Milisters semuanya ysh,
Absen bbrp hari… izinkan saya menanggapi sedikit beberapa potongan lepas
postings berikut…. :
+++: Pak Aby menggunakan definisi no 2, dan saya pakai yg no 1....
Jadi kayaknya saya enggak salah ya Pak Aby? Hehe
>>>: Ya kayaknya anda sih nggak salah mas…. Tapi kita dimilis ini khan sedang
>>>debat tentang soal signifikansi konkretisasi strategi implementasi teori
>>>tata ruang atas regional inequalties…. Dan bukannya sedang duduk manis
>>>dikelas dan mendengarkan bu guru menerangkan teori planning completely dari
>>>Polese & Sheamur (atau Shearmur?) lalu minggu depannya mau ujian………
+++: Kalau boleh memilih, mungkin saat ini saya akan condong menjadi
liaison officer to GAM meski tidak digaji. :-)
Ini saya pilih daripada menjadi Menteri Bangda dengan segala atribut,
fasilitas, dan power namun memilih untuk pandir dan manut dengan
kepentingan segelintir "masyarakat spesial" yang tamak infrastruktur,
dan rakus kesejahteraan di sekitar Monas saja -- tanpa mau melihat
"the bigger picture" yang berupa *regional inequalities* . :-)
>>>: Lho kalo anda sudah dipercaya jadi menteri.. tentunya ya diharapkan anda
>>>tidak pandir dan manutan pada orang lain dong….. kalo presiden yang betul..
>>>begitu menterinya pandir ya kontan diganti dan pasti diomelin rakyat….
Menyangkut GAM… kalau namanya sudah “ingin merdeka” tentu sudah siap
ngajak/nantangin perang… tapi kalau yang besar ngajak damai yang kecil juga
nggak usah besar kepala….karena apa susahnya sih bagi yang besar untuk ngabisin
yang kecil?....
+++: [Btw, emang ada gitu "Menteri Bangda"? Kalau yang bangda (bangga,
maksudnya:-) jadi menteri sekalipun wanprestasi mungkin banyak ya.] :-)
>>>:Lho ya ada aja dong mas … lha khan susunan kabinet milis referensi itu hak
>>>prerogatif presidennya… mau ada menteri urusan Dagelan/Lawak khan boleh
>>>juga… hehe..
+++:Saya sependapat dengan tulisan Mas Aby, terutama dengan yang ini:
| Saya kira GAM atau Mr. Cak Andri akan setuju kalau itu lebih
| dipakai untuk mengembangkan countermagnet to primate city
| the Jabodetabek… demi "azas keadilan keruangan nasional" …
| walau itu alokasinya ditimur (Greater Makassar) sekalipun…..
>>>: Nha ini baru namanya anak NKRI ganteng dan baik beneran….. aye demen nih…..
+++: Ok dulu deh, cucu saya ngajak jalan-jalan cari oleh-oleh buat anak-anak di
Indonesia... .
+++: Ciailah… ceritanye lagi di LN ni yee…..
+++: Rekan-rekan planolog ysh.,
Terima kasih atas tanggapan rekan-rekan terhadap thread ini. Saya turut berbahagia karena
ada beberapa rekan planolog yang
mengerti bahwa ada kesenjangan antara pembangunan dan lain-lainnya
di Jabodetabek (*bukan* Jawa) dengan daerah-daerah lain di Indonesia ini.
Terlepas daripada ini hanya dianggap ekses atau konsekuensi yang memang harus terjadi dari pelaksanaan pembangunan nasional menurut teori-teori
planologis
yang ada, dll. sehingga penumpuk-numpukan pembangunan dan lain-lainnya di Jabodetabek ini dianggap sebagai suatu kewajaran maka cukup ini sajalah kutipan saya pada Minggu pagi ini sbb.:
"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan
kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa
kebakhilan itu baik bagi mereka." [Al Qur'an (3:180)]
>>>: “Dan janganlah engkau mencampuri persoalan yang tidak engkau ketahui
>>>samasekali tentang pokok dasarnya, Sesungguhnya setiap penglihatan,
>>>pendengaran dan pemikiran akan dipinta pertanggungan jawabnya…. (Al Qur’an;
>>>17 : 36)
Ini bukan sekedar sepenuhnya masalah bakhil atau sakhiy saja mas…. Tetapi
technically mereka yang authorized untuk memerintah maupun yang diuniv dan
pasca dan overseas kadang belum mampu menjabarkan dengan tepat, taktis dan
strategis praktek regional equalities itu… karena ini perkara super
rumit….sementara yang touch in business… banyak yang ingin go regional to
depressed area…. Tapi sering apa daya faktor pendukung sering tak sampai…..
sehingga bagaimana modal yang amat sangat besar dan itu milik para pemegang
saham yang banyak pula lalu akan sembarangan dibawa merugi….. dengan makro
ekonomi khan bisa terpengaruh dampaknya pula….
Krn itu ulang2 saya usulkan tentang “filialisasi” porsi kecil cabang industri
manufaktur memimpin dicalon countermagnetnya primate city… murah terjangkau….
tak ada korban berjatuhan.. workable dan dampak gandanya bisa segera dilihat…
Lagipula seperti sering saya kemukakan…. Demokrasi dalam planning (samasekali
bukan demokrasi antara rakyat awam dan pemerintah… tetapi demokrasi yang
cantik antara kalangan para planner pinter sendiri... yaitu baik yg
dipemerintahan, baik yang udah kgk dipemerintahan tapi masih terus merasa
disana, di dpr yang masih gaya al amin, yang diatas awan tapi kalau duwit
tetap sangat doyan, maupun yang injak bumi dipihak rakyat) ini juga belum
lahir…..
maka mari kita terus lanjut berdebat tentang advanced technical solution….
