AslmWrWb

Iko kritikan untuk metode nan dipakai Muhammadiyah....
Akhirnyo memang soal definisi jo kriteria.

Wassalam
fitr

http://tdjamaluddin.wordpress.com/2011/08/27/muhammadiyah-terbelenggu-wujudul-hilal-metode-lama-yang-mematikan-tajdid-hisab/


T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementeria Agama RI

Perbedaan Idul Fitri dan Idul Adha sering terjadi di Indonesia. Penyebab
utama BUKAN perbedaan metode hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan),
tetapi pada perbedaan kriterianya. Kalau mau lebih spesifik merujuk akar
masalah, sumber masalah utama adalah Muhammadiyah yang masih kukuh
menggunakan hisab wujudul hilal. Bila posisi bulan sudah positif di atas
ufuk, tetapi ketinggiannya masih sekitar batas kriteria visibilitas hilal
(imkan rukyat, batas kemungkinan untuk diamati) atau lebih rendah lagi,
dapat dipastikan terjadi perbedaan. Perbedaan terakhir kita alami pada Idul
Fitri 1327 H/2006 M dan 1428 H/2007 H serta Idul Adha 1431/2010. Idul Fitri
1432/2011 tahun ini juga hampir dipastikan terjadi perbedaan. Kalau kriteria
Muhammadiyah tidak diubah, dapat dipastikan awal Ramadhan 1433/2012,
1434/2013, dan 1435/2014 juga akan beda. Masyarakat dibuat bingung, tetapi
hanya disodori solusi sementara, “mari kita saling menghormati”. Adakah
solusi permanennya? Ada, *Muhammadiyah bersama ormas-ormas Islam harus
bersepakati untuk mengubah kriterianya*.
......
......

Demi penyatuan ummat melalui kalender hijriyah, memang saya sering
mengkritisi praktek hisab rukyat di NU, Muhammadiyah, dan Persis. *NU dan
Persis sangat terbuka terhadap perubahan. Muhammadiyah cenderung resisten
dan defensif dalam hal metode hisabnya.* Pendapatnya tampak merata
dikalangan anggota Muhammadiyah, seolah hisab itu hanya dengan kriteria
wujudul hilal. Itu sudah menjadi keyakinan mereka yang katanya sulit diubah.
Gerakan tajdid (pembaharuan) dalam ilmu hisab dimatikannya sendiri. Ketika
diajak membahas kriteria imkan rukyat, tampak apriori seolah itu bagian dari
rukyat yang terkesan dihindari.

Lalu mau kemana Muhammadiyah? Kita berharap Muhammadiyah, sebagai ormas
besar yang modern, mau berubah demi penyatuan Ummat. Tetapi juga sama
pentingnya adalah demi kemajuan Muhammadiyah sendiri, jangan sampai muncul
kesan di komunitas astronomi “Organisasi Islam modern, tetapi kriteria
kelendernya usang”. Semoga Muhammadiyah mau berubah!

2011/8/31 ajo duta <[email protected]>

> Assalaamu'alaikum sanak ambo,
>
> Masih soal hisab dan rukyat, iko ada tulisan dan komentar dari
> lapau subalah> Semoga bermanfaat.
>
>
> ------------------------------------------------------------------------------------------
>
> Mengapa Muhammadiyah Memakai Hisab?
>
> oleh Inamul Haqqi Hasan
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke