..................*.bagaimana mendekonstruksi dendam sejarah yang begitu mengakar di negeri ini, yang begitu mempengaruhi cara orang perpikir dan bertindak, termasuk dalam mengelola negara dan pendidikan. * * * Angku Suryadi nan ambo hormati.
Manuruik ambo di akar rumput indak ado istilah dendam sejarah, sarupo syair di bawah iko. Di nagari ambo antaro bakeh OPR dan pendukung PRRI saat tak ada tampak bekas permusuhan. Tapi kutiko simbol simbol masalalu yang notabene pernah dianggap "berutang" kepada bakeh musuhnyo masih tetap dipagalehkan untuk merebut kekuasaan, mako disanalah mungkin muncul dendam sejarah ! *XVII. Tiada permusuhan sesudah perang ** Seorang bintara bernama Sudjono Dia tentara Divisi Diponegoro Tugas ke Batusangkar diperintah Soekarno Pergi berperang penuh resiko Instruksi Soekarno membasmi PRRI Orang Tanjung ikut diperangi Sudjono termasuk bagian infantri Dulu ke Tanjung pergi operasi Di Batusangkar Sudjono bertugas Bersenjata bedil panjang laras Keluarga ditinggal selalu cemas Mereka berdoa kepada yang di Atas Kepada Allah anak berdoa Agar selamat pulang ke Sokaraja Berkumpul kembali bersama keluarga Mendidik perempuan anak pertama Walau Sudjono tentara Pusat Dia berpihak kepada rakyat Sembahyang di mesjid setiap Jum-at Di situ terjadi tangan berjabat Saat perang sedang terjadi Sudjono berpangkat bintara APRI Dianggap musuh anak nagari Jangan ditemui, perlu dihindari Karena diatur Tuhan Robbana Musuh akhirnya jadi keluarga Orang Tanjung nikah di Jawa Putri Sudjono menjadi isterinya Anak pertama perempuan sulung Setelah kawin pergi ke Tanjung Ikut suami melihat kampung Kini silaturahmi datang berkunjung Datang berkunjung ke sanak saudara Mungkin maaf yang diminta Saat ayah jadi tentara Melaksanakan tugas perintah perwira Ketika perang telah berlalu Anak Sudjono diambil menantu Tiada permusuhan antar suku Walau APRI telah keliru Kelak terbukti tahun enam lima Jenderal dibunuh saat kudeta Mungkin Soekarno ikut merencana Begitu tertulis dalam berita Bukan pendapat dari pengarang Tapi bukti yang sangat terang APRI diperintah untuk berperang Ketika Soekarno mabuk kepayang Karena ini masalah politik Supaya tak muncul debat polemik Ada petuah orang cerdik Forgive, but dont forget it* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
