Pak Aby dan Pak Hengky Yth, 
Saya berandai-andai saja bahwa saya adalah CEO di perusahaan pengembang. 
Tentunya saya ditargetkan untuk mendapatkan keuntungan yang besar setiap 
tahunnya. Lalu saya mulai mencari lahan dengan harga yang sangat murah, dalam 
jumlah yang cukup besar. Langkah seterusnya adalah tentunya saya akan melakukan 
lobby ke berbagai pihak agar lahan yang sudah terbeli dapat dipasarkan dan 
cukup laku keras. Berbekal pergaulan dengan para planner, ahli pemasaran, 
analis property, akhirnya saya lebih efektif melakukan lobby. Selanjutnya, 
terjadilah seperti jababeka.
Namun (dalam andai2 juga) sebelum saya memutuskan membeli lahan, karena daerah 
tersebut juga adalah merupakan sentra pertanian yang oleh pemerintah belum 
lunas cicilan utangnya ketika membangun prasarana irigasi, saya pernah diskusi 
dengan rekan dari planner, kira2 dimana yang tepat membeli lahan untuk 
pengembangan industri? Ternyata lokasi Jababeka sekarang tidak termasuk yang 
diusulkan.
Begitulah kira-kira Asal Muasal (Khayalan) Jababeka, yang saya tidak begitu 
peduli apakah itu produk PR atau Industri.

Horas

Hot Asi Simamora

--- On Tue, 14/10/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Re : Jababeka : Produk PR or Produk Industri?
To: [email protected]
Date: Tuesday, 14 October, 2008, 10:58 PM










    
             
 
+++: “…..Saya rasa pak Aby sudah tahu bahwa Jababeka adalah produk dari 
industri (keruangan), karena itu saya heran kalau pak Aby masih 
menyangsikannya….”. 
>>>: Ya pak Rofiq... maksud saya agar kalau memang diakui bahwa Jababeka itu 
>>>lebih merupakan “produk industri keruangan” (yang mengandung unsur 
>>>planologik) dibanding dengan “produk planologik (yang mengandung unsur 
>>>industri dan ekonomi)….…. Maka agar masyarakat planner terpacu untuk membuat 
>>>karya planologik beneran yang agung yang didalamnya dapat terkandung unsur 
>>>pengembangan industri,  ekonomi serta kehidupan sosial……..   
Dalam konteks Jababeka dan jalan tol Jkt—Ckp 100/ 70 km.. harus diakui bahwa 
jalan tolnya lebih merupakan produk atau karya planologik…. Dan Jababeka 
sekedar “produk industri” akibat daripadanya…. Tetapi kalau selanjutnya lalu 
membuat 1450km jalan tol di Jawa (dan hanya 50km diluar Jawa)……saya sulit 
mengatakan itu adalah “karya planologik yang agung”… dan rasanya lebih mudah 
mengatakannya sebagai  “karya jawasentrisme” yang “mau mudahnya saja”……. Dan 
tak berani membuka pusat aglomerasi baru diluar Jawa… yang benar2 merupakan 
pekerjaan planologik yang agung dan menantang….. 
  
+++: “……Nah yang penting bagi seorang planner adalah mengatur bagaimana supaya 
kepentingan bisnis perusahaan pengembang sekaligus dapat meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat disekitarnya.  
>>>: Kalau  benar mau “meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya”…. Saya 
>>>kira sejak awalnya planner/pemerintah perlu menuntut persentase ruang 
>>>tertentu dari developer yang perlu diserahkan (atau  jual harga pokok) pada 
>>>pemerintah…agar selanjutnya dapat “terserah” pada pemerintah untuk 
>>>menggunakannya bagi kepentingan ideal masyarakat sekitar ataupun bagi  “the 
>>>low income”…… 
Sebab kalau sejak awal desain ruangnya sudah tak menyisakan “space for the low 
income” yang pengelolaannya bisa dilakukan oleh pemerintah (karena umumnya 
developer swasta sangat tamak dalam menata dan mengkomersialkan ruang …. Tak 
mudah juga rasanya “meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar” itu banyak 
dapat dilakukan… karena bagaimanapun juga…. Yang namanya “kesejahteraan”  juga 
ada bersangkut paut dengan “strategic location” alias “space” juga……   
  
+++: “…Saya yakin teman-teman planner yang ada di pemerintah, pengembang dan 
konsultan mempunyai idealisme dan patriotisme. Betul nggak pak risfan?......”. 
>>>: Saya sih setuju saja pada mereka yang memiliki idealisme dan patriotisme…. 
>>>. tapi masalahnya .. kalo yang memiliki lahannya (Jababeka) itu swasta… dan 
>>>planner hanya menjadi orang suruhan saja didalamnya….. dan konsultan hanya 
>>>didengar sepotong saja advisnya… dan  kalau yang dipemerintah bisa 
>>>“diartalitain”…… dan developer mau tetap tamak dan kikir saja lalu pak Rofiq 
>>>mau bilang apa?........ 
Maaf… kritik membangun untuk 50 tahun pendidikan planologi….. 
  
