Mas BTS ysh,
Trims atas pencerahannya...... baiklah ini saya forwardkan kembali ke yg 
ngeforward.....krn ini ceritanya forward-forwardan.........
salam, aby

--- On Tue, 2/17/09, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote:

From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun 
Desa Tertinggal
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 17, 2009, 4:19 PM






Ysh Pak Aby dan milister semua.
 
Saya tertarik membaca subjek di atas. Betul sekali bahwa Menteri Malaysia Tan 
Sri Muhammad ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal. Tentu kalau yang hadir, 
atau jadi muridnya, adalah pejabat Depkeu, Depdagri, KPDT seperti Pak Aunur, 
akan senyam senyum, soalnya apa yang diajarkan itu sudah dilakukan di 
Indonesia  terlepas dari upaya Indonesia membangun desa tertinggal itu berhasil 
atau belum berhasil.
 
Sedikit komentar soal pinjaman luar negeri (LN). Kalau daerah meminjam 
bersumber dari  LN melalui Pemerintah untuk membangun daerah (sebagaimana 
diusulkan TanSri Muhammad itu tidak boleh. Pinjaman LN hanya diperbolehkan 
untuk kegiatan yang "Revenue Generating". Selain itu juga ada syarat-syarat 
lain seperti Debt Service Coverage Ratio, dsb.

Kalau soal "uang saku" bagi daerah yang masih tertinggal juga sudah dilakukan 
oleh RI, tapi bentuknya DAU.

Thanks. CU. BTS.
 

--- On Tue, 2/17/09, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:

From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>
Subject: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa 
Tertinggal
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, February 17, 2009, 11:31 PM

--- On Tue, 2/17/09, Abdul Rohim <peduli_klaten@ yahoo.com> wrote:

From: Abdul Rohim <peduli_klaten@ yahoo.com>
Subject: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal
To: 
Date: Tuesday, February 17, 2009, 11:00 AM

Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal 
 

JAKARTA, SENIN â€" Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Pembangunan Wilayah
Malaysia Tan Sri Muhammad mengatakan, pembangunan kawasan tertinggal
termasuk di perbatasan harus diawali infrastruktur. Sebab, jika hanya
disediakan lahan saja justru mengakibatkan daerahnya akan semakin
tertinggal dari sebelumnya.

"Pembangunan harus ekosentris, menyediakan infrastruktur baru
penggemblengan sumber daya manusia (SDM)," kata Tan ketika menjadi
pembicara kunci dalam seminar "Masalah Pembangunan di Perbatasan:
Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat"
di LIPI Jakarta, Senin (16/2).

Tan mengatakan, pembangunan daerah tertinggal di Malaysia dimulai
dengan membangun jalan, terutama akses menuju kota. Selanjutnya,
pembangunan sarana pendidikan, kesehatan, komunikasi, termasuk adanya
pasar sebagai salah satu tempat perputaran ekonomi.

"Ini juga untuk menjamin hasil daerah dapat disalurkan segera keluar
wilayahnya," tambah Tan.

Di samping itu, warga yang akan menjadi tulang punggung daerah
tersebut diberikan modal sesuai potensi alam dan manusianya. Mengenai
anggaran dalam pembangunan infrastruktur, pinjaman melalui pihak asing
melalui pemerintah sangat penting dengan didahului perencanaan yang
matang.

Sebelum daerah tertinggal mampu mandiri, pemerintah juga harus memberi
uang saku belanja dalam jangka waktu yang ditetapkan. Hal ini untuk
menjaga dan masyarakat semakin terpacu membangun daerahnya tanpa terus
disumbang. 

"Program ini amat berjaya dan negara dengan sendirinya tercabut dari
putaran ganas kemiskinan," tambah Tan.

Fokus pembangunan di kawasan Malaysia timur (Sarawak), lanjut Tan,
saat ini dinilai cukup dan akan dikhususkan kembali ke wilayah barat.
Sejak merdeka tahun 1957, kini Malaysia tinggal menyisakan 6.000 desa
yang tertinggal dari 14.693 desa yang ada.

C12-08 

http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/02/16/ 14112069/ menteri.malaysia 
.ajari.indonesia .bangun.desa. tertinggal
 
http://media- klaten.blogspot. com/
 
 
 
salam
Abdul Rohim

















      

Kirim email ke