Pak Risfan dan milisters ysh,
Untuk menyambut dan meramaikan 50 tahun pelanologi di Indonesia izinkan saya
juga membuat corat-coret asal ala kadarnya dimilis yang sedang sunyi ini………
Membaca tulisan tentang Jababeka…. Tiba2 muncul pertanyaan usil dibenak saya…
ialah tentang apakah Jababeka itu sebenarnya merupakan “produk planologik”
ataukah ”produk industri (keruangan)”?……
Memang dapat dikatakan bahwa ia adalah keduanya… baik merupakan produk
planologik maupun produk industri….. tetapi dalam rangka memancing perdebatan
hangat… saya berani mengatakan bahwa Jababeka itu sebenarnya tak lebih dari
sekedar sebuah produk industri saja.. dimana didalamnya terkandung diantaranya
pekerjaan planologik…..
Kalau ia mau disebut sebagai produk planologik… benarkah ide mula paling
awalnya dari proyek ini ia dahulu dicetuskan oleh planner… dan kalau benar
siapakah namanya sang planner itu…...
Sebagai sebuah “produk industri (keruangan)”…. Saya berani mengatakan bahwa
Jababeka (berani dikembangkan).. oleh karena ia dipastikan (kala itu) akan
dilalui rencana jalan tol Jkt-Cikampek……..
Industrialis properti dapat melihat kala itu bahwa ketika Jakarta menggeliat
karena perkembangan industri dan perekonomiannya…. Maka diperlukan perluasan
kawasan industri maupun akan diikuti meningkatnya kebutuhan perumahan karyawan
akibat daripadanya….
Bahwa masyarakat telah mengenali bahwa dengan jalan tol maka suatu jarak tak
lagi dilihat sebagai ”berapa jauh” (how far does it is) tetapi lebih dirasakan
sebagai “berapa lama’ berkendaraan (how long time does it takes)…. Maka para
industrialis properti itu berani memastikan bahwa ‘produk-produk keruangan
mereka nanti (produk kawasan industri dan perumahan) disepanjang kiri-kanan
jalan tol Jkt- Cikampek atau jalan tol lainnya (Jkt-Anyer dsb) tentu akan laris
manis cepat terjual……..
Membandingkan 50 tahun pelanologi di Indonesia dan 232 tahun usia kemerdekaan
Amerika Serikat misalnya…….. masyarakat awam barangkali boleh mengeluarkan
berbagai celoteh komentarnya …. Seperti tentu pertama selamat ulang tahun
pelanologi-nya ya pak Wawo yang baik hati dan rendah hati….
Atau juga….. akh.. kalau 200 tahun adalah “baru” merupakan “usia dewasa”
(maklum pada 1963 saja atau pada usia kemerdekaan yang ke 187 saja AS juga
masih tidak dewasa dengan warganya masih menyenangi rasialisme, Ku Klux Klan
serta menembak mati presidennya karena paham liberalism)…… maka masyarakat
barangkali boleh juga menyambut ulang tahun 50 tahun pelanologi RI dengan
ucapan……. “selamat ulang tahun ya buyung… cepat besar dan cepat dewasa ya
nak?.. supaya nanti bisa mulai menangani urusan-urusan planologik yang
besar-besar dan strategik bagi bangsa… dan bukan yang ecek-ecek terus ya?”…..
Salam,