Salam, 
aby 
  

--- On Mon, 10/13/08, Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com> wrote:

From: Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] Re : Jababeka : Produk PR or Produk Industri?
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Monday, October 13, 2008, 6:48 AM






Pak Hengky dan Pak Risfan,
Saya juga ingin ikut mengomentari tentang Jababeka. Saya yakin bahwa jababeka 
dibangun dengan maksud seratus persen untuk kepentingan bisnis lahan, karena 
memang tujuan pengembang adalah memperoleh untung sebesar-besarnya dari lahan 
yang dikuasai. Itulah gunanya pemerintah menetapkan perlunya penyediaan fasum 
dan fasos sebagai kewajiban dari Pengembang. Sebuah perusahaan pengembang tentu 
saja penyediaan fasum dan fasos harus  komersial juga atau sebagai daya tarik 
untuk menaikkan harga lahan. Saya rasa pak Aby sudah tahu bahwa Jababeka adalah 
produk dari industri (keruangan), karena itu saya heran kalau pak Aby masih 
menyangsikannya. Nah yang penting bagi seorang planner adalah mengatur 
bagaimana supaya kepentingan bisnis perusahaan pengembang sekaligus dapat 
meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. 

Saya yakin teman-teman planner yang ada di pemerintah, pengembang dan konsultan 
mempunyai idealisme dan patriotisme. Betul nggak pak risfan?
 Salam
Aunur Rofiq 




----- Original Message ----
From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Monday, October 13, 2008 2:35:30 PM
Subject: [referensi] Re : Jababeka : Produk PR or Produk Industri?







 
Pak Risfan dan milisters ysh,
 
Untuk menyambut dan meramaikan 50 tahun pelanologi di Indonesia izinkan saya 
juga membuat  corat-coret asal ala kadarnya dimilis yang sedang sunyi ini……… 
Membaca tulisan tentang Jababeka…. Tiba2 muncul pertanyaan usil dibenak saya… 
ialah tentang apakah Jababeka itu sebenarnya merupakan “produk planologik” 
ataukah  ”produk industri (keruangan)”?…… 
Memang dapat dikatakan bahwa ia adalah keduanya… baik merupakan produk 
planologik maupun  produk industri….. tetapi dalam rangka memancing perdebatan 
hangat… saya berani mengatakan bahwa Jababeka itu sebenarnya tak lebih dari 
sekedar sebuah produk industri saja.. dimana didalamnya terkandung  diantaranya 
pekerjaan planologik….. 
Kalau ia mau disebut sebagai produk planologik… benarkah ide mula paling 
awalnya dari proyek ini ia dahulu dicetuskan oleh planner… dan kalau benar 
siapakah namanya sang planner itu…... 
Sebagai sebuah “produk industri (keruangan)”…. Saya berani mengatakan bahwa 
Jababeka (berani dikembangkan) .. oleh karena ia dipastikan (kala itu)  akan 
dilalui rencana jalan tol Jkt-Cikampek…….. 
Industrialis properti dapat melihat kala itu bahwa ketika Jakarta menggeliat 
karena perkembangan industri dan perekonomiannya… . Maka diperlukan perluasan 
kawasan industri maupun akan diikuti meningkatnya kebutuhan perumahan karyawan 
akibat daripadanya…. 
Bahwa masyarakat telah mengenali bahwa dengan jalan tol maka suatu jarak tak 
lagi dilihat sebagai ”berapa jauh” (how far does it is) tetapi lebih dirasakan 
sebagai “berapa lama’ berkendaraan (how long time does it takes)…. Maka para 
industrialis properti itu berani memastikan bahwa ‘produk-produk keruangan 
mereka nanti (produk kawasan industri dan perumahan)  disepanjang kiri-kanan 
jalan tol Jkt- Cikampek atau jalan tol lainnya (Jkt-Anyer dsb) tentu akan laris 
manis cepat terjual…….. 
Membandingkan 50 tahun pelanologi di Indonesia dan 232  tahun usia kemerdekaan 
Amerika Serikat misalnya……..  masyarakat awam barangkali boleh mengeluarkan 
berbagai celoteh komentarnya …. Seperti tentu pertama selamat ulang tahun 
pelanologi-nya ya pak Wawo yang baik hati dan rendah hati…. 
Atau juga….. akh.. kalau 200 tahun adalah “baru” merupakan “usia dewasa”  
(maklum pada 1963 saja atau pada usia kemerdekaan yang ke 187 saja AS juga 
masih tidak dewasa  dengan warganya masih menyenangi rasialisme, Ku Klux Klan 
serta  menembak mati presidennya karena paham liberalism)……  maka masyarakat 
barangkali boleh juga menyambut ulang tahun 50 tahun pelanologi RI dengan 
ucapan……. “selamat  ulang tahun ya buyung… cepat besar dan cepat dewasa ya 
nak?.. supaya nanti bisa mulai menangani urusan-urusan planologik yang 
besar-besar dan strategik bagi bangsa…  dan bukan yang ecek-ecek terus ya?”….. 

Salam, 
 




      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke