Pak Abraham, Kalau begitu ada Sudjono yang lain rupanya. Saya juga mendengar keberanian Kolonel Widodo dalam menangani G30S/PKI di Yogya [Nama Koremnya bukan 'Wirabraja', tapi Korem 072]. Mungkin - selain secara pribadi beliau adalag pemberani - juga oleh karena beliau adalah orang Yogya yang tahu persis budaya dan mentalitas orang Yogya. Pak Widodo inilah yang mengangkat saya berturut-turut menjadi Kapendam III/17 Agustus, Kapenwilhan II/ Jawa-Madura-Nusa Tenggara; dan Wakadispenad. Saya sudah menganggap beliau sebagai bapak saya.
Wassalam, Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. --- On Mon, 4/4/11, Abraham Ilyas <[email protected]> wrote: From: Abraham Ilyas <[email protected]> Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Pembantu Letnan Soedjono, Komandan Kompi Raider di Bukit Gombak, Batu Sangkar. To: [email protected] Date: Monday, April 4, 2011, 8:20 AM Pak Saaf sarato dunsanak di palanta nan ambo hormati. Nan kisah di dalam syair tsb. sabana tajadi Pak, tapi bukan 'bintara Sudjono' yang bapak kenal sebagai komandan kompi raiders di Bukik Gombak tsb. Beliau sudah almarhum, semoga diterima amal ibadahnya. Satantangan namo namo yang berusaha memahami dan mengormati Minangkabau (Kolonel Inf. Poniman, Kolonel Widodo, Letkol Imam Suparto dan Mayor Inf. Wardjono), seorang diantaranyo pernah ambo lihek langsung keberanian dan konsistensinyo, yaitu kolonel Widodo. Mungkin tanggal 2 Oktober 1965, saat komandan Korem Wirabraja (alm. Kol. Katamso dan letkol Sugiono/dibunuh anak buahnya) masih terkubur di pekarangan asrama batalyon 441/Kentungan, ......Kolonel Widodo dengan beraninya berkeliling kota Jogyakarta mengenderai sebuah Jip hanya bersama seorang supir/tanpa pengawalan (sambil memegang pengeras suara) meminta agar rakyat Jogya tidak mendukung G30S/PKI. Hari itu belum ada yang berani turun ke jalan melawan PKI, semuanya takut ! ..... ambo tak bisa membayangkan bagaimana kalau beliau dicegat oleh prajurit Korem yang bersimpati kepada PKI. Barulah setelah pak Harto berpidato melalui RRI Jakarta, menjelaskan tentang kudeta oleh PKI, .....maka rakyat yang anti komunis/khususnyo mahasiswa Islam mulai berani melawan PKI/menghancurkan simbol simbol/kantor PKI. Beliau beliau ini telah berjasa menyelamatkan bangsa ini untuk tidak sarupo "the killing fields Kamboja". Salam AI -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
