghubungi saya lagi liwat HP. Setelah saya jawab bahwa tidak >> ada >> ATM di luar kantor bank, saya memberikan HP saya kepada kepala kantor >> cabang >> agar ia berbicara langsung. Kepala kantor cabang bank dengan santun >> menyarankan agar ‘dividen’ tersebut langsung ditransfer saja, dipotong >> seluruh biaya. Tentu saja si penipu itu tidak mau. >> >> Oleh karena saya masih punya sahabat di Sekneg, beliau-beliau saya tilpun >> secara langsung, dan mendapat jawaban bahwa tidak ada ‘dividen’ tersebut. >> Jadi sudah ‘confirmed’ penipuan. >> >> Apa hikmah dari pengalaman hampir tertipu ini ? Begini: 1) si penipu telah >> mempelajari riwayat hidup saya, dengan cukup detail; 2) ia menawarkan >> sesuatu yang cukup menggiurkan bagi saya sebagai pensiunan; 3) ia >> memberikan data yang dinyatakannya ‘rahasia’ dan agar tidak diberitahukan >> kepada orang lain; 4) ia meminta agar saya pergi ke ATM di luar kantor >> bank , untuk kemudian ‘dipandu’ untuk menerima ‘dana’ melalui ‘nomor >> register’ yang dinyatakannya ‘rahasia bank’. >> >> Yang tidak diduganya adalah bahwa 1) saya pergi ke ATM di dalam kantor >> bank, 2) bahwa saya masih mempunyai komunikasi langsung dengan pejabat >> Sekneg, yang dengan cepat me nyatakan bahwa tidak ada ‘dividen’ seperti >> itu; >> 3) ia telah memberikan ‘nomor register’nya di Bank Mandiri – yaitu >> 0199.887.29 – yang bisa dilacak dengan mudah oleh bank dan reserse >> kriminal. >> [Kalau nomor HP, pastisudah tak akan digunakan lagi, oleh karena sudah >> ketahuan.] >> >> Ringkasnya, jika selama ini kita mengenal ‘Nigerian scam’, kini ternyata >> kita sudah punya ‘Indonesian scam’, seratus prosen kreativitas dalam >> negeri. >> >> Kepada Kabareskrim Polri, saya harapkan dapat melacak ‘nomor register’ >> 0199.887.29 di Bank Mandiri. Dari sana bisa ditelusuri nama lengkap dua >> orang sontoloyo ini. >> >> Kepada masyarakat, saya harapkan bersedia mencari – atau mengingat -- >> siapa >> yang mempunyai nomor HP 081210332444 dan 081389447766. >> >> Kepada kedua satpam dan kepala kantor cabang Bank Mandiri saya ucapkan >> terima kasih banyak. >> >> >> >> >> Wassalam, >> Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo >> (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) >> Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. >> >> >> ------------------------------ >> 8:00? 8:25? 8:40? Find a >> flick<http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/?fr=oni_on_mail&#news>in no >> time >> with theYahoo! Search movie showtime >> shortcut.<http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/?fr=oni_on_mail&#news> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >> http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- =========== Salam Hormat ========== Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau Jenis Kelamin : Laki-Laki : 34 tahun http://ephi.lintau.info <- Program Kilat Belajar Bahasa Inggris www.ephi.web.id http://blog.ephi.web.id www.web1juta.com www.sukses-bersama.com www.pengusaha-online.com www.e-investasi.com e-Mail : [email protected] Handphone : 08126777956 ================================ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
