Didaerah yang hutan dan tempat hidup gajah telah habis

Ternyata dana operasional BKSDAnya juga tidak mencukupi

Tapi apakah memang itu penyebabnya, atau otopsi sengaja tidak dilakukan karena 
akan menyeret pihak lain ???
------------------------

Kurang Dana, Otopsi Gajah Batal

April 3rd, 2011 by admin





SEMPROT AIR: Induk gajah yang pingsan di Kecamatan Pinggir mulai siuman setelah 
disemprotkan air oleh warga, Rabu (23/3/2011) siang. (istimewa)

DURI (RP) – Rencana otopsi gajah mati yang ditemukan pekerja di blok E-16 
perkebunan sawit PT Dharmali Jaya Lestari Desa Petani Kecamatan Mandau Jumat 
(1/4) lalu batal dilaksanakan Sabtu (2/4) kemarin. Hingga jam 15.00 WIB, tim 
BBKSDA dari Pekanbaru belum juga sampai ke TKP untuk tujuan otopsi tersebut. 
Rupanya, rencana otopsi itu terpaksa ditunda karena minimnya pendanaan.

Humas BBKSDA Riau, M Zanir SH yang dikontak Riau Pos petang kemarin mengakui 
kalau tim BBKSDA batal berangkat ke Duri kemarin. Pasalnya Bidang Teknis BBKSDA 
lagi mengusahakan personil plus dana pendukung kegiatan. “Saya baru saja 
komunikasi dengan Bidang Teknis. Ada kendala di segi personil dan pendanaan 
sehingga belum bisa berangkat hari ini (kemarin, red). Mungkin besok. Kita 
sedang mencari personil serta dana pendukung,” ujar Zanir.

Batalnya rencana otopsi kemarin diyakini bakal menambah busuk bangkai gajah 
yang ditemukan mati di areal kebun sawit PT DJL itu. Saat ditemukan Jumat pagi 
lalu, gajah betina berusia sekitar 17 tahun itu diperkirakan sudah mati tiga 
hari sebelumnya. Bangkainya sudah dihinggapi lalat dan menebar bau busuk. 
Diyakini Ahad hari ini, jasad satwa yang berada di tepi jurang kepunahan itu 
bakal makin menggembung.

Nasib gajah yang satu ini pun relatif lebih malang bila dibandingkan dengan 
saudarinya yang mati di dekat komplek kuburan Balairaja PT CPI, Sabtu (26/3) 
lepas. Induk gajah “Chevron” yang meninggalkan seekor anak masih kecil yang 
kini diadopsi “ibu tirinya” di PLG Minas itu langsung diotopsi dan dikuburkan 
Ahad (27/3) atau hanya berselang sehari saja setelah dia tewas. “Yang di CPI 
itu bisa cepat karena PT CPI sangat membantu sekali di segi peralatan, sarana 
dan tempat menginap tim. CPI pun masih sangat concern dengan masalah lingkungan 
seperti ini,” kata Zanir.

Berharap Sharing Dana Pemkab

Zanir juga tak sungkan membeber kendala klasik yang hingga kini masih saja 
membelit BBKSDA Riau, yakni amat terbatasnya dana pendukung kegiatan.

“Dana pendukung kita amat terbatas. Anggaran dari APBN tiap tahun pun masih 
minim. Paling hanya untuk empat sampai lima kali kejadian per tahun. Sementara 
frekuensi konflik yang kita tangani tiap tahun bertubi-tubi,” imbuhnya.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Abraham Ilyas <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 3 Apr 2011 15:18:40 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sosok Sejarah yang Nyaris Ditenggelamkan

..................*.bagaimana mendekonstruksi dendam sejarah yang begitu
mengakar di negeri ini, yang begitu mempengaruhi cara orang perpikir dan
bertindak, termasuk dalam mengelola negara dan pendidikan. *
* *
Angku Suryadi nan ambo hormati.

Manuruik ambo di akar rumput indak ado istilah dendam sejarah, sarupo syair
di bawah iko.
Di nagari ambo antaro bakeh OPR dan pendukung PRRI saat tak ada tampak bekas
permusuhan.

Tapi kutiko simbol simbol masalalu yang notabene pernah dianggap "berutang"
kepada bakeh musuhnyo masih tetap dipagalehkan untuk merebut kekuasaan, mako
disanalah mungkin muncul dendam sejarah !

*XVII. Tiada permusuhan sesudah perang
**
Seorang bintara bernama Sudjono
Dia tentara Divisi Diponegoro
Tugas ke Batusangkar diperintah Soekarno
Pergi berperang penuh resiko

Instruksi Soekarno membasmi PRRI
Orang Tanjung ikut diperangi
Sudjono termasuk bagian infantri
Dulu ke Tanjung pergi operasi

Di Batusangkar Sudjono bertugas
Bersenjata bedil panjang laras
Keluarga ditinggal selalu cemas
Mereka berdoa kepada yang di Atas

Kepada Allah anak berdoa
Agar selamat pulang ke Sokaraja
Berkumpul kembali bersama keluarga
Mendidik perempuan anak pertama

Walau Sudjono tentara Pusat
Dia berpihak kepada rakyat
Sembahyang di mesjid setiap Jum-at
Di situ terjadi tangan berjabat

Saat perang sedang terjadi
Sudjono berpangkat bintara APRI
Dianggap musuh anak nagari
Jangan ditemui, perlu dihindari

Karena diatur Tuhan Robbana
Musuh akhirnya jadi keluarga
Orang Tanjung nikah di Jawa
Putri Sudjono menjadi isterinya

Anak pertama perempuan sulung
Setelah kawin pergi ke Tanjung
Ikut suami melihat kampung
Kini silaturahmi datang berkunjung

Datang berkunjung ke sanak saudara
Mungkin maaf yang diminta
Saat ayah jadi tentara
Melaksanakan tugas perintah perwira

Ketika perang telah berlalu
Anak Sudjono diambil menantu
Tiada permusuhan antar suku
Walau APRI telah keliru

Kelak terbukti tahun enam lima
Jenderal dibunuh saat kudeta
Mungkin Soekarno ikut merencana
Begitu tertulis dalam berita

Bukan pendapat dari pengarang
Tapi bukti yang sangat terang
APRI diperintah untuk berperang
Ketika Soekarno mabuk kepayang

Karena ini masalah politik
Supaya tak muncul debat polemik
Ada petuah orang cerdik
Forgive, but dont forget it*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke