Rekans,
Omong-omong soal pembangunan,
Ada pembangunan berkelanjutan, ada agenda 21, ada eco-city, pro eco
pro-poor, dll. yang menjadi jargon pembangunan pemerintah, pakar,
pengembang, lsm, dll kita sejak dilahirkannya istilah-istilah tersebut.
Setelah sekian tahun, apa hasil penataan ruang selama ini berkaitan dengan
jargon-jargon tersebut?
Cuma ingin tahu, karena sukar cari laporan evaluasinya....

ATA

2009/4/28 Risfan M <[email protected]>

>
>
> Bung Fajar dan rekans ysh,
>
>
>
> Pepatah mengatakan "*Always two sides of everything*."
>
>
>
> Satu benda yang sama bisa dilihat berbeda, dari kanan atau kiri. Begitu
> juga "pembangunan."
>
>
>
> Pada satu masa "strategi pembangunan" itu diperdebatkan dari sudut kanan vs
> kiri. Hal itu tentu bedampak pula pada pandangan atas "strategi pengembangan
> wilayah" sebagai turunannya.
>
>
>
> Adalah pusat-pusat pertumbuhan, yang dilihat dari sisi kanan merupakan mata
> rantai penyebaran kegiatan (dan kue) pembangunan, ada *spread effect*.
>
> Tapi hal yang sama, dari sisi kiri dilihat sebagai "penghisap kemakmuran
> daerah". Mata rantai pusat-pusat didapati sebagai *tentakel* gurita
> kapitalis global (*back-wash effect*).
>
>
>
> Negara dunia ketiga yang pro-kapitalis, oleh kaum kiri yang percaya "teori
> ketergantungan", disebut negara kapitalis pinggiran yang perannya membantu
> menghisap surplus dari desa-desa, dibawa ke kota-kota, ke metropolitan,
> untuk selanjutnya dialirkan ke pusat-pusat (kapital) dunia.
>
>
>
> Entah sudut pandang mana yang benar. Keduanya punya argumen. Tapi, sebagai
> awam secara random di lapangan bisa dilihat fakta yang mendukung keduanya.
> Ada penyebaran kegiatan (spread effect), sarana-prasarana, sebaran *kue*nya 
> juga sampai ke desa. Tapi jika dilihat dari barang yang dikonsumsi
> penduduk, dibeli dimana, diproduksi dimana, dan implikasi aliran uang,
> tampaknya penghisapan surplus (*back-wash effect*) dan *capital flight*juga 
> terjadi.
>
>
>
> Mungkin saja memang "kanan-kiri oke". Pertanyaannya: apa implikasinya bagi
> strategi pengembangan wilayah?
>
>
>
> Tapi itu tentu hanya cerita lama ya. *Jadul*. Saya hanya ingat dulu
> disuruh baca:
>
> 1. Emil Salim, "*Perbangunan dan Pemerataan*."
>
> 2. Thee Kian Wie, "*Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan* (1981)
>
> 3. Arief Budiman, "*Teori Pembangunan Dunia Ketiga*", 1995
>
> 3. Michael Lipton 'Why *Poor People Stay Poor: Urban Bias in World
> Development'*, Temple Smith: London, 1977
>
> 4. Friedman, J., and Weaver, C. (1979), *Territory and Function ; The
> Evolution of Regional Planning*’, Edward Arnold : Weaver, C (1979)
>
>
>
> Salam,
>
> Risfan Munir
>
>  
>

Kirim email ke