Assalamualaikum ww Menarik sekali pernyataan "Isu nasionalis ini sangat disetujui oleh zionis (lihat kembali agenda zionisme dan freemasonry) akan tetapi ditentang oleh rasulullah saw."
Ambo C7 bana tu, baa ka indak pulo banyak urang terpesona jo seruan nasionalisme (faham kebangsaan) ko talabiah dibelahan nagari timur nan marasai kanai jajah urang kapia baratuih tahun lamonyo, hmmm.. wakatu indak indak pendek Urang timur menganggap kapirun barat alah melecehkan keberadaan bangsa timur, merendahkan martabatnya, merampas kemerdekaan dan bahkan mengexploatasi dan mengisap darah putra2 terbaik negeri ini Imperialisme dan kolonialisme kapia barat telah memaksakan kehendaknya hingga jiwa2 bangsa2 timur aduhai sangat terluka, itulah sebabnya mereka berusaha melepaskan diri dari belengu tiran ini dan dari sinilah muncul para pemikir, penulis, pemimpin, orator dan wartawan dll, mereka menyerukan gaung pembebasan atau merdeka atas nama kebangsaan atau nasionalisme Tentu saja ini baik dan indah akan tetapi menjadi indak baik dan indak indah bilo KITO kecekkan kapado awak2 nan bangsa timur yg mayoritas Muslim ko bahwa APA YG ADA ISLAM JAUH LEBIH MULIA DIBANDINGKAN APA YG SUDAH DIGEMBAR GEMBORKAN ORANG2 BARAT Baa ka indak pulo, kan lah samo kito liek para pemimpin awal negeri ini adalah PRODUK PENDIDIKAN BARAT, jadi mereka lebih familier dg nuansa baratnya sehingga apa yg terjadi adalah ketika ada bersuara dan turut dalamnya para pemimpin yang dasar didikan Islam, tiba2 mereka enggan dan bahkan jadi membabi buta dengan fanatisme kebangsaannya dan beranggapan bahwa Islam berada disatu sisi dan nasionalisme/kebangsaan berada disisi lainnya, kedua2nya mereka anggap berseberangan bahkan lebih parah lagi ada segelintir pemimpin negeri ini yang menganggap bahwa seruan kepada Islam itu justru akan memecah belah persatuan bangsa dan melemahkan ikatan antar warganya Pemahaman yang salah ini tentu saja berbahaya bagi bangsa2 Timur yang nota bene mayoritas Mosleem ini ditinjau dari sisi segi manapun, wallahualam bishowab abp58+ ================= Assalamu'alaikum. w.w. Pak Asmardi yang saya hormati dan dunsanak kasadonyo. Saya quot yang bapak tulis : "Itu berarti kita sudah setuju berpaham nasionalis bukan?". Ini mungkin salah kesimpulan sedikit pak, sebelum ini saya menulis begini : "Sebabnya adalah, NKRI selalu dikaitkan dengan isu nasionalis yang memang menjadi agenda zionis dan freemason. ...." "Isu nasionalis ini sangat disetujui oleh zionis (lihat kembali agenda zionisme dan freemasonry) akan tetapi ditentang oleh rasulullah saw." Coba dilihat yang saya garis bawahi, kemudian dilanjutkan seperti berikut : "Kalau saja rasulullah menyetujui hal ini, tentu rasulullah saw. tidak memerlukan 13 tahun untuk mencari pengikut yang hanya 80 orang itu, sebelum hijrah. Cukup dengan mengibarkan bendera "Pan Arabisme" untuk persatuan Arab, maka dakwah beliau tidak banyak yang menentang malah disetujui banyak orang dan dakwah ini tidak mengalami kesulitan yang begitu rupa. (di "quot" dari buku "Petunjuk Jalan" Sayid Qutb). Tetapi rasulullah saw. tidak melakukan hal yang demikian, karena Allah swt. juga tidak menghendaki beliau menyampaikan dakwah dengan cara demikian. Bahkan sampai pada suatu ketika beliau bersabda urusan nasionalisme ini yang berbunyi kira-kira begini : "Barang siapa yang fanatis golongan (kesukuan, kaum, kebangsaan, nasionalisme) maka mereka bukan golongan kami". (al-hadits). Kalau sudah begini rasulullah saw., bagaimana kita menghadap beliau esok di padang mahsyar ?. Adakah kita tidak akan diusir dari barisan Muhammad rasulullah saw. nanti bila kita mencoba bergabung pada barisan kaum Muslimin itu ?. " Demikian yang saya tulis, apakah ada kesimpulan kita harus berpaham nasionalis ?. Apakah kita sudah tidak percaya hadits ?. Atau kita abaikan dan tinggalkan saja hadits itu ?. Berpaham Nasionalis pak, kita meninggikan Indonesia daripada Islam, mendahulukan segala yang Indonesia dan mengemudiankan yang Islam. Sudah pasti sedemikian tindakan itu nanti, contoh sudah diperlihatkan oleh orang-orang yang berpaham nasionalis. Mempertahankan NKRI, tidak semestinya berpaham Nasionalis, atau isme-isme yang lain. Mempertahankan NKRI kan dapat dengan mendasarkannya kepada Islam, tanpa embel-embel yang lain. Piagam Jakarta contohnya dalam hal ini, dan merujuk kepada tasiran H. Agus Salim. Baru kemudian mengembangkan IPOLEKSOSBUDHANKAM. Dasar itu yang penting dahulu, jangan dibalik. Kalau dibalik,... yaa .. keadaannya seperti sekarang-sekarang ini yang makin lama makin membuat bangsa ini terpuruk, lalu kemudian terjual sebagai budak bangsa lain. Alaisa kadzaalik (Apakah tidak demikian halnya) pak ?. Baik, ... demikian saja dulu. Billahil hidayah wat taufiq. Wassalam St. Sinaro -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
