Mungkin karena situasi nan mamak tulih di bawah kemudian lahir lagu romantis 
nan dulu berbulan-bulan bergema di jalan-jalan di awal reformasi

Darah Juang

Disini Negeri kami, tempat padi terhampar
Samuderanya.. kaya raya
Negeri kami subur Tuhan….

Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar

Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat

Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti

Salam

andiko
----- Original Message -----
From: "Kurnia Chalik" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 9, 2011 9:08:40 AM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta
Subject: RE: [R@ntau-Net] Riau Dalam Berita : BBM Langka di Riau, Antre Hingga 
Dini Hari




Sebetulnya ini bukanlah fenomena yang pertama,daerah penghasil minyak,tetapi 
mengalami kelangkaan minyak.Banyak fenomena lainnya hampir mirip dengan itu di 
Negara ini. 

Negara penghasil batubara,tetapi mengalami kelangkaan pasokan Batubara. 

Negara subur Makmur,tetapi 36juta orang masyarakatnya masih kelaparan. 

Negara dengan misi mencerdaskan kehidupan bangsa,tetapi untuk kuliah saja butuh 
uang puluhan sampai ratusan juta. 

Dsb…dsb…dsb.. 



Besar kemungkinan ini semua disebabkan oleh karena Negara ini sudah tidak punya 
“Rencana jangka Panjang lagi” lagi…tidak punya “cita2 Luhur lagi” 
lagi…,sehingga sudah tidak jelas Negara ini sebetulnya mau kemana.Tidak punya 
arah dan tujuan Jangka Panjang. 



Hanya terbawa arus Globalisasi,perdagangan bebas,romantika politik dan 
demokrasi untuk sekedar memenangkan Pemilu,Pilkada untuk 5 tahun atau 10 tahun 
mendatang saja,sehingga besar kemungkinan banyak pemegang kebijakan di Negara 
kita sekarang ini adalah “the wrong man, in the wrong place”. Hanya sekedar 
untuk mengakomodir kebutuhan politik sekarang saja. 



Wasalam, 

Kurnia 






From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of andi ko 
Sent: Wednesday, March 09, 2011 5:30 AM 
To: RantauNet 
Subject: [R@ntau-Net] Riau Dalam Berita : BBM Langka di Riau, Antre Hingga Dini 
Hari 




Yo santiang bana......, lalok diateh minyak, tapi minyak langka, sia nan bisa 
manjalehan ironi iko 

salam 

andiko 



BBM Langka di Riau, Antre Hingga Dini Hari 


"Nggak ada jaminan besok masih ada minyak, mending antre sekarang. 



Senin, 7 Maret 2011, 06:40 WIB 

Elin Yunita Kristanti 





Pertamina fuel filling station (VIVAnews/Tri Saputro) 



BERITA TERKAIT 

    • Di Pontianak, Beli BBM Harus Antre Satu Jam 
    • Impor Premium Turun Jadi 5 Juta Barel 
    • Kepulauan Masalembu Alami Krisis Akibat Cuaca 
    • Larangan Premium Sama Saja Menaikkan Harga 
    • Pertamina Jamin Premium di Jatim Normal Senin 


VIVAnews -- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Pekanbaru Riau, 
wilayah yang kaya minyak di Indonesia. Kondisi ini membuat warga panik, 
berlomba mengisi tanki bahan bakar kendaraan mereka hingga penuh. 

Antrean pun mengular. Pantauan VIVAnews pada pukul 02.35 WIB pagi Senin 7 Maret 
2011, warga Pekanbaru masih antre BBM. Seperti di SPBU Jalan Ababil Pekanbaru, 
puluhan kendaraan roda empat masih antre. 

Selain kendaraan roda empat, juga terlihat pengendara roda dua. "Nggak ada 
jaminan besok masih ada minyak, mending antre sekarang," kata Syaiful, 
pengendara sepeda motor di sela-sela antre di SPBU Ababil Pekanbaru, Senin 7 
Maret 2011. 

Hal senada juga dikatakan Zamzalisman. Pemilik mobil Toyota Corona itu mengaku 
kesulitan memperoleh BBM premium. "Kemarin siang sempat antre di SPBU Arifin 
Ahmad, tapi nggak kebagian," ujarnya. Ia memilih datang malam-malam ke SPBU 
agar tak mengantre lama. "Ini pertama kali saya antre mengisi BBM pagi-pagi 
gini," katanya. 

Di dekat SPBU tampak juga anggota polisi dari Polsek Sukajadi berjaga-jaga. 
Sementara, jumlah BBM yang makin langka juga membuat harganya melejit. Pedagang 
eceran menjual bensin Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Warga yang 
terdesak, tak punya pilihan. "Bagaimana lagi, daripada mendorong motor 
sepanjang hari, terpaksa juga beli Rp20 ribu perliter," kata Baharudin kepada 
VIVAnews Minggu malam. 

Apa yang terjadi di Riau? Sebelumnya, Sales Manager Pertamina Area Riau, 
Windrian Kurniawan kepada mengakui saat ini terjadi panic buying . "Kekosongan 
BBM di sejumlah SPBU disebabkan beberapa hari lalu terjadi keterlambatan 
pasokan stok BBM ke Depot Siak. Hal ini dikarenakan faktor teknis dan kapal 
yang sulit masuk," terangnya. 

Ia membantah, keterlambatan pendistribusian BBM ini skenario dari Pertamina 
agar masyarakat membeli Pertamax dan Pertamax Plus. Pasalnya, dari pantauan 
VIVAnews, hampir di seluruh SPBU yang menyediakan Pertamax Plus ready stok. 
Berbeda dengan premium dan solar yang memang langka. "Tak ada skenario seperti 
itu. Ini murni keterlambatan distribusi," kata dia. 

Windrian memohon maaf kepada masyarakat Riau atas kejadian ini. "Saya minta 
maaf dan meminta agar masyarakat tak panik," ujarnya. (sj) 

Laporan: Ali Azumar| Riau 

• VIVAnew 

-- 
. 
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. 
=========================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: 
- DILARANG: 
1. E-mail besar dari 200KB; 
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner. 
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet 
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting 
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply 
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya. 
=========================================================== 
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/ 

-- 
. 
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. 
=========================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: 
- DILARANG: 
1. E-mail besar dari 200KB; 
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner. 
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet 
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting 
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply 
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya. 
=========================================================== 
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/ 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke