Sanak Andrinof, Andiko dan Dunsanak Sadonyo. Pemikiran ambo sederhana, dari sisi manfaat, pemindahan itu tentu sudah dihitung oleh para ahli.
Cuma di ambo, ado masalah ketek. Dari ma pitih untuak mamindahkan ibu kota? Apakah awak punyo cukuik resources untuak membiayai pemindahan itu. Kalau ndak ado, atau kurang, apakah ado Lender yang kiro2 namuah manyalangan pitihnyo untuak itu? Maaf, iko cuma pikiran sederhana sambia bermacet-macet di pintu tol Riri Bekasi/ L/ 49 Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: andi ko <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 4 Apr 2011 07:17:30 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Ledakan Penduduk Uda andrinof jo sanak palanta Dugaan ambo kalau model pembangunan tetap mode kini, perpindahan ibu kota hanyo memindahkan panyakik keluar jawa, mirip jo kebijakan transmigrasi. Salam Andiko On 4/4/11, [email protected] <[email protected]> wrote: > Pak Saaf dan sanak sapalanta yg saya hormati, > > Kalau masalah kependudukan ini yg dilihat cuma masalah laju pertumbuhannya, > sebetulnya tidak terlalu serius. Peningkatan laju pertumbuhan relatif kecil, > dari 1,39 ke 1,49. Yg lebih masalah adalah konsentrasinya dan efek > konsentrasi penduduk itu thdp ketahanan pangan. P Jawa luasnya hanya 6,7 % > dr total luas daratan Indonesia, tp dihuni oleh 58,2 % penduduk. Sementara > tingkat kesuburab lahan pertanian du Jawa 3X dr rata2 kesuburan lahan di > luar Jawa. Lahan pertanian di Jawa ini tiap tahun susut puluhan ribu hektar > (ada yg release scr nasional penyusutan 100 ribu Ha/thn, prosentase > penyusutan di Jawa lbh dr separuh jumlah tsb). > > Kalau dilihat konsentrasi di Jawa sendiri makin terlihat lg kompleksitas > masalahnya. Pertumbuhan penduduk DKI Jkt memang hampir sama dg masional. Tp > pertumbuhan penduduk Bodetabek 3,5%/thn. Inilah sumber berbagai masalah di > Jakarta & Bodetabek saat ini (macet, banjir, ketidakamanan, polusi, penyakit > ISPA, kelangkaan air bersih, dsb). > > Inilah yg jadi salah satu alasan bg saya dan Tim Visi Indonesia 2033 utk > memindahkan ibukota pemerintahan ke Kalimantan. > Trima kasih. > Wass., > > Andrinof A Chaniago (48) > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sun, 3 Apr 2011 15:24:11 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [R@ntau-Net] Ledakan Penduduk > > Assalamualaikum ww Sanak Darwin Bahar dan para sanak sapalanta, > > Terima kasih atas peringatan ini. Masalah kita selanjutnya adalah: bagaimana > caranya agar kerawanan yang ditimbulkan oleh ledakan penduduk ini mendapat > perhatian dari para 'decision makers' yang seluruh perhatiannya terjerat > oleh masalah 'reshuffle', koalisi, studi banding, gedung baru, pemekaran, > dan pemilu/pilkada/pilpres ? > > Belum perlukah jajaran 'civil society' membuat jejaring yang kuat dan > efektif untuk melakukan 'strong persuasion' [meminjam istilah seorang > senior saya] terhadap para 'decision makers' ini ? > > > Wassalam, > Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo > (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) > Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. > > > > --- On Mon, 4/4/11, Darwin Bahar <[email protected]> wrote: > > > From: Darwin Bahar <[email protected]> > Subject: [R@ntau-Net] Ledakan Penduduk > To: "Palanta Rantaunet" <[email protected]> > Date: Monday, April 4, 2011, 4:39 AM > > > > > > > Refleksi: > Mudah-mudahan editorial Media Indonesia ini terbaca dan menjadi perhatian > oleh Pak IP--bukan masalah beliau tidak ber-KB atau bukan--tetapi agar > bersungguh-sungguh meningkatkan produksi pangan Sumbar. Dari apa yang saya > baca di media, sampai saat ini hanya dua provinsi yang surplus beras: Sumsel > dan Sulsel. > Wassalam, HDB-SBK > > ------------------------- > > Ledakan Penduduk > EDITORIAL Media Indonesia Senin, 04 April 2011 00:00 WIB > http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/04/215092/70/13/Ledakan-Penduduk > LAJU pertumbuhan penduduk negeri ini telah sampai pada titik amat > mengkhawatirkan. > Ironisnya, Badan Koordinasi Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) dibiarkan > 'bertempur' sendirian. > Jika laju pertambahan penduduk yang rata-rata 3,5 juta-4 juta per tahun > tidak segera ditekan, diprediksi pada 2045 jumlah penduduk Indonesia akan > mencapai 450 juta jiwa. Dengan asumsi populasi bumi 9 miliar jiwa pada saat > itu, berarti 1 dari 20 penduduk dunia adalah orang Indonesia. > Upaya menekan laju pertumbuhan penduduk dari 1,49% saat ini menuju angka > ideal 0,5% masih jauh panggang dari api. Lebih-lebih lagi, hasil survei > BKKBN menunjukkan umumnya pasangan usia subur menginginkan anak lebih dari > tiga. > Pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi itu pun tidak disertai dengan > peningkatan kualitas. Itu terlihat dari indeks pembangunan manusia Indonesia > yang masih tercecer di peringkat 108 dari 169 negara. Di ASEAN, Indonesia > berada di peringkat 6 dari 10 negara, atau lebih rendah daripada Singapura, > Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. > Bertambah penduduk bertambah pula mulut yang harus diberi makan. Saat ini > saja Badan Ketahanan Pangan Nasional menyebut 27,5% penduduk Indonesia > terkena rawan pangan. > Dengan rata-rata konsumsi beras per kapita di Indonesia sekitar 130 kilogram > dan jumlah penduduk 237,6 juta jiwa, saat ini dibutuhkan sedikitnya 34 juta > ton beras per tahun. Padahal, produksi beras dalam negeri sekitar 38 juta > ton sehingga hanya surplus 4 juta ton beras atau kurang untuk kebutuhan dua > bulan. > Jika tingkat kegagalan panen meluas dan produksi terpangkas, kebutuhan > pangan pun pasti tidak tercukupi. Dapat dipastikan, Indonesia akan menjadi > pengimpor beras nomor wahid di dunia. > Sekarang saja, ketika produksi beras di negeri ini masih disebut surplus, > negeri ini sudah mengimpor 1,9 juta ton beras hingga akhir Maret. Angka itu > telah meletakkan Indonesia sebagai importir beras kedua terbesar di dunia > setelah Nigeria. > Apakah yang terjadi dengan Indonesia pada 2045, ketika 1 dari 20 penduduk > dunia adalah orang Indonesia? Jawabnya Indonesia akan menjadi negeri > kelaparan. > Karena itu, saat ini juga dibutuhkan kemampuan luar biasa untuk > mengendalikan jumlah penduduk agar Indonesia di masa depan tidak bernasib > buruk seperti negara-negara di Afrika yang dilanda kurang pangan > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
