Waduh..... Pak Aby pilih kasih nih... Kok pendapat saya nggak ada yang 
ditanggapin. Saya juga butuh pencerahan Pak, he... he... he...
 
Tapi mudah-mudahan hanya karena belum ada tanggapan aja. Bukan karena tulisan 
itu nggak masuk di dalam "koridor" yang Pak Aby sampaikan.....
 
Salam,
 
Fadjar Undip
 


--- On Thu, 10/30/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Re: Tanggapan Ringan Sana Sini
To: [email protected]
Date: Thursday, October 30, 2008, 8:53 AM












Milisters semuanya ysh, 
  
Absen bbrp hari… izinkan saya menanggapi sedikit beberapa potongan lepas 
postings berikut…. : 
  
+++: Pak Aby menggunakan definisi no 2, dan saya pakai yg no 1.... 
Jadi kayaknya saya enggak salah ya Pak Aby? Hehe 
>>>: Ya kayaknya anda sih nggak salah mas…. Tapi kita dimilis ini khan sedang 
>>>debat tentang soal signifikansi konkretisasi strategi implementasi teori 
>>>tata ruang atas regional inequalties…. Dan bukannya  sedang  duduk manis 
>>>dikelas dan mendengarkan bu guru menerangkan teori planning completely dari 
>>>Polese & Sheamur (atau Shearmur?) lalu minggu depannya mau ujian……… 
  
+++: Kalau boleh memilih, mungkin saat ini saya akan condong menjadi 
liaison officer to GAM meski tidak digaji. :-) 
Ini saya pilih daripada menjadi Menteri Bangda dengan segala atribut, 
fasilitas, dan power namun memilih untuk pandir dan manut dengan 
kepentingan segelintir "masyarakat spesial" yang tamak infrastruktur, 
dan rakus kesejahteraan di sekitar Monas saja -- tanpa mau melihat 
"the bigger picture" yang berupa *regional inequalities* . :-) 
>>>: Lho kalo anda sudah  dipercaya jadi menteri.. tentunya ya diharapkan anda 
>>>tidak pandir dan manutan pada orang lain dong….. kalo presiden yang betul.. 
>>>begitu menterinya pandir ya kontan diganti dan pasti diomelin rakyat…. 
Menyangkut GAM… kalau namanya sudah “ingin merdeka” tentu sudah siap 
ngajak/nantangin perang… tapi kalau yang besar ngajak damai yang kecil juga 
nggak usah besar kepala….karena apa susahnya sih bagi yang besar untuk ngabisin 
yang kecil?.... 

+++: [Btw, emang ada gitu "Menteri Bangda"? Kalau yang bangda (bangga, 
maksudnya:-) jadi menteri sekalipun wanprestasi mungkin banyak ya.] :-) 
>>>:Lho ya ada aja dong mas … lha khan susunan kabinet milis referensi itu hak 
>>>prerogatif presidennya… mau  ada menteri urusan Dagelan/Lawak khan boleh 
>>>juga… hehe..

+++:Saya sependapat dengan tulisan Mas Aby, terutama dengan yang ini:
| Saya kira GAM atau Mr. Cak Andri akan setuju kalau itu lebih 
| dipakai untuk mengembangkan countermagnet to primate city 
| the Jabodetabek… demi "azas keadilan keruangan nasional" …
| walau itu alokasinya ditimur (Greater Makassar) sekalipun…..
>>>: Nha ini baru namanya anak NKRI ganteng dan baik beneran….. aye demen 
>>>nih….. 
  
+++: Ok dulu deh, cucu saya ngajak jalan-jalan cari oleh-oleh buat anak-anak di 
Indonesia... . 
+++:  Ciailah… ceritanye lagi di LN ni yee….. 
  
+++: Rekan-rekan planolog ysh., 
Terima kasih atas tanggapan rekan-rekan terhadap thread ini. Saya turut berbahagia karena
 ada beberapa rekan planolog yang 
mengerti bahwa ada kesenjangan antara pembangunan dan lain-lainnya 
di Jabodetabek (*bukan* Jawa) dengan daerah-daerah lain di Indonesia ini.  
Terlepas daripada ini hanya dianggap ekses atau konsekuensi yang memang harus terjadi dari pelaksanaan pembangunan nasional menurut teori-teori
 planologis 
yang ada, dll. sehingga penumpuk-numpukan pembangunan dan lain-lainnya di Jabodetabek ini dianggap sebagai suatu kewajaran maka cukup ini sajalah kutipan saya pada Minggu pagi ini sbb.:
 
"Sekali-kali janganlah  orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan 
kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa 
kebakhilan itu baik bagi mereka." [Al Qur'an (3:180)]
>>>: “Dan janganlah engkau mencampuri persoalan  yang tidak engkau ketahui 
>>>samasekali tentang pokok dasarnya, Sesungguhnya setiap penglihatan, 
>>>pendengaran dan pemikiran akan dipinta pertanggungan jawabnya…. (Al Qur’an;  
>>>17 : 36) 
Ini bukan sekedar sepenuhnya masalah bakhil atau sakhiy  saja mas…. Tetapi 
technically mereka yang authorized untuk memerintah maupun yang diuniv dan 
pasca dan overseas kadang belum mampu menjabarkan dengan tepat, taktis dan 
strategis  praktek regional equalities itu… karena ini perkara super 
rumit….sementara yang touch in business… banyak yang ingin  go regional to 
depressed area…. Tapi sering apa daya faktor pendukung sering tak sampai….. 
sehingga bagaimana modal yang amat sangat besar  dan itu milik para pemegang 
saham yang banyak pula lalu akan sembarangan dibawa merugi….. dengan makro 
ekonomi khan bisa terpengaruh dampaknya pula…. 
Krn itu ulang2 saya usulkan tentang “filialisasi” porsi kecil cabang industri 
manufaktur memimpin dicalon countermagnetnya  primate city… murah terjangkau…. 
tak ada korban berjatuhan.. workable dan dampak gandanya bisa segera dilihat… 
Lagipula seperti sering saya kemukakan…. Demokrasi dalam planning (samasekali 
bukan demokrasi antara rakyat  awam dan pemerintah… tetapi demokrasi  yang 
cantik  antara  kalangan para planner pinter sendiri... yaitu baik yg 
dipemerintahan, baik yang udah kgk dipemerintahan  tapi masih terus merasa 
disana, di  dpr yang masih gaya al amin,  yang diatas awan tapi kalau duwit 
tetap sangat doyan, maupun yang injak bumi dipihak rakyat)  ini juga belum 
lahir….. 
maka mari kita terus lanjut berdebat tentang advanced technical solution…. 
Utamanya yang workable… dan justru lebih penting  dibawa ke “koridor 
demokrasi”….dan janganlah  terlampau cepat dan dangkal dibawa ke “koridor 
lain”…. Yang nanti malah nggak keluar solusi dan tidak mencerdaskan planner…. 
Maupun tidak mencerdaskan masyarakat luas……. 
  
+++: > …..Saya termasuk kelompok orang yang tidak mendukung subway pada saat 
ini. Apa kita memang harus ikut-ikutan punya subway seperti negara 
lain?.........
…….Untuk underground Jakarta apa ada data lengkap tentang drainage, saluran air 
dan lain lain? Nanti nabrak-nabrak. 
>>>: Lho anda ini wong nggak setuju kok masih nanya juga ….  Lha kalo ternyata 
>>>nanti mereka  ada data plus peta lengkap drainase, saluran air dsb…  dan 
>>>technically maupun financialy (biasa… ngutang dulu)  lalu mereka mampu bikin 
>>>dan selesaikan…. emangnya situ mau berubah pikiran jadi ganti ‘setuju’  gitu 
>>>apa gimana mas?...hehe. . saya usulin semangatnya kalo gak gini aja… biar 
>>>sana bisa bikin underground sampai 3 lapis sekalipun…  gue tetep kagak 
>>>setuju… gitu gimana mas?..... 
  
+++: Wacana tentang ketimpangan wilayah sangat menarik dan menyenangkan karena 
perbincangan itu dalam koridor akademis. Masing-masing penulis/penanggap punya 
sudut pandang yang berbeda-beda dan kemudian bisa dirangkai. Pak Risfan kiranya 
sangat baik telah mencoba merangkai itu dari berbagai pandangan dan... pas 
(tepat). Kendati begitu wacana bisa lebih menarik bila kemudian ada yang bisa 
menyodorkan data-data. Sayang wacana itu ditutup atau dibelokkan ke koridor 
lain. 
>>>: Setuju sekali bahwa ini adalah koridor akademis….. kalau tidak bisa 
>>>menyodorkan data numerik… data sosiologik yang faktualpun saya kira sudah 
>>>amat cukup jelas untuk mengetuk hati serta membuka mata kita… bahwa regional 
>>>inequalities itu memang amat kontras… sudah amat lama berlangsung … dan 
>>>perlu segera dilakukan tindakan  konkrit dengan hasil signifikan yang dapat 
>>>dihargai oleh rakyat maupun berbagai lintas disipliner lainnya….. dan 
>>>bukannya hanya “perencanaan” saja terus….. 
Karena DJPR  khan tidak harus hanya berarti DJHIPR ( DJ Hanya Impian PR) saja  
yang lama2 bisa dilecehkan rakyat….dan rakyat atau SKPD ogah diundang karena 
hanya dengerin sodoran Impian saja terus…... tetapi juga DJCINPR (DJ Contoh 
Implementasi Nyata PR)  yang memberikan contoh mini nyata  kisah sukses 
keruangan empirik…. Yang akan selanjutnya mudah diimajinasikan bahwa kalau ia 
direplikasi dibanyak tempat lain  pasti akan  muncul hasil  teknik keruangan 
konkrit dan positip hasilnya….. 
DJPR juga seharusnya DJNWRDIPR (DJ Ngajak Wakil Rakyat Diskusikan Implementasi 
PR)…. Demikian juga BKTRN seharusnya juga BKTRNSD (BKTRN Siap Dialog)… dan 
bukannya BKTRNTUA2M (BKTRN Tertutup, Untouchable dan Amit2 Misterius)….. 
  
+++: Capek deh.. 
>>>: Akh kalau old soldier never die.. dan katanya the just fade away… maka old 
>>>planner maupun young planner maupun  planner STW never get tired and 
>>>boring….. they just take a rest for a minute ... smiling  and get standing 
>>>the next minute… and ready to continue the fight again to reach the holy and 
>>>great target ….. they never surrender…. 
  
+++: Sementara demikian, Rekan-rekan sekalian yth., karena sayup-mayup azan 
Subuh telah terdengar dari Mesjid Agung 
>>>: Kalau boleh saya usulkan… soal menyangkut kealiman kegiatan ibadah pribadi 
>>>seyogyanya tidak usah diilustrasikan, diisyaratkan atau dikisahkan dimilis 
>>>ini…. Karena kita tentu lbh ingin fokus ke technical discussion yang dalam 
>>>dan luas… dakwah dimilis ini tetap terbuka… dan tetap akan ada cara dan 
>>>substansinya yang khas,  elegan dan disukai… yang pasti hasilnya akan cukup 
>>>efektif…. 
Kalau setiap milister melakukan  hal yang sama… nanti sebentar2 bisa2  akan 
akan ada yang nulis… akh..udah dulu ya… ane mau wudhlu dulu nih… akh udah dulu 
ya..  ane mau tahajud..  udahan akh.. mau azar… ane mau doa rosario dulu.. ane 
mau ke kelenteng dulu akh….dsb…. Milister disini saya amat tahu pasti… pada 
rajin dan taat ibadahnya… terus mengaji… dan malah  akan ada yang segera 
berangkat ke haji ..tapi saya yakin dia tidak akan “pengumuman”…. 
  
Firman : “Pahala terbesar bagimu adalah pahala dari pekerjaan-pekerjaan yang 
hanya engkau dan Tuhanmu saja yang mengetahuinya… .”. 
  
Salam, 
aby 
  
 
 














      

Kirim email ke