Ysh Bung Hermawan dan milister semua.
 
Bung Hermawan, betul kita memang tak punya dana untuk pemeliharaan 
infrastrukutr jalan. Tapi sebetulnya kita bisa ngirit biaya pemeliharaan kalau 
kita disiplin dengan melarang kendaraan-kendaraan yang beratnya melebihi 
kekuatan jalan yang ada. Yang menjadi problem adalah jalan-jalan nasional kita, 
menurut Dirjen Bina Marga, hampir semuanya telah melewati batas umur 
bangunannya, atau sudah uzur. Makanya walaupun di-overlay, ditingkatkan seperti 
apa, nggak lama rusak lagi. Apalagi yang lewat melebihi batas beban gandarnya, 
ditambah lagi  adanya gerakan-gerakan tanah. 
 
Mengenai apakah perlu masyarakat perbatasan atau daerah terisolir/tertinggal 
dipindahkan ke kota? Dulu di milis ini pernah juga didiskusikan. Tapi menurut 
saya, apabila dipindahkan, mereka akan mengalami "gagap kota". Alih-alih ingin 
mensejahterakan, malah me-marginal-kan. Sebaiknya jangan dipindahkan. Lebih 
baik dikembangkan kearifan ekonomi lokal saja ditambah dengan penyediaan 
kebutuhan dasar antara lain : kesehatan, pendidikan, peningkatan jalan lokal, 
listrik, dan air.
 
Thanks. CU. BTS.

--- On Wed, 2/18/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun 
Desa Tertinggal
To: [email protected]
Date: Wednesday, February 18, 2009, 12:54 AM






Pak bambang n milister yth
Sy sependapat bahwa apa yg disampaikan pak tan sdh banyak diterapkan di 
indonesia,termasuk bangun jalan n infrastruktur lainnya.saat ini yg saya 
khawatirkan adalah apkah negara kita punya anggaran yg cukup utk melihara semua 
infrastruktur tsb.jalan nasional saja dgn anggaran yg ada kita baru bicara bgmn 
membuat atu menjaga tetap fungsional. Sy terlintas bgmn kalo memang pendduk di 
daerah tertinggal yg intervensi scr ekonomi wilayah dlm jangka pendek tdk 
optimal diprogramkan pindah ke daerah perkotaan.siapa ahu?
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Bambang Tata Samiadji 
Date: Tue, 17 Feb 2009 16:19:46 -0800 (PST)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun 
Desa Tertinggal



Ysh Pak Aby dan milister semua.
 
Saya tertarik membaca subjek di atas. Betul sekali bahwa Menteri Malaysia Tan 
Sri Muhammad ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal. Tentu kalau yang hadir, 
atau jadi muridnya, adalah pejabat Depkeu, Depdagri, KPDT seperti Pak Aunur, 
akan senyam senyum, soalnya apa yang diajarkan itu sudah dilakukan di 
Indonesia  terlepas dari upaya Indonesia membangun desa tertinggal itu berhasil 
atau belum berhasil.
 
Sedikit komentar soal pinjaman luar negeri (LN). Kalau daerah meminjam 
bersumber dari  LN melalui Pemerintah untuk membangun daerah (sebagaimana 
diusulkan TanSri Muhammad itu tidak boleh. Pinjaman LN hanya diperbolehkan 
untuk kegiatan yang "Revenue Generating". Selain itu juga ada syarat-syarat 
lain seperti Debt Service Coverage Ratio, dsb.

Kalau soal "uang saku" bagi daerah yang masih tertinggal juga sudah dilakukan 
oleh RI, tapi bentuknya DAU.

Thanks. CU. BTS.
 

--- On Tue, 2/17/09, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:

From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>
Subject: [referensi] Fw: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa 
Tertinggal
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, February 17, 2009, 11:31 PM

--- On Tue, 2/17/09, Abdul Rohim <peduli_klaten@ yahoo.com> wrote:

From: Abdul Rohim <peduli_klaten@ yahoo.com>
Subject: [plbpm] Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal
To: 
Date: Tuesday, February 17, 2009, 11:00 AM

Menteri Malaysia Ajari Indonesia Bangun Desa Tertinggal 
 

JAKARTA, SENIN â€" Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Pembangunan Wilayah
Malaysia Tan Sri Muhammad mengatakan, pembangunan kawasan tertinggal
termasuk di perbatasan harus diawali infrastruktur. Sebab, jika hanya
disediakan lahan saja justru mengakibatkan daerahnya akan semakin
tertinggal dari sebelumnya.

"Pembangunan harus ekosentris, menyediakan infrastruktur baru
penggemblengan sumber daya manusia (SDM)," kata Tan ketika menjadi
pembicara kunci dalam seminar "Masalah Pembangunan di Perbatasan:
Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat"
di LIPI Jakarta, Senin (16/2).

Tan mengatakan, pembangunan daerah tertinggal di Malaysia dimulai
dengan membangun jalan, terutama akses menuju kota. Selanjutnya,
pembangunan sarana pendidikan, kesehatan, komunikasi, termasuk adanya
pasar sebagai salah satu tempat perputaran ekonomi.

"Ini juga untuk menjamin hasil daerah dapat disalurkan segera keluar
wilayahnya," tambah Tan.

Di samping itu, warga yang akan menjadi tulang punggung daerah
tersebut diberikan modal sesuai potensi alam dan manusianya. Mengenai
anggaran dalam pembangunan infrastruktur, pinjaman melalui pihak asing
melalui pemerintah sangat penting dengan didahului perencanaan yang
matang.

Sebelum daerah tertinggal mampu mandiri, pemerintah juga harus memberi
uang saku belanja dalam jangka waktu yang ditetapkan. Hal ini untuk
menjaga dan masyarakat semakin terpacu membangun daerahnya tanpa terus
disumbang. 

"Program ini amat berjaya dan negara dengan sendirinya tercabut dari
putaran ganas kemiskinan," tambah Tan.

Fokus pembangunan di kawasan Malaysia timur (Sarawak), lanjut Tan,
saat ini dinilai cukup dan akan dikhususkan kembali ke wilayah barat.
Sejak merdeka tahun 1957, kini Malaysia tinggal menyisakan 6.000 desa
yang tertinggal dari 14.693 desa yang ada.

C12-08 

http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/02/16/ 14112069/ menteri.malaysia 
.ajari.indonesia .bangun.desa. tertinggal
 
http://media- klaten.blogspot. com/
 
 
 
salam
Abdul Rohim

















      

Kirim email ke