Pak Risman dan Referensiers ysh,

Selain dari statistik Pak Risman, kelihatannya hari ini dapat dicatat
sebagai rekor posting harian tertinggi, sehingga memang kita sudah
`Panen Lontar' tahap dua; suatu kelakuan yang dimulai oleh Pak
Sujana, Mei 2004. Beberapa yang tertuju pada saya, akan saya simpan
dulu, karena rencana Selasa malam ini harus balik lagi ke Jayapura.
Tiket pesawat belum fixed.

Sebuah gambaran tentang Freeport-Timika pernah saya sampaikan
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4227> , berikut
imajinasi saya tentang pembagian ruang di situ. Sehingga bagi saya yang
sudah terdidik dengan ilmu geografi saja masih perlu belajar dan
memahami `pola dan struktur ruang' yang ada. Dan dapat saya
sebutkan bila pemanfaatan ruang tersebut sudah benar. Terkecuali tentang
permasalahan hak ulayat area penambangan di Grassberg, sebenarnya hanya
pada area 1 suku kalau tidak salah, yakni suku Amungme. Sehingga
pengorbanan satu suku ini telah melahirkan kompensasi dan kontribusi
yang dirasakan oleh seluruh rakyat Papua, lebih 200 suku, utamanya 7
suku di Mimika.

Memang bentangan jalan dari mile 0 s/d 75 melewati ulayat 7 suku itu,
namun jalan (freeway) tersebut tidak membuka akses ke wilayah
sekitarnya. Untuk kepentingan pertambangan, PTFI membuka 2 kota privat:
Tembagapura dan Kuala Kencana; serta 1 kota umum: Timika. Sehingga
fasilitas dan berbagai multiplier effects lainnya sebenarnya berlangsung
dan difokuskan di Timika. Ini adalah pola yang benar untuk suatu sistem
konsesi, tidak seperti pola campur-aduk yang berlangsung di Batam. Pola
ini yang coba kita cangkokkan di Morotai, bila mimpi Pak Aby itu memang
benar ingin kita wujudkan. Termasuk bila kita ingin mengembangkan
berbagai otorita atau wilayah konsesi lainnya.

Keteraturan Tembagapura dan Kuala Kencana sebenarnya menyilaukan
pandangan masyarakat sekitarnya, sehingga dari informasi Pak Rofiq, ada
keinginan yang kuat dari masyarakat Papua yang tinggal di pegunungan
untuk minta dibuatkan `kota' serupa. Kalau tidak salah di Paniai
ya pak?

Untuk masuk ke kompetensi sosial persoalan Papua, saya ingin diskusikan
di milis Kebudayaan <http://groups.yahoo.com/group/kebudayaan/> . Kelak
sepulang dari Jayapura. Sementara demikian dulu. Salam.



-ekadj

Subscribe to kebudayaan        Powered by groups.yahoo.com
<http://groups.yahoo.com/>



--- In [email protected], "Risman Maris" <[EMAIL PROTECTED]> wrote

Kirim email ke