Pak Aby ysh,

Selain saran relokasi, sebenarnya ada industri manufaktur yang potensial
dikembangkan di KTI, yaitu industri katinting (mesin tempel kapal) dan
kapalnya sendiri. Katinting digunakan meluas di KTI, cenderung
memperbesar kapasitas dan volume. Kemarin di Ternate kita pernah coba
4x20 PK, malah teman di Sorong pakai 4x50 PK, hanya untuk perahu kecil.
Saya kira katinting yang ada masih built-up dari Jepang atau assembling
Surabaya. Anehnya juga sedikit sekali bengkel reparasi mesin di KTI.
Dinas DKP Malut juga punya program rutin motorisasi nelayan, sekitar 500
unit/tahun.

Kalau untuk kapal, dulu
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/304>  saya pernah
tinjau-tinjau di Bitung dan ketemu orang bikin kapal 10 ton, dan
teman-teman UNCRD itu cukup antusias. Saya kira pusatnya di
Buton-Selayar Sulsel. Kalau disemai di beberapa tempat, kita bisa jadi
negara maritim. Di Ambon di samping penyeberangan itu juga ada satu
galangan kapal, tapi lebih sering sepi. Memang ketika saya tanyakan si
Ahmad <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/304>  dari Asmat
mengenai perlunya membeli kapal-kapal perikanan yang baru ukuran besar,
dia menyarankan, "Ngapain beli yang baru pak, beli saja yang bekas di
Probolinggo, murah-murah kok." Saya baru tahu rupanya Probolinggo
menjadi sentra perdagangan kapal (bekas), mungkin sejak era Majapahit.

Untuk sepeda, saya belum melihat pasar. Sementara demikian dulu pak.
Salam.

-ekadj


--- In [email protected], hengky abiyoso <watashi...@...> wrote:
>
>
>
> +++:  Ketika saya bilang manufaktur sepeda,.. yah jangan lantas hanya
sepeda onthel dong, pak Aby,…..
> >>>: Wah… ini pekerjaan cukup sulit juga ya….. harus
menafsirkan makna ganda dari kalimat yg nampaknya sudah cukup jelas dan
cukup sederhana pengertiannya…..
>
> +++: Saya kok percaya Industri sepeda kalau dikerjakan serius juga
bisa leading,… daripada selama ini negara kita ini cuman jadi target
pasar Singapore, Malaysia,dan Australia dan negara2 luar lainnya
> >>>: Ini konteksnya adalah "bgmn menyemai industri manufaktur di
KTI"….. agar segera muncul multiplier effect yg signifikan…. yg
dikaitkan dgn konteks "bgmn mengembangkan/ mendinamisasikan kota
metropolitan yg sdh ada di KTI (dlm hal ini Mks)…….
> Jadi sesuai teori pembangunan regional dimana katanya diperlukan peran
"industri memimpin"…. maka disini saya kira sudah bukan/ sedang
bukan waktunya untuk mendiskusikan "industri apa yang disenangi/
atau yang kurang disukai" utk dikembangkan di KTI …. atau bukan
pula waktunya utk mendiskusikan "industri sepeda kalau dikerjakan
serius bisa leading atau tidak" ……… tetapi diskusi yg lebih
mendesak adalah saya kira ……. "industri nasional yg jelas2 hari
ini telah terbukti/ terlihat  tepat/ dan bisa dinyatakan kontan hari ini
juga sbg "memimpin"….. ingin dilihat bgmn sumbangan perannya yg
besar dalam "mengembangkan KTI serta dgn berbagai multiplier
effectnya yg luas dengan segera"……. Dimana itu tanpa industri
demikian terganggu sedikitpun kinerjanya atau aktivitas rutinnya krn ada
aspek relokasi (minor) didalamnya……..
> Kalau gambaran konsep saya jelas sekali dan cukup sederhana serta
cukup workable sekali ….. seperti bahwa (1) dari kapasitas pasar/
produksi yg 5,5 juta/6,5 juta unit pertahun….. saya usulkan
dipindahkan sebanyak 1/8 (seperdelapan)nya saja (kecil dan tak akan
mengganggu aktivitas utama)  atau itu berarti kapasitas pasar/ produksi
750.000 unit spd motor di KTI (kecil utk KBI dan jabodetabek tapi besar
dan monumental utk KTI)…… (2) "kepemilikan industri manufaktur
dibidang otomotif" ini akan  segera menjadikan rasa percaya diri yg
besar bagi masyarakat KTI utk memulai `dimensi baru pembangunan
industri/ industri manufakturnya'….. belum lagi bila "sister
product"nya berupa "industri motor tempel" (outboard motor)
utk motorboat  juga sekaligus dikembangkan di KTI yg dari keadaan
geografiknya yang berbelas ribu pulau…. KTI memang merupakan pasar
yg cukup besar bagi produk mesin motorboat…….. (3) mendorong peran
industri
> memimpin ini menurut saya memang tidak usah memakai model  membujuk,
mengiming2i dsb yg mengesankan posisi kurang terhormat…. spt seolah
didalamnya ada unsur tersembunyi utk menipu/ memerangkap/ menjebak agar
industri manufaktur tertentu mau beraktivitas di KTI (dan rasain
terjebak disana)….. tetapi alasan2 yg kita kemukakan memang adalah
absolutely reasonable dan tak sedikitpun membuat mereka blangsak……
karena itu model yg cukup elegan utk membicarakan masalah  itu dgn
industri dimaksud adalah saya kira tidak usah pake PP dsb yg sifatnya
serba memaksa sambil belum tentu jelas prospek baik apa yg dpt diperoleh
oleh industri terkait/ atau krn belum jelas gmbrn bgmn yg dpt diberikan
oleh pemerintah ttg prospek pengembangan industri manufaktur di KTI
tanpa kesulitan yg  serius bagi yg melaksanakannya……... (4) kalau
saya usulkan pake RI-1… selain bahwa gambaran2 prospek pengembangan
industri manufaktur terkait di KTI yg disampaikan tak akan
>   membuat perusahaan terkait menjadi blangsak……. Selain pula
bahwa  RI-1/ Wapres  akan lebih mencerminkan lingkup
"multisektoralitas" yg diembannya (industri, pembangunan
wilayah, dsb)….. undangan makan oleh RI-1  lbh saya maksudkan sbg 
"sudah pasti lbh berwibawa dan lebih bergengsi"  dibanding
dengan sekedar undangan oleh "menteri " yg seperti anda tahu
dimasa  eforia reformasi ini….. jangankan menteri…. bahkan
seorang presidenpun  tak ditakuti sedikitpun oleh rakyatnya …….
> Bahwa pd postingnya yl anda tidak setuju "peran industri spd motor
sbg industri memimpin kita saat ini utk inisiasi semaian  industri
manufaktur di KTI"(dgn reasoning yg cukup serius  dan cukup
melelahkan dari saya)  ….. dan anda lebih memilih "industri
sepeda onthel"… saya kira boleh saja…. Tapi tentu perlu
disertai dgn gambaran rasional yg sejenis  spt setidaknya ada sedikit
data angka2 misalnya ttg industri sepeda onthel yg lebih anda sukai itu
serta dampak gandanya yg signifikan di KTI apa/ bgmn… lalu kalau
dari saya sudah jelas pula manufacturing companies yg dibidik itu siapa2
saja…. Apakah dari anda dpt dijelaskan pula nama2 perusahaan
industri sepeda onthel yg mau disuruh ke KTI itu namanya apa2 saja.. dan
kapasitasnya msg2 berapa…..  dan bukan sekedar semacam pernyataan
subyektip  sederhana spt "aku mau telor dadar dan tak mau telur
ceplok" begitu saja…….
>
>
> +++: Lain dari itu, saya setuju sama pak Aby,…. Industri speda
Yes,.. industri spedamotor,Monggo….
> >>>: Yaa…. Diskusi dengan adik kecil Dwi tentu akan lbh baik kalau
dilakukan dgn cara yg bersahabat dan kompromistis…. maka saya lebih
memilih katakan mine is yes, your is yes juga …… hehe..
>
> Salam,
> aby
>
>
> --- On Mon, 1/12/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@gmail.
com> wrote:
> From: Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@gmail. com>
> Subject: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Date: Monday, January 12, 2009, 8:54 AM
>
>
> Pak Aby yang baik, yang cerdas dan cermat, cepat dan tepat,…
>
> 1.     Yang saya tangkap rupanya langkah praktisnya adalah sbuah
rencana undangan dari presiden untuk "menganjurkan" . Sebelumnya
pakABy bilang persuasi, iming-iming, tak ada gunanya,… tapi saya
liat langkah praktisnya undangan makan malam untuk
"menganjurkan" itu kok seperti ada acara iming-iming,
persuasi,…  walaupun ada tambahan gambaran sumbangan mulia,..
> 2.     Yah kalau bisa meramu "anjuran" itu sehingga match
dengan interest mereka,  bagus lah,….. tapi kalau tidak
ketemu,….. masa harus dipaksa oleh sebuah PP….  mungkin ini bisa
menjadi tantangan buat planner,.. bagaimana meramu konsep
"penganjuran" yang tepat, dan cocok di hati para pelaku industry
manufaktur itu,….. sehingga tidak perlu keluar PP pemaksaan,….
> 3.     memang pendekatan gala dinner itu sepertinya sangat efektif
efektif,… sepertinya patut dicoba,….. kalau mau disamakan
mungkin seperti pendekatan jokowi, walikota solo yang berhasil
memindahkan para pedagang kaki lima setelah makan siang bareng lebih
dari 50 kali,….
> 4.     Tapi saya gak setuju manufaktur otomotif,…. Kalau
manifaktur sepeda, saya mendukung sekali,.. huehehehhe
>
> Salam hangat dan terimakasih, pak Aby…
>
> Best Regards,
>
> --- On Sun, 1/18/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@... wrote:
>
> From: Benedictus Dwiagus Stepantoro bdwia...@...
> Subject: RE: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
> To: [email protected]
> Date: Sunday, January 18, 2009, 5:47 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pak Aby,
> Ketika saya bilang manufaktur sepeda,.. yah jangan lantas hanya sepeda
onthel dong, pak Aby,…..
> Saya kok percaya Industri sepeda kalau dikerjakan serius juga bisa
leading,…  daripada selama ini negara kita ini cuman jadi target
pasar Singapore, Malaysia,dan Australia dan negara2 luar lainnya
>
> Lain dari itu, saya setuju sama pak Aby,…. Industri speda Yes,..
industri spedamotor,Monggo….
>
>
> Salam sehat selalu
>
> Benedictus Dwiagus S.
> http://bdwiagus. blogspot. com
> http://bdwiagus. multiply. com
>
> "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing
and to watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H.
White
>
> :::... Indo-MONEV ...:::
> Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised
to the work on monitoring and evaluation and other related development
issues including development aid works, particularly in Indonesia.
> Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups.
com
> Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group.
php?gid=34091848 127&ref=ts
>
>
>
> From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com]
On Behalf Of hengky abiyoso
> Sent: 17 January 2009 22:15
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Subject: [referensi] Re: (3) Menyemai Industri Manufaktur di KTI
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Maaf terlambat menjawab….
> Terimakasih atas tanggapan2 yg telah disampaikan…… saya pikir
samasekali tidak ada masalah bagi diri saya menyangkut humor dan
`ketidakseriusan' dari siapapun kepada diri saya…. Malah
saya senang kalau ada siapa saja yang berkenan `sok akrab' juga
dengan saya….
> Tapi terus terang saya memang agak prihatin juga ya setiap kali ada
kesan  `ketidakseriusan' serta "kekurang cepat
tanggapan" yang muncul kepada keadaan negara dan bangsa yg sdg amat
memprihatinkan saat ini…….. krn negara dan bangsa ini tentu sangat
mengharapkan sumbangan pemikiran2 serius, "langkah maju" serta
"langkah konkrit" yang dapat dibuat oleh para anak
bangsanya…. Khususnya daripada masyarakat intelektual yang pada
esduaan serta keatasnya….. bukan sekedar guyon2an saja terus…… 
apalagi ini khan gak gratis dan gak sia-sia…. Maksud saya… pasti
Tuhan tak akan pernah ingkar janji dengan cara tak akan  membalas
kebaikan umatNya berlipatganda …..….
>
> Tapi dari pernyataan (atau guyonan?) kalimat substitutip sedangkal ini
:   "…saya gak setuju manufaktur otomotif,…. Kalau manifaktur
sepeda, saya mendukung sekali,.."…….. ini memang agak
mencengangkan saya juga….. soalnya lha wong negara kita namanya khan
masih "sedang berkembang" dan tentunya pengin naik tingkat
menjadi "negara maju" atau setidaknya menjadi "negara rada
dikit maju"…….
> Ini penduduknya seabreg (no.4 dunia), angka kelahirannya masih tinggi
(3-4 juta per thn), angka kemiskinan dan penganggurannya gitu  juga,
sementara itu punya industri (spd motor) no3 terbesar dunia yg cukup
sehat dan maju…. Ee..lha kok bukannya dibanggain dan disyukurin 
lalu berpikir bgmn  memanfaatkannya  bagi sumbangan "peran"nya
yg lebih besar lagi didlm negeri bagi pembangunan wilayah (krn kontksnya
khan pembangunan wilayah/ gbmn menyemai industri manufaktur dikawasan
tertinggal)…… Lha ini kok malah nggak disuka dan (mirip logikanya
awam yg kira2 gak pernah ketemu teori planning)  lebih prefer industri
sepeda onthel…. Hanya gara-gara a.l. anggota bike to work, gak
polusi…
> Padahal bukankah bikin kringetan dan orang harus mandi dulu sesampai
dikantor, padahal juga pemakaiannya terbatas, tidak bisa utk segala rupa
keperluan transport dan medan, dan industri ginian tak pernah jadi
"industri memimpin" dikawasan tertinggal ……apa ini tidak
bikin rakyat geleng kepala dan puyeng bagi pak/bu dosen yg ngajar teori
regional planning juga?....….
> Setidaknya sih saya pikir seharusnya  paling abis pola pikir sederhana
yg lebih rasional dan progresip  adalah "industri spd motor yes,
industri sepeda onthel yes juga"…. Dan "industri lebih canggih
lagi ya iyes juga"….. dan bgmn Indonesia sbg "negara sedang
berkembang" agar dapat naik peringkat menjadi "negara lumayan
maju"…… lalu berikutnya lagi jadi "negara maju
beneran"…..
>
> Salam,
> aby


Kirim email ke