Mak DB, kekhawatiran ini sangatlah beralasan bahkan jauh dari itu beberapa 
dekade generasi kita kebelakang akan kehilangan sumber energi karena saat ini 
dikelola tanpa perencanaan yang berpihak kepada kepentingan negara dalam jangka 
panjang,

Kebijakan pengelolaan sumber energi dan sumber daya alam lainnya oleh 
pemerintah dari zaman Orde baru sampai saat ini sangat tidak berpihak kepada 
kepentingan dan kelangsungan serta persiapan dalam jangka panjang.

Pemerintah lebih cenderung sebagai penerima fee dari pada pengelolaan sendiri 
yang akan lebih memberi manfaat dan keuntungan yang besar terhadap negara dan 
rakyat Indonesia.

Diakui atau tidak bahwa pemerintah kita telah dikendalikan oleh negara-negara 
pengusa ekonomo barat yang sifatnya kapitalisme, dan telah mendarah faging 
secara sistimatis pola cukup menerima fee ini disetiap generasi pemerintahan 
kita.

Kita adalah negara yang sangat kaya dari sumber daya alam yang berpotensi 
sangat tinggi untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa, namun bagai mana mungkin 
kita bisa berkekurangan, peluang kerja dan usaha sebenarnya sangat banyak namun 
pengangguran melimpah tenaga kerja malah mencari kerja ke luar negri.

Semua hasil SDA kita sebut saja mulai dari minyak mentah, CPO, Pulp, Batubara, 
Mangan, dll semua di ekspor setengah jadi, sedikit sekali indistri hilir 
dibangun di Indonesia padahal keuntungan dan tenaga kerja akan lebih banyak 
didapat dan diserap pada industri hilir ini.

Kalau hal ini tidak dilakukan sebuah perubahan kebijakan terhadap pengelolaan 
sumber daya alam kita maka Indonesia akan tetap terpaut hutang luar negeri yang 
tak akan pernah putus dan suatu saat anak cucu kita akan.kehabisan sumberdaya 
alam yang luar biada dan pada saat itu kemiskinan dan kesisahan hidup akan jauh 
lebih parah lagi.

PEMERINTAH SAAT INI HANYALAH KOLEKTOR FEE YANG MENGHARAPKAN KOMISIĀ  seolah-olah 
kemiskinan dan pengangguran ini sengaja dipelihara.

Tks
Afrijon Ponggok
44,L, sdg di Bdr Sukarno Hatta


Sent from Yahoo! Mail on Android



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke