Sabalun ado nan malapehi tanyo Angku Asmadrdi Arbi, Kok dapek ambo manjapuik 
kato nan taicia saketek:
 
"Nah, kawan2, siapkah kita mengusahakan agar syariat Islam berlaku untuk ummat 
Islam sendiri secara kaffah, holistik, integral, di bumi tercinta ini? Ini 
tugas pokok kita dalam rangka persalinan generasi ini.  
>      Salam, MN."

Ambo raso Angku Mochtar Naim mamakai kato nan agak tinggi (fancy) nan mungkin 
kurang dapek dipahami dek pambaco umum, Kito nan Basamo, nan jaleh tamasuak 
ambo. Kok buliah Pak Mochtar tolong carahkan saketek untuak Kami nan Basamo apo 
sabananyo arati atau nan dimukasuik jo ungkapan kata-kata:
"kaffah, holistik, integral" 
dalam kalimat nan ambo kutip di ateh tu?

Tarimo kasih,
Salam
-- Nyiak Sunguik
Sjamsir Sjarif
Oct 06, 2011
  

--- In [email protected], "Asmardi Arbi" <asmardi.arbi@...> wrote:
>
> Assalamu'alaiku wr.wb.
> 
> Walaupun indak taimbau , ambo sato manyalo saketek.
> Kebetulan tadi siang  di TV-ONE  saya menyaksikan wawancara Deanova dengan 
> Ketua PB NU KH Syaid Agil Siraj tentang  kekerasan atasnama agama. Menurut 
> penjelasan pak Kiyai tsb. baik dalam Al Qur'an maupun al Hadist tidak ada 
> perintah untuk membentuk Negara Islam dan tidak ada negara didunia yang 
> betul2 100 % menjalankan Syari'at Islam.  Pada Piagam Madinah sangat 
> ditekankan oleh Nabi adanya kesamaan hak tanpa memandang mayoritas dan 
> minoritas. Baa pulo kiro2 komentar dunsanak kasadonyo, mohon pencerahan.
> 
> Wassalam  
>  Asmardi Arbi  (70 /72, Tangsel )
> 
> 
> From: Mochtar Naim 
> Sent: Thursday, October 06, 2011 7:55 AM
> To: [email protected] 
> Cc: stsinaro@... ; ssyarien@... ; ambiar lani 
> Subject: Re: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar 
> Sumbar Beredar
> 
> 
> 
> 
> Sdr StSinaro, Ambiar Lani, Syarien, dkk,
> 
>      Sudah waktunya kita memang memikirkan sisi pelaksanaan dari hukum 
> syariah Islam itu bagi orang Islam sendiri di Indonesia ini secara kaffah, 
> holistik dan integral itu. Apalagi mayoritas terbesar dari penduduk Indonesia 
> adalah orang Islam sendiri. Tidak masalah kalau sesuai dengan tata aturan 
> demokrasi ala Barat yang kita pakai itu Islam diberlakukan secara kaffah, 
> holistik dan integral itu untuk orang Islam sendiri manakala orang Islam 
> menginginkan. Itu yang kita saksikan di negara tetangga kita sendiri, 
> Malaysia, kendati orang Islamnya hanya lebih sedikit dari separuhnya, tetapi 
> syariat Islam berjalan secara kaffah dan bahkan negaranya sendiri adalah 
> Negara Islam.
>      Namun di Indonesia tercinta ini sayangnya selama ini kita tidak hanya 
> berhadapan dengan kelompok minoritas non-muslim yang logis kalau  tidak 
> menginginkan syariah Islam berjalan secara kaffah, holistik dan integral itu 
> walau hanya bagi ummat Islam saja. Kendati sila pertama P adalah Ketuhanan 
> YME, yang jika konsekuen hanya Islam yang diakui di NKRI ini, tetapi yang 
> muslim sekalipun termasuk yang tidak setuju jika Islam dan syariah Islam itu 
> dilaksanakan secara kaffah etc di bumi Nusantara ini.  
>      Sejauh ini hanya ada dua partai Islam di MPR RI yang menginginkan 
> terlaksananya syariat Islam bagi ummat Islam secara bernegara, yaitu PPP dan 
> PBB. Sementara yang lain2nya menolak atau bermencak. Aneh, yang menolak itu 
> termasuk yang dari kelompok pendukung Muhammadiyah dan NU sendiri melalui 
> partai2 mereka: PKB, PAN dan PKS. 
>      Di balik semua itu memang pangkal balanya adalah karena adanya dua cara 
> berfikir yang tidak bisa dikompromikan di antara sesama ummat Islam sendiri, 
> yaitu yang satu: yang sinkretis yang berpola J,  dan yang satu lagi yang 
> sintetis, yang berpola M, seperti yang selama ini saya konstatasikan.
>      Kelompok sinkretik yang berpola J memperlakukan semua agama sebagai sama 
> (sedaya agami sami kemawon), karenanya Indonesia tidak mungkin dan bahkan 
> tidak boleh menjadi Negara Islam, kendati mayaoritas terbesar penduduk 
> beragama Islam sekalipun. Kita ini, orang Minang, dan orang Melayu umumnya, 
> termasuk yang berorientasi sintetis yang berpola M. Kendati wilayahnya luas 
> tetapi penduduknya sedikit, sementara yang berpola J wilayahnya sedikit 
> tetapi penduduknya terbanyak. 
>      Orang Minang sekalipun karena menempatkan diri sebagai kelompok 
> minoritas di persada politik Indonesia ini juga bermuka dua. Di satu sisi 
> berpola sintetik tetapi di sisi lain, demi survival juga ikut arus, berpola 
> sinkretik. Apalagi partai politik yang mereka dukung selama ini adalah Golkar 
> yang berorientasi sinkretik dan bahkan sekuler.
>      Lalu ada lagi kelompok blasteran dari kaum intelektual muslim yang 
> menamakan diri sebagai kelompok liberal. Pada hal kebanyakan mereka keluaran 
> sekolah2 agama sebelumnya. Tapi karena melanjutkan studinya ke negerinya 
> Uncle Sam lalu melacurkan diri menjadi kelompok liberal. [Saya sendiri, 
> kendati belajar Islam di McGill Univ, Montreal, Kanada, dan PhD candidate di 
> NYU, New York, dan pernah juga di Univ of Michigan di Ann Arbor, insya Allah 
> tidak terpengaruh].
>      Nah, kawan2, siapkah kita mengusahakan agar syariat Islam berlaku untuk 
> ummat Islam sendiri secara kaffah, holistik, integral, di bumi tercinta ini? 
> Ini tugas pokok kita dalam rangka persalinan generasi ini.  
>      Salam, MN.  
> 
> From: Ambiar Lani rang_kito@...
> 
> 
> From: Sutan Sinaro <stsinaro@...>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, October 5, 2011 7:59 PM
> Subject: Hukum Pidana Islam Re: [R@ntau-Net] Heboh! Video Porno Pelajar 
> Sumbar Beredar
> 
>       Assalaamu'alaikum. w.w.
> 
> 
>       aaa...


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke