Wa'alaikumussalam wr.wb. Sanak Sutan jo sanak dipalanta kasadonyo.
Sabananyo tujuan kito samo yaitu baa caronyo maninggikan Islam dalam lingkup NKRI. Kito hanya sedang mencari jalan bagaimana upaya kita bisa diterima oleh seluruh kom ponen bangsa dengan ikhlas dan sukarela. Kita justeru sedang meniru cara nabi mem buat Piagam Madinah yang dapat diterima oleh pengikut Islam, Yahudi dan Nasrani. Founding Fathers NKRI yang mayoritas Islam berhasil menjadikan Pancasila sebagai falsafah bangsa, dengan mengalah mencoret 7 kata dari Sila ke 1, KeTuhananan YME agar semua komponen bangsa tetap bersatu dalam wadah NKRI. Walau demikian kita harus bersyukur ajaran Tauhid Islam tetap ditinggikan, diakui dan diterima sedang posisi paham Nasionalis ditempatkan di Sila ke 3. Kearifan Founding Fathers NKRI nampaknya mengikuti filosofi 2 gelas air putih, yang satu diberi gincu merah dan yang satu lagi diberi gula atau garam, lalu mereka memilih, yang ada rasa bukan yang warna. Saya teringat pada waktu sedang giatnya upaya penataran P-4, dimana Pancasila di jabarkan dalam 36 butir-butir untuk dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh Dep. Agama RI diterbitkan sebuah buku P-4 khusus untuk umat Islam, dalam mana ke 36 butir-butir itu terdapat didalam ayat2 al Qur'an dan hadist-hadist. Saya waktu itu sedang bertugas di Aceh Tengah, buku itu sangat menolong saya dalam mensosialisasikannya dikalangan para ulama /MUI, sehingga GAM sulit berkembang, karena saya membuat program berkeliling setiap hari Jum'at kekecamatan-kecamatan dengan didampingi salah satu dari ulama tsb.secara bergiliran untuk khotbah sholat Jum'at dan dilanjutkan ceramah oleh saya setelah selesai sholat . . . Jadi secara singkat kesimpulannya kita harus arif bahwa untuk memperjuangkan syari'at Islam dalam NKRI tetap terbuka tetapi tidak perlu menyolok atau memaksa sehingga membuat komponen bangsa lainnya ketakutan dan merasa terancam eksistensinya,. Disamping itu yang perlu dibahas adalah bagaimana membuat komponen Islam sadar dengan agamanya dan wakil-wakilnya sadar pula untuk memperjuangkan diterimanya rasa syari'at Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan menjawab pertanyaan sanak dan bermanfaat. Wassalam, Asmardi Arbi ( 69+ , Kampai , Tangsel ) From: Sutan Sinaro Sent: Sunday, June 05, 2011 1:38 AM To: [email protected] Subject: Re: Menghadapi Freemasonry, mari kito diskusikan Re: [R@ntau-Net] Komuniti Islam di Indonesia Assalamu'alaikum. w.w. Pak Asmardi yang saya hormati dan dunsanak kasadonyo. Saya quot yang bapak tulis : "Itu berarti kita sudah setuju berpaham nasionalis bukan?". Ini mungkin salah kesimpulan sedikit pak, sebelum ini saya menulis begini : "Sebabnya adalah, NKRI selalu dikaitkan dengan isu nasionalis yang memang menjadi agenda zionis dan freemason. ...." "Isu nasionalis ini sangat disetujui oleh zionis (lihat kembali agenda zionisme dan freemasonry) akan tetapi ditentang oleh rasulullah saw." Coba dilihat yang saya garis bawahi, kemudian dilanjutkan seperti berikut : "Kalau saja rasulullah menyetujui hal ini, tentu rasulullah saw. tidak memerlukan 13 tahun untuk mencari pengikut yang hanya 80 orang itu, sebelum hijrah. Cukup dengan mengibarkan bendera "Pan Arabisme" untuk persatuan Arab, maka dakwah beliau tidak banyak yang menentang malah disetujui banyak orang dan dakwah ini tidak mengalami kesulitan yang begitu rupa. (di "quot" dari buku "Petunjuk Jalan" Sayid Qutb). Tetapi rasulullah saw. tidak melakukan hal yang demikian, karena Allah swt. juga tidak menghendaki beliau menyampaikan dakwah dengan cara demikian. Bahkan sampai pada suatu ketika beliau bersabda urusan nasionalisme ini yang berbunyi kira-kira begini : "Barang siapa yang fanatis golongan (kesukuan, kaum, kebangsaan, nasionalisme) maka mereka bukan golongan kami". (al-hadits). Kalau sudah begini rasulullah saw., bagaimana kita menghadap beliau esok di padang mahsyar ?. Adakah kita tidak akan diusir dari barisan Muhammad rasulullah saw. nanti bila kita mencoba bergabung pada barisan kaum Muslimin itu ?. " Demikian yang saya tulis, apakah ada kesimpulan kita harus berpaham nasionalis ?. Apakah kita sudah tidak percaya hadits ?. Atau kita abaikan dan tinggalkan saja hadits itu ?. Berpaham Nasionalis pak, kita meninggikan Indonesia daripada Islam, mendahulukan segala yang Indonesia dan mengemudiankan yang Islam. Sudah pasti sedemikian tindakan itu nanti, contoh sudah diperlihatkan oleh orang-orang yang berpaham nasionalis. Mempertahankan NKRI, tidak semestinya berpaham Nasionalis, atau isme-isme yang lain. Mempertahankan NKRI kan dapat dengan mendasarkannya kepada Islam, tanpa embel-embel yang lain. Piagam Jakarta contohnya dalam hal ini, dan merujuk kepada tasiran H. Agus Salim. Baru kemudian mengembangkan IPOLEKSOSBUDHANKAM. Dasar itu yang penting dahulu, jangan dibalik. Kalau dibalik,... yaa .. keadaannya seperti sekarang-sekarang ini yang makin lama makin membuat bangsa ini terpuruk, lalu kemudian terjual sebagai budak bangsa lain. Alaisa kadzaalik (Apakah tidak demikian halnya) pak ?. Baik, ... demikian saja dulu. Billahil hidayah wat taufiq. Wassalam St. Sinaro --- On Sat, 4/6/11, Asmardi Arbi <[email protected]> wrote: From: Asmardi Arbi <[email protected]> Subject: Re: Menghadapi Freemasonry, mari kito diskusikan Re: [R@ntau-Net] Komuniti Islam di Indonesia To: [email protected] Received: Saturday, 4 June, 2011, 9:22 AM -- . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