Utamanya yang workable… dan justru lebih penting dibawa ke “koridor
demokrasi”….dan janganlah terlampau cepat dan dangkal dibawa ke “koridor
lain”…. Yang nanti malah nggak keluar solusi dan tidak mencerdaskan planner….
Maupun tidak mencerdaskan masyarakat luas…….
+++: > …..Saya termasuk kelompok orang yang tidak mendukung subway pada saat
ini. Apa kita memang harus ikut-ikutan punya subway seperti negara
lain?.........
…….Untuk underground Jakarta apa ada data lengkap tentang drainage, saluran air
dan lain lain? Nanti nabrak-nabrak.
>>>: Lho anda ini wong nggak setuju kok masih nanya juga …. Lha kalo ternyata
>>>nanti mereka ada data plus peta lengkap drainase, saluran air dsb… dan
>>>technically maupun financialy (biasa… ngutang dulu) lalu mereka mampu bikin
>>>dan selesaikan…. emangnya situ mau berubah pikiran jadi ganti ‘setuju’ gitu
>>>apa gimana mas?...hehe.. saya usulin semangatnya kalo gak gini aja… biar
>>>sana bisa bikin underground sampai 3 lapis sekalipun… gue tetep kagak
>>>setuju… gitu gimana mas?.....
+++: Wacana tentang ketimpangan wilayah sangat menarik dan menyenangkan karena
perbincangan itu dalam koridor akademis. Masing-masing penulis/penanggap punya
sudut pandang yang berbeda-beda dan kemudian bisa dirangkai. Pak Risfan kiranya
sangat baik telah mencoba merangkai itu dari berbagai pandangan dan... pas
(tepat). Kendati begitu wacana bisa lebih menarik bila kemudian ada yang bisa
menyodorkan data-data. Sayang wacana itu ditutup atau dibelokkan ke koridor
lain.
>>>: Setuju sekali bahwa ini adalah koridor akademis….. kalau tidak bisa
>>>menyodorkan data numerik… data sosiologik yang faktualpun saya kira sudah
>>>amat cukup jelas untuk mengetuk hati serta membuka mata kita… bahwa regional
>>>inequalities itu memang amat kontras… sudah amat lama berlangsung … dan
>>>perlu segera dilakukan tindakan konkrit dengan hasil signifikan yang dapat
>>>dihargai oleh rakyat maupun berbagai lintas disipliner lainnya….. dan
>>>bukannya hanya “perencanaan” saja terus…..
Karena DJPR khan tidak harus hanya berarti DJHIPR ( DJ Hanya Impian PR) saja
yang lama2 bisa dilecehkan rakyat….dan rakyat atau SKPD ogah diundang karena
hanya dengerin sodoran Impian saja terus…... tetapi juga DJCINPR (DJ Contoh
Implementasi Nyata PR) yang memberikan contoh mini nyata kisah sukses
keruangan empirik…. Yang akan selanjutnya mudah diimajinasikan bahwa kalau ia
direplikasi dibanyak tempat lain pasti akan muncul hasil teknik keruangan
konkrit dan positip hasilnya…..
DJPR juga seharusnya DJNWRDIPR (DJ Ngajak Wakil Rakyat Diskusikan Implementasi
PR)…. Demikian juga BKTRN seharusnya juga BKTRNSD (BKTRN Siap Dialog)… dan
bukannya BKTRNTUA2M (BKTRN Tertutup, Untouchable dan Amit2 Misterius)…..
+++: Capek deh..
>>>: Akh kalau old soldier never die.. dan katanya the just fade away… maka old
>>>planner maupun young planner maupun planner STW never get tired and
>>>boring….. they just take a rest for a minute ... smiling and get standing
>>>the next minute… and ready to continue the fight again to reach the holy and
>>>great target ….. they never surrender….
+++: Sementara demikian, Rekan-rekan sekalian yth., karena sayup-mayup azan
Subuh telah terdengar dari Mesjid Agung
>>>: Kalau boleh saya usulkan… soal menyangkut kealiman kegiatan ibadah pribadi
>>>seyogyanya tidak usah diilustrasikan, diisyaratkan atau dikisahkan dimilis
>>>ini…. Karena kita tentu lbh ingin fokus ke technical discussion yang dalam
>>>dan luas… dakwah dimilis ini tetap terbuka… dan tetap akan ada cara dan
>>>substansinya yang khas, elegan dan disukai… yang pasti hasilnya akan cukup
>>>efektif….
Kalau setiap milister melakukan hal yang sama… nanti sebentar2 bisa2 akan
akan ada yang nulis… akh..udah dulu ya… ane mau wudhlu dulu nih… akh udah dulu
ya.. ane mau tahajud.. udahan akh.. mau azar… ane mau doa rosario dulu.. ane
mau ke kelenteng dulu akh….dsb…. Milister disini saya amat tahu pasti… pada
rajin dan taat ibadahnya… terus mengaji… dan malah akan ada yang segera
berangkat ke haji ..tapi saya yakin dia tidak akan “pengumuman”….
Firman : “Pahala terbesar bagimu adalah pahala dari pekerjaan-pekerjaan yang
hanya engkau dan Tuhanmu saja yang mengetahuinya….”.
Salam,
aby