+++:  Ketika saya bilang manufaktur sepeda,.. yah jangan lantas hanya sepeda 
onthel dong, pak Aby,….. 
>>>: Wah… ini pekerjaan cukup sulit juga ya….. harus menafsirkan makna ganda 
>>>dari kalimat yg nampaknya sudah cukup jelas dan cukup sederhana 
>>>pengertiannya…..
 
+++: Saya kok percaya Industri sepeda kalau dikerjakan serius juga bisa 
leading,… daripada selama ini negara kita ini cuman jadi target pasar 
Singapore, Malaysia,dan Australia dan negara2 luar lainnya
>>>: Ini konteksnya adalah “bgmn menyemai industri manufaktur di KTI”….. agar 
>>>segera muncul multiplier effect yg signifikan…. yg dikaitkan dgn konteks 
>>>“bgmn mengembangkan/ mendinamisasikan kota metropolitan yg sdh ada di KTI 
>>>(dlm hal ini Mks)……. 
Jadi sesuai teori pembangunan regional dimana katanya diperlukan peran 
“industri memimpin”…. maka disini saya kira sudah bukan/ sedang bukan waktunya 
untuk mendiskusikan “industri apa yang disenangi/ atau yang kurang disukai” utk 
dikembangkan di KTI …. atau bukan pula waktunya utk mendiskusikan “industri 
sepeda kalau dikerjakan serius bisa leading atau tidak” ……… tetapi diskusi yg 
lebih mendesak adalah saya kira ……. “industri nasional yg jelas2 hari ini telah 
terbukti/ terlihat  tepat/ dan bisa dinyatakan kontan hari ini juga sbg 
“memimpin”….. ingin dilihat bgmn sumbangan perannya yg besar dalam 
“mengembangkan KTI serta dgn berbagai multiplier effectnya yg luas dengan 
segera”……. Dimana itu tanpa industri demikian terganggu sedikitpun kinerjanya 
atau aktivitas rutinnya krn ada aspek relokasi (minor) didalamnya……..
Kalau gambaran konsep saya jelas sekali dan cukup sederhana serta cukup 
workable sekali ….. seperti bahwa (1) dari kapasitas pasar/ produksi yg 5,5 
juta/6,5 juta unit pertahun….. saya usulkan dipindahkan sebanyak 1/8 
(seperdelapan)nya saja (kecil dan tak akan mengganggu aktivitas utama)  atau 
itu berarti kapasitas pasar/ produksi 750.000 unit spd motor di KTI (kecil utk 
KBI dan jabodetabek tapi besar dan monumental utk KTI)…… (2) “kepemilikan 
industri manufaktur dibidang otomotif” ini akan  segera menjadikan rasa percaya 
diri yg besar bagi masyarakat KTI utk memulai ‘dimensi baru pembangunan 
industri/ industri manufakturnya’….. belum lagi bila “sister product”nya berupa 
“industri motor tempel” (outboard motor) utk motorboat  juga sekaligus 
dikembangkan di KTI yg dari keadaan geografiknya yang berbelas ribu pulau…. KTI 
memang merupakan pasar yg cukup besar bagi produk mesin motorboat…….. (3) 
mendorong peran industri
 memimpin ini menurut saya memang tidak usah memakai model  membujuk, 
mengiming2i dsb yg mengesankan posisi kurang terhormat…. spt seolah didalamnya 
ada unsur tersembunyi utk menipu/ memerangkap/ menjebak agar industri 
manufaktur tertentu mau beraktivitas di KTI (dan rasain terjebak disana)….. 
tetapi alasan2 yg kita kemukakan memang adalah absolutely reasonable dan tak 
sedikitpun membuat mereka blangsak…… karena itu model yg cukup elegan utk 
membicarakan masalah  itu dgn industri dimaksud adalah saya kira tidak usah 
pake PP dsb yg sifatnya serba memaksa sambil belum tentu jelas prospek baik apa 
yg dpt diperoleh oleh industri terkait/ atau krn belum jelas gmbrn bgmn yg dpt 
diberikan oleh pemerintah ttg prospek pengembangan industri manufaktur di KTI 
tanpa kesulitan yg  serius bagi yg melaksanakannya……... (4) kalau saya usulkan 
pake RI-1… selain bahwa gambaran2 prospek pengembangan industri manufaktur 
terkait di KTI yg disampaikan tak akan
   membuat perusahaan terkait menjadi blangsak……. Selain pula bahwa  RI-1/ 
Wapres  akan lebih mencerminkan lingkup “multisektoralitas” yg diembannya 
(industri, pembangunan wilayah, dsb)….. undangan makan oleh RI-1  lbh saya 
maksudkan sbg  “sudah pasti lbh berwibawa dan lebih bergengsi”  dibanding 
dengan sekedar undangan oleh “menteri ” yg seperti anda tahu dimasa  eforia 
reformasi ini….. jangankan menteri…. bahkan seorang presidenpun  tak ditakuti 
sedikitpun oleh rakyatnya …….
Bahwa pd postingnya yl anda tidak setuju “peran industri spd motor sbg industri 
memimpin kita saat ini utk inisiasi semaian  industri manufaktur di KTI”(dgn 
reasoning yg cukup serius  dan cukup melelahkan dari saya)  ….. dan anda lebih 
memilih “industri sepeda onthel”… saya kira boleh saja…. Tapi tentu perlu 
disertai dgn gambaran rasional yg sejenis  spt setidaknya ada sedikit data 
angka2 misalnya ttg industri sepeda onthel yg lebih anda sukai itu serta dampak 
gandanya yg signifikan di KTI apa/ bgmn… lalu kalau dari saya sudah jelas pula 
manufacturing companies yg dibidik itu siapa2 saja…. Apakah dari anda dpt 
dijelaskan pula nama2 perusahaan industri sepeda onthel yg mau disuruh ke KTI 
itu namanya apa2 saja.. dan kapasitasnya msg2 berapa…..  dan bukan sekedar 
semacam pernyataan subyektip  sederhana spt “aku mau telor dadar dan tak mau 
telur ceplok” begitu saja…….


+++: Lain dari itu, saya setuju sama pak Aby,…. Industri speda Yes,.. industri 
spedamotor,Monggo…. 
>>>: Yaa…. Diskusi dengan adik kecil Dwi tentu akan lbh baik kalau dilakukan 
>>>dgn cara yg bersahabat dan kompromistis…. maka saya lebih memilih katakan 
>>>mine is yes, your is yes juga …… hehe..
 
Salam,
aby
 

--- On Mon, 1/12/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com> wrote:
From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com>
Subject: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Monday, January 12, 2009, 8:54 AM
 
 
Pak Aby yang baik, yang cerdas dan cermat, cepat dan tepat,… 
 
1.     Yang saya tangkap rupanya langkah praktisnya adalah sbuah rencana 
undangan dari presiden untuk “menganjurkan” . Sebelumnya pakABy bilang 
persuasi, iming-iming, tak ada gunanya,… tapi saya liat langkah praktisnya 
undangan makan malam untuk “menganjurkan” itu kok seperti ada acara 
iming-iming, persuasi,…  walaupun ada tambahan gambaran sumbangan mulia,.. 
2.     Yah kalau bisa meramu “anjuran” itu sehingga match dengan interest 
mereka,  bagus lah,….. tapi kalau tidak ketemu,….. masa harus dipaksa oleh 
sebuah PP….  mungkin ini bisa menjadi tantangan buat planner,.. bagaimana 
meramu konsep “penganjuran” yang tepat, dan cocok di hati para pelaku industry 
manufaktur itu,….. sehingga tidak perlu keluar PP pemaksaan,….  
3.     memang pendekatan gala dinner itu sepertinya sangat efektif efektif,… 
sepertinya patut dicoba,….. kalau mau disamakan mungkin seperti pendekatan 
jokowi, walikota solo yang berhasil memindahkan para pedagang kaki lima setelah 
makan siang bareng lebih dari 50 kali,…. 
4.     Tapi saya gak setuju manufaktur otomotif,…. Kalau manifaktur sepeda, 
saya mendukung sekali,.. huehehehhe 
  
Salam hangat dan terimakasih, pak Aby… 
  
Best Regards,

--- On Sun, 1/18/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote:

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
To: [email protected]
Date: Sunday, January 18, 2009, 5:47 PM








Pak Aby,
Ketika saya bilang manufaktur sepeda,.. yah jangan lantas hanya sepeda onthel 
dong, pak Aby,….. 
Saya kok percaya Industri sepeda kalau dikerjakan serius juga bisa leading,…  
daripada selama ini negara kita ini cuman jadi target pasar Singapore, 
Malaysia,dan Australia dan negara2 luar lainnya
 
Lain dari itu, saya setuju sama pak Aby,…. Industri speda Yes,.. industri 
spedamotor,Monggo…. 
 

Salam sehat selalu
 
Benedictus Dwiagus S.
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com 
 
"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to 
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White
 
:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere 
in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on 
monitoring and evaluation and other related development issues including 
development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 
Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. 
php?gid=34091848 127&ref=ts 
 


From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf 
Of hengky abiyoso
Sent: 17 January 2009 22:15
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
 








 
Maaf terlambat menjawab…. 
Terimakasih atas tanggapan2 yg telah disampaikan…… saya pikir samasekali tidak 
ada masalah bagi diri saya menyangkut humor dan ‘ketidakseriusan’ dari siapapun 
kepada diri saya…. Malah saya senang kalau ada siapa saja yang berkenan ‘sok 
akrab’ juga dengan saya…. 
Tapi terus terang saya memang agak prihatin juga ya setiap kali ada kesan  
‘ketidakseriusan’ serta “kekurang cepat tanggapan” yang muncul kepada keadaan 
negara dan bangsa yg sdg amat memprihatinkan saat ini…….. krn negara dan bangsa 
ini tentu sangat mengharapkan sumbangan pemikiran2 serius, “langkah maju” serta 
“langkah konkrit” yang dapat dibuat oleh para anak bangsanya…. Khususnya 
daripada masyarakat intelektual yang pada esduaan serta keatasnya….. bukan 
sekedar guyon2an saja terus……  apalagi ini khan gak gratis dan gak sia-sia…. 
Maksud saya… pasti Tuhan tak akan pernah ingkar janji dengan cara tak akan  
membalas kebaikan umatNya berlipatganda …..…. 
  
Tapi dari pernyataan (atau guyonan?) kalimat substitutip sedangkal ini :   
“…saya gak setuju manufaktur otomotif,…. Kalau manifaktur sepeda, saya 
mendukung sekali,..”…….. ini memang agak mencengangkan saya juga….. soalnya lha 
wong negara kita namanya khan masih “sedang berkembang” dan tentunya pengin 
naik tingkat menjadi “negara maju” atau setidaknya menjadi “negara rada dikit 
maju”…….   
Ini penduduknya seabreg (no.4 dunia), angka kelahirannya masih tinggi (3-4 juta 
per thn), angka kemiskinan dan penganggurannya gitu  juga, sementara itu punya 
industri (spd motor) no3 terbesar dunia yg cukup sehat dan maju…. Ee..lha kok 
bukannya dibanggain dan disyukurin  lalu berpikir bgmn  memanfaatkannya  bagi 
sumbangan “peran”nya yg lebih besar lagi didlm negeri bagi pembangunan wilayah 
(krn kontksnya khan pembangunan wilayah/ gbmn menyemai industri manufaktur 
dikawasan tertinggal)…… Lha ini kok malah nggak disuka dan (mirip logikanya 
awam yg kira2 gak pernah ketemu teori planning)  lebih prefer industri sepeda 
onthel…. Hanya gara-gara a.l. anggota bike to work, gak polusi… 
Padahal bukankah bikin kringetan dan orang harus mandi dulu sesampai dikantor, 
padahal juga pemakaiannya terbatas, tidak bisa utk segala rupa keperluan 
transport dan medan, dan industri ginian tak pernah jadi “industri memimpin” 
dikawasan tertinggal ……apa ini tidak bikin rakyat geleng kepala dan puyeng bagi 
pak/bu dosen yg ngajar teori regional planning juga?....…. 
Setidaknya sih saya pikir seharusnya  paling abis pola pikir sederhana yg lebih 
rasional dan progresip  adalah “industri spd motor yes, industri sepeda onthel 
yes juga”…. Dan “industri lebih canggih lagi ya iyes juga”….. dan bgmn 
Indonesia sbg “negara sedang berkembang” agar dapat naik peringkat menjadi 
“negara lumayan maju”…… lalu berikutnya lagi jadi “negara maju beneran”….. 
  
Salam, 
aby 
  
  
Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI 
Monday, January 12, 2009 6:17 PM 
From: "Benedictus Dwiagus Stepantoro" <bdwia...@gmail. com> 
To: refere...@yahoogrou ps.com 
Cc: pl...@yahoogroups. com 
  
Re: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI 
Monday, January 12, 2009 4:55 PM 
From: "Farid Irsyad" <itsmefirsya02@ yahoo.com> 
To: refere...@yahoogrou ps.com 
Cc: pl...@yahoogroups. com 

 
 
 














      

Kirim email ke