Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masyaallah........., terus terang ambo sangat kagum dari narasi kaduo dunsanak 
kito ko. Namun demikian untuk pak Syafrinal Syarien perkenankan kami memberikan 
sedikit catatan bahwa tidaklah mungkin Hukum Pidana Islam tersebut mempunyai 
kelemahan irreversible seperti yang engku kemukakan tersebut.

Kalau terjadi hal yang demikian, masalahnya tentu bukan karena kelemahan hukum 
Islam itu sendiri seperti yang sanak kemukakan tersebut, tetapi adalah pada 
proses pelaksanaannya. Hukum (dalam hal ini Hukum Pidana Islam) dengan hukum 
acara pidana adalah dua masalah yang berbeda. Kalau sampai terjadi kesalahan 
pengambilan keputusan oleh hakim misalnya ~ sudah dapat dipastikan ada sesuatu 
yang salah atau keliru dalam proses peradilan tersebut. Hal ini tidak boleh 
terjadi dalam penerapan Hukum Pidana Islam, karena hukum itu harus berlandaskan 
kepada azas kejujuran ~ kebenaran dan keadilan.

Siapapun yang terlibat dan ataupun berhubungan dengan sistem peradilan Islam, 
hakim, jaksa, ataupun saksi, haruslah datang dengan semangat kejujuran untuk 
mendapatkan kebenaran dan keadilan yang hakiki bagi semua pihak. Saksi haruslah 
dapat menerangkan dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya apa yang ia 
ketahui tentang si terdakwa. Tidak boleh sedikitpun kebenaran yang ia ketahui 
ia sembunyikan, walaupun ia bersaksi untuk keluarga terdekat sendiri. Demikian 
juga dengan jaksa, ia dituntut untuk membuktikan dengan prinsip-prinsip 
kejujuran berkenaan dengan dakwaan yang ia sampaikan. Demikian juga hakim 
dituntut memiliki kemampuan menggali dengan sejelas-jelasnya dengan 
prinsip-prinsip kejujuran berkenaan dengan perkara yang ia tangani


________________________________
From: Sutan Sinaro <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, October 5, 2011 7:59 PM
Subject: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar 
Beredar


Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Mohon maaf  ambo indak bisa manulih panjang-panjang dek karano sadang 
basitungkin
pulo ko mah. Tapi tanggapan tulisan ambo nan pendek dari pak Ambiar mambuek ambo
"surprise" jo kemampuan dunsanak kito ko. Jadi indak salah pulo dulu usulan 
duduak
sameja ka urang-urang tuo kito sarupo pak Mochtar jo pak Saaf tu 
untuak dipaiyokan.
Alah tapek tu mah, sabab ambo paham bana nan dimukasuik baliau ko.
    Ka sanak Syafrinal (Inal), ambo katokan, kelemahan nan sarupo itu nan indak 
pernah
tajadi dalam hukum Islam. Aaa sabab ?, dek karano dalam hukum Islam si pendakwa
musti datang jo "burhan" atau bahaso awaknyo, bukti. Kalau bukti indak kukuh, 
indak
dengan mudahnyo mangarek tangan urang doh sanak. 
Takah manuduah urang bazina,... aiii jan main-main,... ampek saksi jo mato nan 
tarang
mancaliak. Mato "lamur" atau mato rang gaek indak bisa ditarimo doh. Dan indak 
sekedar
mancaliak sajo tu do, tapi yakin bana bahaso tanampak bak kecek Umar ra., 
"sarupo 
jarum masuk ke dalam sipat" (nampak bana jarum mancucuak kain tu). Kalau sekedar
duduak-duduak se, alun lai tu do. Batigo tanampak, nan ciek ragu-ragu, eh ndak 
jadi doh. 
Malah nan kanai beko urang nan manuduah.
aaa... baitu. Jadi indak sumbarang hukum dijatuahkan doh. 
Nan paralu bana disadari bahaso, hukum ko datang dari Sang Pencipta manusia, 
nan tau
sipaik-sipaik kulikaik manusia, tau jo kurenah manusia, sahinggo dima sajo 
lubang kelemahan tu alah tatutuik dengan kehendak-Nyo. Tingga di awak yakin 
atau indak. 
Dan tentang keyakinan ko indak main-main. Indak yakin jo satu huruf sajo dalam 
al-Qur-an ... baa hukumnyo ?. Ambo maleh manyabuik, tanyo se lah ka guru-guru.
Singan iko dulu... maaf ambo sadang takaja pulo, beko kito sambuang.
 
Wassalam
 
St. Sinaro


--- On Tue, 4/10/11, Syafrinal Syarien <[email protected]> wrote:


>From: Syafrinal Syarien <[email protected]>
>Subject: Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
>To: "[email protected]" <[email protected]>
>Received: Tuesday, 4 October, 2011, 9:14 PM
>
>
>Pak Ambiar;
>
>
>Harus diakui secara objektif bahwa "Hukum Pidana Islam" tersebut juga 
>mengandung kelemahan, yakni: tidak bisa dibalikkan (irreversible).
>Contohnya: jika terpidana sudah dijatuhi hukuman mati atau potong tangan, 
>ternyata di kemudian hari ditemukan bukti baru bahwa dia tidak bersalah. 
>Apakah bisa dikembalikan nyawanya? Atau disambung lagi tangannya yang sudah 
>kudung itu?
>
>
>Memang hukum syariah diturunkan Allah SWT, tapi proses peradilannya dijalankan 
>oleh manusia juga. Dan selagi manusia yang menjalankan proses peradilan itu, 
>jangan harap bisa dihasilkan sesuatu yang ideal. Proses peradilan thd TKI kita 
>di Saudi bisa jadi contoh untuk masalah ini.
>
>
>Arab News melaporkan betapa "blood money" menjadi bisnis menggiurkan bagi 
>keluarga korban pembunuhan. Walau Nabi SAW menganjurkan untuk memaafkan, tapi 
>orang lebih tergiur dengan duit ketimbang ganjaran di akhirat nanti.
>
>
>Jadi prinsip hukum yang berlandaskan kejujuran, kebenaran, dan keadilan, saya 
>rasa tak akan kita dapati di dunia ini selagi proses peradilan itu masih 
>dijalankan oleh manusia juga. Tak peduli apakah acuannya hukum barat, hukum 
>adat, eropa kontinental, anglo-saxon, bahkan hukum syariah sekali pun.
>
>
>Untuk hukum yang berdasarkan kejujuran, kebenaran, dan keadilan yang hakiki, 
>saya rasa kita hanya bisa berharap di peradilan Allah SWT di akhirat nanti...
>
>
>Wassalam;
>Syafrinal 41/Sorowako
>
>
>
>________________________________
> From: Ambiar Lani <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]>
>Cc: "[email protected]" <[email protected]>; ambiar lani 
><[email protected]>
>Sent: Wednesday, October 5, 2011 11:35 AM
>Subject: Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar Sumbar Beredar
>
>
>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
>
>Engku Guru Sutan Sinaro yth,
>
>
>Memberlakukan Syariat Islam (ambo lebih suka menulisnya dengan spesifik; 
>"Hukum Pidana Islam"), mungkin salah satu alternatif yang dapat ditawarkan, 
>karena menurut hemat kami "Hukum Pidana Islam" tersebut memiliki beberapa 
>kelebihan dan keunggulan ataupun keistimewaan yang sama sekali tidak dimiliki 
>oleh Hukum Pidana Biasa atau boleh juga kita sebut sebagai Hukum Pidana Barat 
>(karena hukum tersebut dari sanalah referensinya yang paling banyak).
>
>
>Beberapa kelebihan dan keunggulan ataupun keistimewaan dari Hukum Pidana Islam 
>tersebut antara lain adalah bahwa Hukum Pidana Islam itu berlandaskan atas 
>azas kejujuran, kebenaran dan keadilan. Apakah Hukum Pidana Biasa/Barat itu 
>demikian juga?
>
>
>Yang kedua Hukum Pidana Islam itu mengandung muatan azas kependidikan yang 
>bersifat luas dan menyeluruh (holistic, meminjam istilah pak Mochtar Naim) 
>Sebagai contoh misalnya dalam kasus tindak pidana pencurian ada kemungkinan 
>siterdakwa dibebaskan dari hukuman (misalnya hukum potong tangan tsb) ~ tentu 
>dengan melihat kepada kasusnya secara cermat dan konfrehensif oleh hakim yang 
>ahli dalam perkara yang ia tangani. Sementara bagi para pencuri yang memang 
>harus dijatuhi hukuman potong tangan, pelaksanaan hukuman tersebut juga 
>bersifat sangat mendidik tidak saja bagi terpidana tapi juga untuk masyarakat 
>luas. 
>
>  
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke