Pak Aby YSH

 

1.     Soalnya kalau bicara sepeda onthel, saya membayangkan sepeda tua mbah
saya di wonosari gunungkidul yang entah disimpen di mana sekarang ya..
Padahal kalau sepeda khan ada sepeda MTB, sepeda lipet, sepeda pacu di
jalan, sepeda mini, dan lain-lain.. belum lagi segala macam pernik2nya,
spare-partnya, asesoris beragam, dll

2.     Saya sih gak punya data kerasnya nih pak,.. tapi mungkin coba kita
intip-intip 3 leading manufakturer yang ada: INSERA
<http://www.insera.co.id/page01.htm>  (yang bikin merek polygon), WIM
<http://www.wimcycle.com/home.php?&width=1280&height=800>  CYCLE, dan UNITED
<http://www.unitedbike.com/about.php> . 

Mungkin ini butuh riset untuk mendapatkandata-data keras sepertinya,..
walaupun Mereka masih bekerjasama dcengan pers Taiwan/china..  tapi mereka
sudah mengekspor ke berbagai Negara,. bahkan menjadi ancaman untuk Negara
eropa,.. mereka takut di-dumping oleh sepeda-sepeda kita,.. 

3.     Terimkasih atas diskusinya yang bersahabat dan kompromistis, pak
Aby,..

 

Salam,

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of hengky abiyoso
Sent: 19 January 2009 20:50
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI

 


  

+++:  Ketika saya bilang manufaktur sepeda,.. yah jangan lantas hanya sepeda
onthel dong, pak Aby,... 

>>>: Wah. ini pekerjaan cukup sulit juga ya... harus menafsirkan makna ganda
dari kalimat yg nampaknya sudah cukup jelas dan cukup sederhana
pengertiannya... 

  

+++: Saya kok percaya Industri sepeda kalau dikerjakan serius juga bisa
leading,. daripada selama ini negara kita ini cuman jadi target pasar
Singapore, Malaysia,dan Australia dan negara2 luar lainnya 

>>>: Ini konteksnya adalah "bgmn menyemai industri manufaktur di KTI"...
agar segera muncul multiplier effect yg signifikan.. yg dikaitkan dgn
konteks "bgmn mengembangkan/ mendinamisasikan kota metropolitan yg sdh ada
di KTI (dlm hal ini Mks)... 

Jadi sesuai teori pembangunan regional dimana katanya diperlukan peran
"industri memimpin".. maka disini saya kira sudah bukan/ sedang bukan
waktunya untuk mendiskusikan "industri apa yang disenangi/ atau yang kurang
disukai" utk dikembangkan di KTI .. atau bukan pula waktunya utk
mendiskusikan "industri sepeda kalau dikerjakan serius bisa leading atau
tidak" ... tetapi diskusi yg lebih mendesak adalah saya kira ... "industri
nasional yg jelas2 hari ini telah terbukti/ terlihat  tepat/ dan bisa
dinyatakan kontan hari ini juga sbg "memimpin"... ingin dilihat bgmn
sumbangan perannya yg besar dalam "mengembangkan KTI serta dgn berbagai
multiplier effectnya yg luas dengan segera"... Dimana itu tanpa industri
demikian terganggu sedikitpun kinerjanya atau aktivitas rutinnya krn ada
aspek relokasi (minor) didalamnya.... 

Kalau gambaran konsep saya jelas sekali dan cukup sederhana serta cukup
workable sekali ... seperti bahwa (1) dari kapasitas pasar/ produksi yg 5,5
juta/6,5 juta unit pertahun... saya usulkan dipindahkan sebanyak 1/8
(seperdelapan)nya saja (kecil dan tak akan mengganggu aktivitas utama)  atau
itu berarti kapasitas pasar/ produksi 750.000 unit spd motor di KTI (kecil
utk KBI dan jabodetabek tapi besar dan monumental utk KTI).. (2)
"kepemilikan industri manufaktur dibidang otomotif" ini akan  segera
menjadikan rasa percaya diri yg besar bagi masyarakat KTI utk memulai
'dimensi baru pembangunan industri/ industri manufakturnya'... belum lagi
bila "sister product"nya berupa "industri motor tempel" (outboard motor) utk
motorboat  juga sekaligus dikembangkan di KTI yg dari keadaan geografiknya
yang berbelas ribu pulau.. KTI memang merupakan pasar yg cukup besar bagi
produk mesin motorboat.... (3) mendorong peran industri memimpin ini menurut
saya memang tidak usah memakai model  membujuk, mengiming2i dsb yg
mengesankan posisi kurang terhormat.. spt seolah didalamnya ada unsur
tersembunyi utk menipu/ memerangkap/ menjebak agar industri manufaktur
tertentu mau beraktivitas di KTI (dan rasain terjebak disana)... tetapi
alasan2 yg kita kemukakan memang adalah absolutely reasonable dan tak
sedikitpun membuat mereka blangsak.. karena itu model yg cukup elegan utk
membicarakan masalah  itu dgn industri dimaksud adalah saya kira tidak usah
pake PP dsb yg sifatnya serba memaksa sambil belum tentu jelas prospek baik
apa yg dpt diperoleh oleh industri terkait/ atau krn belum jelas gmbrn bgmn
yg dpt diberikan oleh pemerintah ttg prospek pengembangan industri
manufaktur di KTI tanpa kesulitan yg  serius bagi yg melaksanakannya.....
(4) kalau saya usulkan pake RI-1. selain bahwa gambaran2 prospek
pengembangan industri manufaktur terkait di KTI yg disampaikan tak akan
membuat perusahaan terkait menjadi blangsak... Selain pula bahwa  RI-1/
Wapres  akan lebih mencerminkan lingkup "multisektoralitas" yg diembannya
(industri, pembangunan wilayah, dsb)... undangan makan oleh RI-1  lbh saya
maksudkan sbg  "sudah pasti lbh berwibawa dan lebih bergengsi"  dibanding
dengan sekedar undangan oleh "menteri " yg seperti anda tahu dimasa  eforia
reformasi ini... jangankan menteri.. bahkan seorang presidenpun  tak
ditakuti sedikitpun oleh rakyatnya ... 

Bahwa pd postingnya yl anda tidak setuju "peran industri spd motor sbg
industri memimpin kita saat ini utk inisiasi semaian  industri manufaktur di
KTI"(dgn reasoning yg cukup serius  dan cukup melelahkan dari saya)  ... dan
anda lebih memilih "industri sepeda onthel". saya kira boleh saja.. Tapi
tentu perlu disertai dgn gambaran rasional yg sejenis  spt setidaknya ada
sedikit data angka2 misalnya ttg industri sepeda onthel yg lebih anda sukai
itu serta dampak gandanya yg signifikan di KTI apa/ bgmn. lalu kalau dari
saya sudah jelas pula manufacturing companies yg dibidik itu siapa2 saja..
Apakah dari anda dpt dijelaskan pula nama2 perusahaan industri sepeda onthel
yg mau disuruh ke KTI itu namanya apa2 saja.. dan kapasitasnya msg2
berapa...  dan bukan sekedar semacam pernyataan subyektip  sederhana spt
"aku mau telor dadar dan tak mau telur ceplok" begitu saja...




+++: Lain dari itu, saya setuju sama pak Aby,.. Industri speda Yes,..
industri spedamotor,Monggo.. 

>>>: Yaa.. Diskusi dengan adik kecil Dwi tentu akan lbh baik kalau dilakukan
dgn cara yg bersahabat dan kompromistis.. maka saya lebih memilih katakan
mine is yes, your is yes juga .. hehe.. 

  

Salam, 

aby 

  


--- On Mon, 1/12/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com>
wrote: 

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com>
Subject: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Monday, January 12, 2009, 8:54 AM 

  

  

Pak Aby yang baik, yang cerdas dan cermat, cepat dan tepat,. 

  

1.     Yang saya tangkap rupanya langkah praktisnya adalah sbuah rencana
undangan dari presiden untuk "menganjurkan" . Sebelumnya pakABy bilang
persuasi, iming-iming, tak ada gunanya,. tapi saya liat langkah praktisnya
undangan makan malam untuk "menganjurkan" itu kok seperti ada acara
iming-iming, persuasi,.  walaupun ada tambahan gambaran sumbangan mulia,.. 

2.     Yah kalau bisa meramu "anjuran" itu sehingga match dengan interest
mereka,  bagus lah,... tapi kalau tidak ketemu,... masa harus dipaksa oleh
sebuah PP..  mungkin ini bisa menjadi tantangan buat planner,.. bagaimana
meramu konsep "penganjuran" yang tepat, dan cocok di hati para pelaku
industry manufaktur itu,... sehingga tidak perlu keluar PP pemaksaan,..   

3.     memang pendekatan gala dinner itu sepertinya sangat efektif efektif,.
sepertinya patut dicoba,... kalau mau disamakan mungkin seperti pendekatan
jokowi, walikota solo yang berhasil memindahkan para pedagang kaki lima
setelah makan siang bareng lebih dari 50 kali,.. 

4.     Tapi saya gak setuju manufaktur otomotif,.. Kalau manifaktur sepeda,
saya mendukung sekali,.. huehehehhe 

  

Salam hangat dan terimakasih, pak Aby. 

  

Best Regards,

--- On Sun, 1/18/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
wrote:

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
To: [email protected]
Date: Sunday, January 18, 2009, 5:47 PM

Pak Aby,

Ketika saya bilang manufaktur sepeda,.. yah jangan lantas hanya sepeda
onthel dong, pak Aby,... 

Saya kok percaya Industri sepeda kalau dikerjakan serius juga bisa leading,.
daripada selama ini negara kita ini cuman jadi target pasar Singapore,
Malaysia,dan Australia dan negara2 luar lainnya

 

Lain dari itu, saya setuju sama pak Aby,.. Industri speda Yes,.. industri
spedamotor,Monggo.. 

  

Salam sehat selalu

  

Benedictus Dwiagus S. 

http://bdwiagus. blogspot. com 

http://bdwiagus. multiply. com 

  

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White 

  

:::... Indo-MONEV ...::: 

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia. 

Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts 

  

From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On
Behalf Of hengky abiyoso
Sent: 17 January 2009 22:15
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI

  


 

Maaf terlambat menjawab.. 

Terimakasih atas tanggapan2 yg telah disampaikan.. saya pikir samasekali
tidak ada masalah bagi diri saya menyangkut humor dan 'ketidakseriusan' dari
siapapun kepada diri saya.. Malah saya senang kalau ada siapa saja yang
berkenan 'sok akrab' juga dengan saya.. 

Tapi terus terang saya memang agak prihatin juga ya setiap kali ada kesan
'ketidakseriusan' serta "kekurang cepat tanggapan" yang muncul kepada
keadaan negara dan bangsa yg sdg amat memprihatinkan saat ini.... krn negara
dan bangsa ini tentu sangat mengharapkan sumbangan pemikiran2 serius,
"langkah maju" serta "langkah konkrit" yang dapat dibuat oleh para anak
bangsanya.. Khususnya daripada masyarakat intelektual yang pada esduaan
serta keatasnya... bukan sekedar guyon2an saja terus..  apalagi ini khan gak
gratis dan gak sia-sia.. Maksud saya. pasti Tuhan tak akan pernah ingkar
janji dengan cara tak akan  membalas kebaikan umatNya berlipatganda ..... 

  

Tapi dari pernyataan (atau guyonan?) kalimat substitutip sedangkal ini :
".saya gak setuju manufaktur otomotif,.. Kalau manifaktur sepeda, saya
mendukung sekali,..".... ini memang agak mencengangkan saya juga... soalnya
lha wong negara kita namanya khan masih "sedang berkembang" dan tentunya
pengin naik tingkat menjadi "negara maju" atau setidaknya menjadi "negara
rada dikit maju"...   

Ini penduduknya seabreg (no.4 dunia), angka kelahirannya masih tinggi (3-4
juta per thn), angka kemiskinan dan penganggurannya gitu  juga, sementara
itu punya industri (spd motor) no3 terbesar dunia yg cukup sehat dan maju..
Ee..lha kok bukannya dibanggain dan disyukurin  lalu berpikir bgmn
memanfaatkannya  bagi sumbangan "peran"nya yg lebih besar lagi didlm negeri
bagi pembangunan wilayah (krn kontksnya khan pembangunan wilayah/ gbmn
menyemai industri manufaktur dikawasan tertinggal).. Lha ini kok malah nggak
disuka dan (mirip logikanya awam yg kira2 gak pernah ketemu teori planning)
lebih prefer industri sepeda onthel.. Hanya gara-gara a.l. anggota bike to
work, gak polusi. 

Padahal bukankah bikin kringetan dan orang harus mandi dulu sesampai
dikantor, padahal juga pemakaiannya terbatas, tidak bisa utk segala rupa
keperluan transport dan medan, dan industri ginian tak pernah jadi "industri
memimpin" dikawasan tertinggal ..apa ini tidak bikin rakyat geleng kepala
dan puyeng bagi pak/bu dosen yg ngajar teori regional planning juga?...... 

Setidaknya sih saya pikir seharusnya  paling abis pola pikir sederhana yg
lebih rasional dan progresip  adalah "industri spd motor yes, industri
sepeda onthel yes juga".. Dan "industri lebih canggih lagi ya iyes juga"...
dan bgmn Indonesia sbg "negara sedang berkembang" agar dapat naik peringkat
menjadi "negara lumayan maju".. lalu berikutnya lagi jadi "negara maju
beneran"... 

  

Salam, 

aby 

  

  

Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI 

Monday, January 12, 2009 6:17 PM 

From: "Benedictus Dwiagus Stepantoro" <bdwia...@gmail. com> 

To: refere...@yahoogrou ps.com 

Cc: pl...@yahoogroups. com 

  

Re: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI 

Monday, January 12, 2009 4:55 PM 

From: "Farid Irsyad" <itsmefirsya02@ yahoo.com> 

To: refere...@yahoogrou ps.com 

Cc: pl...@yahoogroups. com 

 

 

 

 

Kirim email ke