Angku Andiko Itu sasui jo pepatah " Itiak baranang di lauiktan, mati kahausan. Ayam mengeram di lumbung pati, mati kelaparan". Etong pemerintah indak bapihak ka rakyat. Etong pemerintah indak tasudu di itiak, indak tacotok dek ayam.
Salam, Afrinaldi Sumpur Rang Makkah Darek --- Pada Sel, 8/3/11, andi ko <[email protected]> menulis: Dari: andi ko <[email protected]> Judul: [R@ntau-Net] Riau Dalam Berita : BBM Langka di Riau, Antre Hingga Dini Hari Kepada: "RantauNet" <[email protected]> Tanggal: Selasa, 8 Maret, 2011, 10:30 PM Yo santiang bana......, lalok diateh minyak, tapi minyak langka, sia nan bisa manjalehan ironi iko salam andiko BBM Langka di Riau, Antre Hingga Dini Hari "Nggak ada jaminan besok masih ada minyak, mending antre sekarang. Senin, 7 Maret 2011, 06:40 WIB Elin Yunita Kristanti Pertamina fuel filling station (VIVAnews/Tri Saputro) BERITA TERKAIT Di Pontianak, Beli BBM Harus Antre Satu JamImpor Premium Turun Jadi 5 Juta Barel Kepulauan Masalembu Alami Krisis Akibat CuacaLarangan Premium Sama Saja Menaikkan Harga Pertamina Jamin Premium di Jatim Normal Senin VIVAnews -- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Pekanbaru Riau, wilayah yang kaya minyak di Indonesia. Kondisi ini membuat warga panik, berlomba mengisi tanki bahan bakar kendaraan mereka hingga penuh. Antrean pun mengular. Pantauan VIVAnews pada pukul 02.35 WIB pagi Senin 7 Maret 2011, warga Pekanbaru masih antre BBM. Seperti di SPBU Jalan Ababil Pekanbaru, puluhan kendaraan roda empat masih antre. Selain kendaraan roda empat, juga terlihat pengendara roda dua. "Nggak ada jaminan besok masih ada minyak, mending antre sekarang," kata Syaiful, pengendara sepeda motor di sela-sela antre di SPBU Ababil Pekanbaru, Senin 7 Maret 2011. Hal senada juga dikatakan Zamzalisman. Pemilik mobil Toyota Corona itu mengaku kesulitan memperoleh BBM premium. "Kemarin siang sempat antre di SPBU Arifin Ahmad, tapi nggak kebagian," ujarnya. Ia memilih datang malam-malam ke SPBU agar tak mengantre lama. "Ini pertama kali saya antre mengisi BBM pagi-pagi gini," katanya. Di dekat SPBU tampak juga anggota polisi dari Polsek Sukajadi berjaga-jaga. Sementara, jumlah BBM yang makin langka juga membuat harganya melejit. Pedagang eceran menjual bensin Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Warga yang terdesak, tak punya pilihan. "Bagaimana lagi, daripada mendorong motor sepanjang hari, terpaksa juga beli Rp20 ribu perliter," kata Baharudin kepada VIVAnews Minggu malam. Apa yang terjadi di Riau? Sebelumnya, Sales Manager Pertamina Area Riau, Windrian Kurniawan kepada mengakui saat ini terjadi panic buying. "Kekosongan BBM di sejumlah SPBU disebabkan beberapa hari lalu terjadi keterlambatan pasokan stok BBM ke Depot Siak. Hal ini dikarenakan faktor teknis dan kapal yang sulit masuk," terangnya. Ia membantah, keterlambatan pendistribusian BBM ini skenario dari Pertamina agar masyarakat membeli Pertamax dan Pertamax Plus. Pasalnya, dari pantauan VIVAnews, hampir di seluruh SPBU yang menyediakan Pertamax Plus ready stok. Berbeda dengan premium dan solar yang memang langka. "Tak ada skenario seperti itu. Ini murni keterlambatan distribusi," kata dia. Windrian memohon maaf kepada masyarakat Riau atas kejadian ini. "Saya minta maaf dan meminta agar masyarakat tak panik," ujarnya. (sj) Laporan: Ali Azumar| Riau • VIVAnew -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
