Yo santiang bana......, lalok diateh minyak, tapi minyak langka, sia nan
bisa manjalehan ironi iko

salam

andiko



BBM Langka di Riau, Antre Hingga Dini Hari
"Nggak ada jaminan besok masih ada minyak, mending antre sekarang.
 Senin, 7 Maret 2011, 06:40 WIB
Elin Yunita Kristanti

Pertamina fuel filling station (VIVAnews/Tri Saputro)
 BERITA TERKAIT

   - Di Pontianak, Beli BBM Harus Antre Satu
Jam<http://nasional.vivanews.com/news/read/204612-di-pontianak--beli-bbm-harus-antre-satu-jam>
   - Impor Premium Turun Jadi 5 Juta
Barel<http://nasional.vivanews.com/news/read/200653-impor-premium-turun-jadi-5-juta-barel>
   - Kepulauan Masalembu Alami Krisis Akibat
Cuaca<http://ureport.vivanews.com/news/read/199922-kepulauan-masalembu-alami-krisis-akibat-cuaca>
   - Larangan Premium Sama Saja Menaikkan
Harga<http://nasional.vivanews.com/news/read/193210--pembatasan-bbm-sama-saja-menaikkan-harga->
   - Pertamina Jamin Premium di Jatim Normal
Senin<http://nasional.vivanews.com/news/read/189728-premium-langka--pertamina-jamin-senin-normal>

 *VIVAnews* -- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Pekanbaru
Riau, wilayah yang kaya minyak di Indonesia. Kondisi ini membuat warga
panik, berlomba mengisi tanki bahan bakar kendaraan mereka hingga penuh.

Antrean pun mengular. Pantauan *VIVAnews* pada pukul 02.35 WIB pagi Senin 7
Maret 2011, warga Pekanbaru masih antre BBM. Seperti di SPBU Jalan Ababil
Pekanbaru, puluhan kendaraan roda empat masih antre.

Selain kendaraan roda empat, juga terlihat pengendara roda dua. "Nggak ada
jaminan besok masih ada minyak,  mending antre sekarang," kata Syaiful,
pengendara sepeda motor di sela-sela antre di SPBU Ababil Pekanbaru, Senin 7
Maret 2011.

Hal senada juga dikatakan Zamzalisman. Pemilik mobil Toyota Corona itu
mengaku kesulitan memperoleh BBM premium. "Kemarin siang sempat antre di
SPBU Arifin Ahmad, tapi nggak kebagian," ujarnya. Ia memilih datang
malam-malam ke SPBU agar tak mengantre lama. "Ini pertama kali saya antre
mengisi BBM pagi-pagi gini," katanya.

Di dekat SPBU tampak juga anggota polisi dari Polsek Sukajadi berjaga-jaga.
Sementara, jumlah BBM yang makin langka juga membuat harganya melejit.
Pedagang eceran  menjual bensin Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Warga
yang terdesak, tak punya pilihan. "Bagaimana lagi, daripada mendorong motor
sepanjang hari, terpaksa juga beli Rp20 ribu perliter," kata Baharudin
kepada VIVAnews Minggu malam.

Apa yang terjadi di Riau? Sebelumnya, Sales Manager Pertamina Area Riau,
Windrian Kurniawan kepada mengakui saat ini terjadi *panic buying*.
"Kekosongan BBM di sejumlah SPBU disebabkan beberapa hari lalu terjadi
keterlambatan pasokan stok BBM ke Depot Siak. Hal ini dikarenakan faktor
teknis dan kapal yang sulit masuk," terangnya.

Ia membantah, keterlambatan pendistribusian BBM ini skenario dari Pertamina
agar masyarakat membeli Pertamax dan Pertamax Plus. Pasalnya, dari pantauan
VIVAnews, hampir di seluruh SPBU yang menyediakan Pertamax Plus ready stok.
Berbeda dengan premium dan solar yang memang langka. "Tak ada skenario
seperti itu. Ini murni keterlambatan distribusi," kata dia.

Windrian memohon maaf kepada masyarakat Riau atas kejadian ini. "Saya minta
maaf dan meminta agar masyarakat tak panik," ujarnya. (sj)

*Laporan: Ali Azumar| Riau
*
• VIVAnew

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke