Rekans ysh,
Berbicara tentang jembatan Suramadu, saya teringat 6 jembatan antar pulau di
Barelang.
Dalam konteks air, pengembangan waduk-waduk di Pulau Batam dikembangkan
berdasarkan perkiraan daya dukung kegiatan maksimal di pulau tersebut untuk
menampung sekitar 700.000 jiwa.Bila dikaitkan dengan konsep lingkungan yang
berkembang sekitar tahun-tahun tersebut, daya dukung alam pulau hanya dapat
menampung batas terrestrial ecological footprint calon penduduknya berbasis
pulau tunggal sesuai dengan prediksi tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya ternyata bahwa walaupun penduduk belum
mencapai jumlah tersebut namun pembangunan perumahan di lahan yang
dialokasikan sebagai tempat bermukim telah melampauinya. Pembuatan jembatan
antar pulau hendaknya dilihat sebagai memperluas terrestrial ecological
footprint menjadi berbasis gugus pulau-pulau yang dihubungkan satu sama lain
tersebut. Seharusnya penataan "ruang", fasilitasi prasarana serta sistem
kepemerintahannya mengarah kepada kesatuan eco-antoposystem  di gugus pulau
tersebut. Namun tampaknya paradigma kepemerintahan kita masih terkotak-kotak
dalam "kekuasaan" masing-masing "wilayah administrasi" formal yang tidak
(belum?) terkait dengan rencana pembangunan jangka panjang gugus pulau
maupun pola pembangunan fisik daratan (jembatan = physical "interface") yang
telah dihubungkan satu sama lain, apalagi pulau-laut, sehingga tidak terjadi
sinergi diantaranya. Yang dapat berkembang adalah pembangunan incremental
yang tidak terintegrasi dan bersifat sektoral, sehingga dapat terjadi
kesalah kaprahan atau ketidak efisienan upaya sebelumnya.

Saya sendiri ingi tahu, apakah pembagunan jembatan Suramadu berdasarkan
rencana pembangunan jangka panjang? Atau cuma sekadar "pancingan" agar
investasi "pasar" "masuk" ke Madura, walau tidak berbasis program jangka
panjang sustainability dari terrestrial ecological footprint alam gugus
pulau (Madura-Jawa) maupun kebersamaannya dengan peningkatan kesertaan dan
kualitas hidup penduduk lokalnya di masa mendatang...?

Salam,
ATA

2009/6/8 Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>

>
>
>  Mungkin Proyek Kop van Zuid-nya rottedam bisa dipakei Bappel SUramadu.
> Agak mirip polanya,..
>
>
>
> Pak Eka Dj, kuncen Rotterdam bisa mengimpartasi knowledgenya, mungkin,..
> hehehehe…
>
>
>
>
>
> Regards,
>
>  dwiagus
>
> *http://bdwiagus.blogspot.com*
>
> *http://bdwiagus.multiply.com *
>
>
>
> "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
> watch somebody else doing it wrong, without comment."  - *T. H. White*
>
> * *
>
> *:::... Indo-MONEV ...:::*
>
> Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
> anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
> the work on *monitoring and evaluation* and other related development
> issues including development aid works, particularly in Indonesia.
>
> Join in by sending an email to:  *[email protected] *
>
> Find also Indo-MONEV in facebook: *
> http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts*
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *benny hermawan
> *Sent:* 08 June 2009 11:18
> *To:* [email protected]
> *Subject:* RE: [referensi] SURAMADU
>
>
>
>
>
>
>
>
> Milis yth,
>
> Memang isu yang diungkapkan p.BTS sangat relevan, apalagi nantinya
> dikaitkan dengan biaya O & M jembatan suramadu yang diperkirakan memiliki
> life time lebih dari 50 tahun (data published sekitar 100 tahun). menurut
> org sipil, life time tersebut akan hanya bisa tercapai jikalau dilakukan
> upaya O & M sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang sesuai. Hal ini tentunya
> membutuhkan biaya yang ndak sedikit, olehkarenanya pemerintah menerapkan
> mekanisme toll untuk mengisi - refill- kebutuhan dana bagi O & M tersebut.
>
> Di sisi lain, tingkat pendapatan dari tol jembatan suramadu tersebut sangat
> tergantung pada besaran LHR (yang diperkirakan sebesar 4000 kendaraan roda
> empat dan 8000 kendaraan roda dua per hari : published data/ menurut saya
> ini sangat optimis sekali), dimana besaran LHR ini juga sangat ditentukan
> kekuatan daya tarik kedua pole (meminjam istilah p.BTS) yakni sisi Surabaya
> dan sisi Bangkalan-Madura.
>
> Berbagai penelitian menunjukan bahwa pergerakan orang ke luar madura lebih
> banyak dibandingkan dengan pergerakan orang masuk, karena lapangan pekerjaan
> di Madura relatif terbatas.Apabila tidak ada pengembangan daya tarik di sisi
> pole madura, maka pembangunan jembatan suramadu ini berpotensi akan
> memperbanyak atau mempermudah orang madura untuk ber out migrasi ke pulau
> jawa, apalagi ada kemudahan dengan menggunakan sepeda motor (utk speda
> motor, mnrt info pengelola jembatan sudah memasang alat pemantau kecepatan
> angin dan memasang penahan atau pengurang hembusan angin untuk
> pencegahan.apabila kecepatan angin melebihi batas ambang, katanya jembtan
> tol akan ditutup atau dibatasi...katanya). Di lain pihak, saya juga pernah
> membaca bahwa org madura yang melakukan outmigrasi cenderung menetap dan
> jarang kembali ke pulau Madura. Jadi mengembangkan daya tarik di pole madura
> memang suatu keharusan agar bisa mendorong LHR sesuai dengan perkiraan awal.
>
> Meneruskan iseng-iseng mas dwi agus, sy memang masih belum tahu jelas
> bagaimana memperkuat daya tarik pole sisi madura tersebut. secara normatif,
> salah satu keunggulan sisi madura yang memang harus dipertahankan adalah
> ketersediaan ruang atau lahan yang relatif nilai land rent nya lebih murah
> dibandingkan land rent di sisi surabanya untuk berbagai kegiatan. Keuntungan
> komplementaritas ini bisa dimanfaatkan jika memang ada kebituhan spill over
> berbagai kegiatan di Surabaya dan alternatif yang tersedia dan paling
> ekonomis ada di sisi madura (perlu dicatat ada lokasi lain yang juga
> kompetitif seperti gresik,sidoarjo dll) Mendorong terjadinya spill over bisa
> dilakukan secara alamiah atau dengan intervensi kebijakan misalnya
> pemerintah melarang adanya lokasi pergudangan di Surabaya, pemerintah
> menerapkan kebijakan land rent yang tinggi untuk kegiatan-kegiatan yang
> mengandalkan luasan ruang atau lahan, seperti show room mobil, bengkel mobil
> dll.
>
> Sebagai informasi, tugas untuk pengembangan wilayah jembatan suramadu akan
> dilaksanakan oleh suatu Badan Pelaksana Pengembangan Wilayah SUramdu yang
> ditetapkan melalui perpres 27/2008. Bersamaan dengan peresmian jembatan
> suramadu, pemerintah juga akan menetapkan ketua Bapel Pengembangan Wilayah
> Suramadu. Tugas dan fungsi Bapel ini menurut Perpres 27/2008 antara lain :
>
> (i) menyusun rencana induk dan rencana kegiatan pengembangan infrastruktur
> dan kegiatan pengembangan wilayah suramadu. menurut info, grand strategy
> pengembangan wilayah suramadu sudah disiapkan dan akan ditindaklanjuti
> dengan rencana rincinya. saya juga pengen tahu bagaimana grand strategynya
>
> (ii) pengusahaan jembatan tol suramadu (rencananya akan dikerjasamakan
> dengan badan usaha)
>
> (iii) melaksanakan pengusahaan pelabuhan petikemas di Madura
>
> (iv) mengelola wilayah kaki jembatan suramadu dan kawasan khusus di
> P.Madura
>
>
>
> bayangan iseng n normatif saya, ada beberapa kegiatan yang bisa
> dikembangkan, misal :
>
> pembangunan lingkungan perumahan menengah atas yang harga per meter
> perseginya harus relatif lebih murah dibandingkan pembangunan perumahan di
> surabaya.Perumahan ini diperuntukan bagi pekerja2 atau pegawai pemda
> surabaya. kendalanya adalah persoalah air minum dan menjamin bahwa harga
> lahan tidak melambung tinggi. Badan pelaksana pengembangan wilayah jembatan
> suramadu mustinya segera bertindak cepat mem-freeze-lahan-lahan di madura
>
> pembangunan pergudangan untuk barang-barang yang memerlukan space besar
> tetapi dengan harga sewa (land rent) yang murah dibandingkan dengan jikalau
> harus berlokasi di Surabaya
>
> Pembangunan pusat hiburan yang membutuhkan lahan luas seperti disynel land,
> studio film, tempat berkuda, karapan sapi he2..kidzania skala besar dll
>
>
>
> Yang jelas, jembatan suramadu sudah dibangun dengan biaya hampir Rp.5
> T...sejarah akan membuktikan bagaimana manfaat pembangunan jembatan
> tersebut..ini menjadi tugas berat Bapel Suramadu nantinya...berat banget
> nampaknya..
>
>
>
> salam...
> --- On *Sun, 6/7/09, Irwan Prasetyo <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Irwan Prasetyo <[email protected]>
> Subject: RE: [referensi] SURAMADU
> To: [email protected]
> Date: Sunday, June 7, 2009, 7:17 PM
>
>
> Kalau saya ingin juga mengangkat issue pengoperasian lalu-lintasnya.
> Yang saya khawatirkan sekarang adalah motor-motor yang akan melewati
> jembatan tersebut. Melihat perilaku pengendara motor di Indonesia, yang
> kredit kepemilikannya cuman modal KTP, bagaimana nanti tingkat kecelakaan
> disitu?
>
> Dengan panjang jalan mungkin kurang lebih 5 km, kecepatan motor bisa
> sampai 100 km, dan anginnya sangat besar, bahkan bisa menggeser mobil,
> lokasi tersebut sangat rentan bagi pengendara motor.
>
> Saya usul diadakan Park and Ride motor saja diujung jembatannya, biar
> angkutan umum saja yang melewati jalan tersebut.
>
> Jasa Marga sebelumnya pernah mengelola Jembatan Jamuna 5 km di Bangladesh,
> yang lewat rata-rata 6000 kendaraan per hari, motornya cuman 120 per
> hari. Saya ga tau yang di Suramadu, it still worries me..
>
> Irwan Pras
> ------------ --------- --------- --------- ----
>
> Sepertinya yang ditawarkan P.Madura adalah ruang,.. Kalau bukan untuk
> industry, yah sepertinya untuk permukiman,.
>
> Para developer real estate mungkin akan menangkap peluang itu dengan
> menyulap, kawasan2 deket ujung gerbang suramadu di P.Madura dgn proyek2
> perumahan,.. . biar mereka penduduk yang merasa sumpek dengan Surabaya,
> mungkin akan melirik2 ke Madura, kalau developer itu mampu menawarkan
> sebuah
> dormitory town yang nyaman dan tentram,.. Pasarnya ya mereka kaum menegah
> ke atas yang bisa beli mobil, nyewa sopir, yang banyak lokasi kegiatannya
> dekat dengan kawasan di ujung jembatan di "mainland",. .
>
> Mungkinini analisa ngawur,.. hehehehehe
>
> Regards,
>
> dwiagus
>
> http://bdwiagus. blogspot. com <http://bdwiagus.blogspot.com/>
>
> http://bdwiagus. multiply. com <http://bdwiagus.multiply.com/>
>
> "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
> watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White
>
> :::... Indo-MONEV ...:::
>
> Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
> anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised
> to
> the work on monitoring and evaluation and other related development issues
> including development aid works, particularly in Indonesia.
>
> Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. 
> com<http://us.mc395.mail.yahoo.com/mc/compose?to=indo-monev-subscribe%40yahoogroups.com>
>
> Find also Indo-MONEV in facebook:
> <http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 
> 127&ref=ts<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
> >
> http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 
> 127&ref=ts<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
>
> From: refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc395.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>[mailto:refere...@yahoogrou
> ps.com<http://us.mc395.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>]
> On
> Behalf
> Of Iman soedradjat
> Sent: 08 June 2009 08:21
> To: refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc395.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>
> Subject: Re: [referensi] SURAMADU
>
> pak BTS,
>
> Idea dibangunnya jembatan SURAMADU dari awal saya juga mempertanyakan,
> untuk
> mendorong apa jembatan tersebut di bangun? Ada apa dengan P. Madura?dan
> apa
> yang bisa diperbuat oleh Surabaya?. Apakah sudah ada energi potensil di
> daratan Surabaya sekitarnya ut mendorong pengembangan P. Madura.
>
> Mungkin cita citanya sama pada saat membangun Jembatan Jalan dan Jembatan
> yg
> menghubungkan Batam - Rempang - Galang (Barelang), Jembatan tsb dibangun
> untuk mendorong pembangunan P. Rempang dan Galang, tapi toh setelah
> berpuluh
> tahun Jembatan/Jalan dibangun, P. Rempang dan Galang ya, seperti itu2
> juga.
> Lebih optimis Barelang ini berkembang melihat potensi potensi yg dipunyai
> oleh P. Batam serta kedudukan strategis Barelang ini dekat dengan
> Singapura.
>
> Okelah, seandainya kita mau membangun kawasan kawasan Industri di Pulau
> Madura, untuk memberikan fungsi signifikan terhadap jembatan SURAMADU,
> kitapun bisa belajar dari pembangunan kawasan-kawasan Industri di P.
> Batam,
> Lobam dan Lagoi di Bintan yg betul-betul sdh disiapkan lahannya. Kawasan
> Industri Lobam seluas kurang lebih 4.000 Ha, efektif yg baru dibuka adalah
> hanya 105 Ha (2,6%), sementera kawasan Wisata Lagoi
> seluas 23.000 hanya 10% yg efektif telah dimanfaatkan setelah puluh tahun
> dibuka. Mungkin komparasi ini tidak setara, tapi kita bisa belajar seperti
> apa yang perlu dilakukan thp P. Madura, yg tgl 10 juni ini akan dibuka.
>
> Tabek
> --- On Sun, 6/7/09, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. 
> com<http://us.mc395.mail.yahoo.com/mc/compose?to=btsamiadji%40yahoo.com>>
> wrote:
>
> From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. 
> com<http://us.mc395.mail.yahoo.com/mc/compose?to=btsamiadji%40yahoo.com>
> >
> Subject: [referensi] SURAMADU
> To: refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc395.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>
> Date: Sunday, June 7, 2009, 8:21 PM
>
> Dear all.
>
> Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura sebentar lagi
> diresmikan. Kita ingat bahwa ide menyambung dua pulau (Jawa dan Madura)
> sudah lama sekali. Pak Harto (bersama Liem Swie Liong) telah memprakarsai.
> Pada waktu itu Pemerintah lagi giat-giatnya membangun kawasan industri dan
> inginnya Madura sebagai pusat industri baru (dengan investornya para
> konglomerat) . Upayanya adalah membujuk warga Madura agar daerahnya boleh
> dijadikan pusat industri dengan membangun Universitas Bangkalan yang
> modern.
> Setelah dibangun,... orang Madura ogah. Madura hanya boleh dibangun
> industri
> ringan-ringan saja. Karena itu ide membangun jembatan Suramadu gugur
> karena
> bila hanya industri ringan, buat apa harus membangun jembatan yang mahal
> itu? Tapi komitmen membangun jembatan Suramadu sangat kuat, utamanya
> komitmen dari mantan Gubernur Moch Noer dan gubernur-gubernur Jatim
> berikutnya. Akhirnya, setelah mendapat pinjaman lunak (kalau nggak salah
> dari Jepang),
> Pemerintahan Megawati mulai membangun setengah jalan dan terus dilanjutkan
> oleh Pemerintahan SBY-Kalla.
>
> Rencananya, Jembatan Suramadu itu menjadi jembatan tol dan sepeda motor
> boleh ikut masuk. PP 15/2005 yang hanya mengijinkan kendaraan roda empat
> sehingga PPnya harus dikoreksi. Yang menjadi pertanyaan apakah Jembatan
> Tol
> Suramadu akan berhasil, dalam arti untung karena jumlah kendaraan yang
> lewat
> akan banyak?
>
> Umumnya, jalan tol yang untung itu adalah yang menghubungkan 2 pole yang
> sama-sama kuat dan jalan tol dalam kota (untuk menghindari kemacetan).
> Jalan
> tol yang menghubungkan 2 pole yang kuat misalnya antara Jakarta dan
> Bandung;
> Jakarta dan Bogor; jakarta dan Tangerang. Jalan Tol yang menghubungan 2
> pole
> yang kurang kuat, umumnya mengalami kerugian, alias jumlah kendaraan yang
> lewat tidak memenuhi batas ambang untung (biasanya 25 ribu per hari).
> Jalan
> tol yang tidak untung antara lain : Belmera yang menghubungkan Medan dan
> Belawan/Tanjung Morawa dan ruas tol Serang dan Merak. Beberapa tender
> jalan
> tol yang menghubungkan 2 pole yang tidak seimbang, misalnya
> Semarang-Demak,
> Solo-Ngawi, Medan - Kuala Namu kurang diminati investor.
>
> Bagaimana prospek Jembatan Suramadu yang menghubungan Surabaya (Jawa
> Timur)
> yang kuat dan Madura yang kurang kuat? Apakah jembatan Suramadu itu
> menguntungkan? Hemat saya, kalau posisi Madura tetap seperti apa adanya,
> dan
> hanya boleh untuk industri ringan, maka kemungkinan akan kurang
> menguntungkan karena traffic generation-nya sangat lemah. Nah di sinilah
> peran perencana pembangunan termasuk Planner perlu memikirkan strategi
> pengembangan Madura. Untuk itu pertanyaannya, apakah RTR Madura sudah
> mengakomodir pembangunan aneka industri yang tidak terbatas industri
> ringan
> saja, di mana lokasi-lokasi kawasan industrinya, bagaimana kesiapan
> masyarakat Madura untuk menerima pendatang dan kehidupan baru akibat
> industrialisasi, apa regulasi yang diperlukan untuk itu, dan banyak lagi
> enginering yang musti dilakukan terhadap Madura. Kalau tidak, nasibnya
> seperti jembatan Barelang (Batam-Rempang- Galang), cuma bagus di foto-foto
> saja.
>
> Bagaimana pendapat teman-teman?
>
> Thanks. CU. BTS.
>
>      
>

Kirim email ke