Pak Aunur, Pak Bambang dan milister yth, yang saya maksudkan bukan anggaran untuk jalan nasional, tetapi saya mengkhawatirkan kecukupan anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur di daerah tertinggal, apabila pemerintah secara terus menerus melakukan pembangunan infrastruktur. Dalam rapat dengan komisi V kemarin, saya mencatat jumlah desa/daerah tertinggal, baik di kabupaten tertinggal maupun kabupaten yang tidak tertinggal (memang harus hati2 dalam mengklasifikasikan hal ini) sangat banyak dan tersebar. Posting pak aunur, saya kira salah satu fakta bagaimana infrastruktur, dalam hal ini jalan terbengkalai karena kemampuan pendanaan (atau bisa juga masalah prioritasi...). Uraian tentang jalan nasional hanya sebagai ilustrasi saja.saya hendak menunjukan bahwa untuk infrastruktur jalan strategispun, pemerintah juga memiliki kendala untuk bisa memenuhi semua kebutuhan pemeliharaan secara tepat waktu dan tepat mutu. Memang faktor umur teknis jalan dan overloading sebagaimana dikemukakan p.bambang menjadi faktor yang berpengaruh. Sebagai informasi mengatasi overloading, beberapa upaya telah dilakukan antara lain kebijakan bersama antara PU dan Dephub untuk menerapkan roadmap to zero overload dgn aksi2 antara lain demand control seperti penggunaan kendaraan multiaxle, kontrol distribusi barang, pengendalian impor kendaraan angkutan barang; peningkatan infrastruktur melalui peningkatan kualitas daya dukung jalan dan jembatan, bahkan sampai level operasional dgn perbaikan manajemen jembatan timbang. Kembali ke daerah tertinggal tadi yang lokasinya tersebar dan sangat banyak serta seringkali dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit, saya kira perlu dipertimbangkan bagaimana membuat daerah2 tersebut atau penduduknya teraglomerasi sehingga ada skala ekonomis yang baik utk pemeliharaan infrastruktur. migrasi secara terpogram ke kawasan perkotaan merupakan salah satu alternatif (tentu dengan mempertimbangkan pandangan p.bambang tentang kearifan lokal dll), bukan migrasi secara alamiah sebagaimana terjadi.program transmigrasi juga merupakan salah contoh, meskipun pada akhirnya kembali akan muncul isu apakah pemerintah maupun pemerintah daerah mau atau mampu mengalokasikan anggaran yang tepat waktu dan tepat mutu bagi pemeliharaan infrastruktur. Pandangan ini, tentunya akan berbeda jikalau memang pemerintah sudah memiliki kapasitas pendanaan yang memadai, dimana pemerintah bisa menjamin kualitas kehidupan yg didukung infrastruktur dasar yang baik secara merata. just sharing saja..sembari nunggu demo korban lumpur lapindo :) Salam,
--- On Tue, 2/17/09, Aunur rofiq <[email protected]> wrote: From: Aunur rofiq <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal To: [email protected] Date: Tuesday, February 17, 2009, 5:44 PM Pak Be hermawan, Kalau keliling ke daerah tertinggal, memang masalah infrastruktur jalan yang paling menonjol terutama akses mereka ke jalan nasional. Yang lebih mengkhawatirkan sekarang adalah jalan provinsi...dengan banyaknya pemekaran kabupaten..status jalan yang dulu merupakan jalan kabupaten menjadi jalan provinsi...sehingga panjang jalan provinsi bertambah, tetapi anggarannya tidak bertambah. Contoh jalan lingkar di pulau samosir (semuanya terletak di Kabupaten Samosir) tetapi statusnya jalan provinsi...kondisin ya ya luar biasa rusaknya. Saya rasa status jalan memang perlu ditinjau kembali disesuaikan dengan kemampuan daerah maupun pusat. Kalau migrasi yang terjadi dari daerah tertinggal ke kota, saya rasa itu wajar,karena daerah tertinggal tidak bisa menyediakan lapangan kerja, antara lain karena akses tadi. Pada saat ini di daerah tertinggal, lapangan kerja yang ada hanya sebagai pegawai negeri dan anggota DPRD. Karena itu Government spending merupakan penggerak utama perekonomian. Mengenai subyek diatas, jawaban pak BTS sudah sangat tepat Salam Aunur Rofiq --- On Wed, 2/18/09, beherma...@yahoo. com <beherma...@yahoo. com> wrote: > From: beherma...@yahoo. com <beherma...@yahoo. com> > Subject: Re: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun > Desa Tertinggal > To: refere...@yahoogrou ps.com > Date: Wednesday, February 18, 2009, 7:54 AM > Pak bambang n milister yth > Sy sependapat bahwa apa yg disampaikan pak tan sdh banyak > diterapkan di indonesia,termasuk bangun jalan n > infrastruktur lainnya.saat ini yg saya khawatirkan adalah > apkah negara kita punya anggaran yg cukup utk melihara semua > infrastruktur tsb.jalan nasional saja dgn anggaran yg ada > kita baru bicara bgmn membuat atu menjaga tetap fungsional. > Sy terlintas bgmn kalo memang pendduk di daerah tertinggal > yg intervensi scr ekonomi wilayah dlm jangka pendek tdk > optimal diprogramkan pindah ke daerah perkotaan.siapa ahu? > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> > > Date: Tue, 17 Feb 2009 16:19:46 > To: <refere...@yahoogrou ps.com> > Subject: Re: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari > Indonesia Bangun Desa Tertinggal > > > Ysh Pak Aby dan milister semua. > > Saya tertarik membaca subjek di atas. Betul sekali bahwa > Menteri Malaysia Tan Sri Muhammad ajari Indonesia Bangun > Desa Tertinggal. Tentu kalau yang hadir, atau jadi muridnya, > adalah pejabat Depkeu, Depdagri, KPDT seperti Pak Aunur, > akan senyam senyum, soalnya apa yang diajarkan itu sudah > dilakukan di Indonesia terlepas dari upaya Indonesia > membangun desa tertinggal itu berhasil atau belum berhasil. > > Sedikit komentar soal pinjaman luar negeri (LN). Kalau > daerah meminjam bersumber dari LN melalui Pemerintah > untuk membangun daerah (sebagaimana diusulkan TanSri > Muhammad itu tidak boleh. Pinjaman LN hanya diperbolehkan > untuk kegiatan yang "Revenue Generating". Selain > itu juga ada syarat-syarat lain seperti Debt Service > Coverage Ratio, dsb. > > Kalau soal "uang saku" bagi daerah yang masih > tertinggal juga sudah dilakukan oleh RI, tapi bentuknya > DAU. > > Thanks. CU. BTS. > > > > --- On Tue, 2/17/09, hengky abiyoso > <watashi...@yahoo. com> wrote: > > From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> > Subject: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari > Indonesia Bangun Desa Tertinggal > To: refere...@yahoogrou ps.com > Date: Tuesday, February 17, 2009, 11:31 PM > > > > > > > > > > > > > --- On Tue, 2/17/09, Abdul Rohim <peduli_klaten@ > yahoo.com> wrote: > > From: Abdul Rohim <peduli_klaten@ yahoo.com> > Subject: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun > Desa Tertinggal > To: > Date: Tuesday, February 17, 2009, 11:00 AM > > > > > > > > > > Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal > > > > JAKARTA, SENIN â€" Menteri Kemajuan Luar Bandar dan > Pembangunan Wilayah > Malaysia Tan Sri Muhammad mengatakan, pembangunan kawasan > tertinggal > termasuk di perbatasan harus diawali infrastruktur. Sebab, > jika hanya > disediakan lahan saja justru mengakibatkan daerahnya akan > semakin > tertinggal dari sebelumnya. > > "Pembangunan harus ekosentris, menyediakan > infrastruktur baru > penggemblengan sumber daya manusia (SDM)," kata Tan > ketika menjadi > pembicara kunci dalam seminar "Masalah Pembangunan di > Perbatasan: > Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan > Masyarakat" > di LIPI Jakarta, Senin (16/2). > > Tan mengatakan, pembangunan daerah tertinggal di Malaysia > dimulai > dengan membangun jalan, terutama akses menuju kota. > Selanjutnya, > pembangunan sarana pendidikan, kesehatan, komunikasi, > termasuk adanya > pasar sebagai salah satu tempat perputaran ekonomi. > > "Ini juga untuk menjamin hasil daerah dapat disalurkan > segera keluar > wilayahnya," tambah Tan. > > Di samping itu, warga yang akan menjadi tulang punggung > daerah > tersebut diberikan modal sesuai potensi alam dan > manusianya. Mengenai > anggaran dalam pembangunan infrastruktur, pinjaman melalui > pihak asing > melalui pemerintah sangat penting dengan didahului > perencanaan yang > matang. > > Sebelum daerah tertinggal mampu mandiri, pemerintah juga > harus memberi > uang saku belanja dalam jangka waktu yang ditetapkan. Hal > ini untuk > menjaga dan masyarakat semakin terpacu membangun daerahnya > tanpa terus > disumbang. > > "Program ini amat berjaya dan negara dengan sendirinya > tercabut dari > putaran ganas kemiskinan," tambah Tan. > > Fokus pembangunan di kawasan Malaysia timur (Sarawak), > lanjut Tan, > saat ini dinilai cukup dan akan dikhususkan kembali ke > wilayah barat. > Sejak merdeka tahun 1957, kini Malaysia tinggal menyisakan > 6.000 desa > yang tertinggal dari 14.693 desa yang ada. > > C12-08 > > http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/02/16/ > 14112069/ menteri.malaysia .ajari.indonesia .bangun.desa. > tertinggal > > http://media- klaten.blogspot. com/ > > > > salam > Abdul Rohim

