Pak BTS, terima kasih atas peringatannya, Membaca posting Anda ini saya jadi salah tingkah. Rupanya bicara ngalor-ngidul selama ini salah kamar. Wah, ya sorry Mas Catur dan teman-teman! Susah juga ya mBang kalau lingkup profesi seperti PL yang luas ini dibatasi seperti itu.
Lalu, orang seperti kita-kita ini masih diakui sebagai anggota IAP apa tidak ya mBang? Tapi paling tidak masih anggota IAP satunya toh (ikatan alumni planologi). Maaf lahir batin, Wassalam, RM --- In [email protected], "Bambang Tata Samiadji" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Dear all > > Sebenarnya apa yang diprihatinkan Planner Muda > saudara Catur bahwa banyak Planner yang melulu sebagai penata ruang itu > ada benarnya. Kemudian tanggapan Bung Risfan sebagai Senior Planner juga > benar dan memberi gambaran kepada kita bahwa planning itu sangat luas dan > tidak senaif hanya sebagai penataan ruang saja. Tapi kita juga harus > menengok mekanisme perprofesian para Planner kita, khususnya dunia > konsultansi di bidang tata ruang. Dalam hal ini arus utamanya ada di > Ditjen Penataan Ruang -Dept PU dan Pemda di satu pihak dan IAP di pihak > lain sebagai wadah profesi Planner. > > Seperti kita ketahui bahwa > formalitas kompetensi seorang Planner yang diakui adalah mereka yang > bersertifikat, sementara itu sertifikat yang diterbitkan oleh IAP sebagai > pengakuan kompetensi Planner adalah Sertfikat Penataan Ruang, bukan > Sertifikat "Strategic Planning and Program Development" (SP-PD) > sebagaimana yang dimaksud Bung Risfan. Jadi Bung Risfan, kalau ada seorang > konsultan yang punya profesi dan kompetensi di bidang SP-PD, itu nggak > laku di pasaran penataan ruang. Begitulah, jadi selama ini pasar itu > (Ditjen Penataan Ruang dan pemda) telah menyempitkan profesi Planner > sebagai penata ruang dan IAP sendiri hanya menerbitkan Sertifikat Ahli > Penataan Ruang (tapi namanya Sertifikat Ahli Perencanaan). Mungkin itu > fenomena yang dimaksud saudara Catur soal Mental Block Penata Ruang dan > saya yakin bahwa saudara Catur menulis soal ini karena tahu bahwa dunia > planning itu luas seperti yang telah diuraikan Bung Risfan. Jadi saya > memandang bahwa saudara Catur tidak terjebak dalam mental block planolog > yang membatasi diri sebagai "perencana tata ruang" saja. > > SELAMAT IDUL FITRI. MAAF LAHIR BATHIN. > > Thanks. CU. > BTS. > > ----- Original Message ----- > From: Risfan M > To: [EMAIL PROTECTED] ; , > Sent: Saturday, September > 27, 2008 9:14 PM > Subject: [referensi] RE: iap-indonesia . Re: Mental > Block Penata Ruang >

