Pak Eka,.. setuju deh denganbapak

 

Mungkin bukan jualan tanah, pak,.. tapi jualan lahan.. kalau jualan tanah,
kesannya ini tanah buat urukan,.. hehehehhe

 

Memang pada akhirnya seperti itu: pengembangan kawasan è pengembangan lahan
è jualan lahan. 

 

Kalau memang berniat mengembangkan kawasan, yah jangan lantas berkutat pada
perencanaan tata ruang saja,.. tapi sudah harus berani bagaimana
mengembangkan lahan, dan bagaimana berjualan lahan,…

Jangan cuman bermain dengan spidol dan mewarnai zona-zona, dan kemudian
mencoba “freeze the land”,.. saya sendiri kurang begitu mengerti bagaimana
“membekukan lahan” … efektif kah itu dengan membekukan lahan? Setelah
dibekukan, terus diapain,.. bukan kah begitu pertanyaannya,… 

Para pengelola perkotaan atau badan pengelola kawasan saatnya sudah harus
belajar layaknya private land developer,….. yang tahu sebuah potensi,.. tahu
market,.. dan tau bagaimana mengelolanya jadi sbuah benefit,…  dan yanglebih
penting act seperti land developer,….. 

Jangan cuman modal rtrw baru dan perda, lantas dibekukan lahan,… Atau cuman
modal insentif dan disinsentif pajak……. Ngontrol perijinan ….

Yang ada nanti dikadalin market,… 

Beda kalau badan pengelola itu juga act sebagai land developer …. 

harus investasi, beli lahan itu, dan maksimasikan,… kalau perlu seimbangkan
profit interest dan social interestnya,… 

artinya badan pengelola SURAMADU hukum wajibnya adalah sebagai vehicle dalam
bentuk sebuah land developer,…… dia mengelola kawasan, berarti mengelola
lahan,… 

dan syarat seorang land developer untuk dapat mengelola lahan, ya dengan
memiliki akses kepada kempemilikan lahan,….. alias mengakuisisinya,….. 

untuk kemudian dikelola,…. 

Bagaimana dengan dananya,…. Khan ada BPD, daripada duit nganggur disimpan
disertifikat BI,…… atau mau PPP, bikin joint venture,….   

Pada akhirnya yah harus kreatifdan inovativ buat jadi pengembang lahan,..
dan Bapel suramaduharus menjadi pengembang lahanyanghandal,.. jangan kalah
dengan private land developer,..

 

Kalau gak salah, seperti itu ya yang  terjadi di Kop Van Zuid-nya Rotterdam,
Pak Eka?

Ketika jembatan erasmus mulai membentang  menghubungkan antara wil utara
rotterdam yang lebih livable dengan wil selatan yang deprived,… 

Upaya pengembangan lahan, melalui redevelopment, revitalisation, …wajib
dilakukan,…  jangan malah pembekuan lahan,….. 

Justru si RotterdamDevelopment Cooperation sebgai BUMD yang bisnis land
development ini langsungbergerak,…… mangakusisi lahan, bikin
rencanapengembangan lahan, dimatangkan lahannya, kemudian di kelola,
disewa,….. dengan demikian sambil mengalirkan profit, ia masih  bis apunya
control,.. karena perjanjian sewanya punya klausul2 yang jelas, untuk tetap
menjaga kulaitas ruang fisik, social dan budaya,… mungkin pak Eka atau
rekan-rekan lain mau nambahin lagi,.. hehehehehhe.

 

Yah, ini coret-coret ngawur saya sebelum terbang ke Surabaya siang ini,….
hehehehehe

 

 

Regards,

 B.Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of ffekadj
Sent: 22 June 2009 18:59
To: [email protected]
Subject: [referensi] Re: SURAMADU

 







Pak DwiAgus, saya lanjutkan sedikit lagi mengenai 'kunci' dalam
pengembangan kawasan di manapun di dunia ini, mudah-mudahan berguna bagi
yang sedang mendalami, yaitu 'pengembangan kawasan' adalah 'jualan
tanah'. Sebenarnya ada faktor manajemen perubahan nilai lahan yang
dilakukan oleh pengembang kawasan, apakah real-estate, KEK, Kapet, dll.
Persamaan matematisnya saya turunkan sebagai berikut :

pengembangan kawasan = jualan tanah, atau fungsi diferensialnya :

f [pengembangan kawasan] = f [jualan tanah]

Sehingga sebenarnya sangat sederhana, dan tidak perlu terlalu repot
memikirkan yang lain. Mudah-mudahan berguna. Salam.

-ekadj

--- In [email protected] <mailto:referensi%40yahoogroups.com> ,
"ffekadj" <4ek...@...> wrote:
>
>
> Pak DwiAgus, pengembangan kawasan seperti Madura, Batam, KEK, dll
memang
> perlu ilmu/pengetahuan khusus, yang disebut dengan 'urban/area
> management'. Jadi hal seperti ini tidak bisa dijawab dengan memuaskan
> oleh planning, civil engineering, dan public policy. Untuk 'area
kecil'
> dipelajari secara khusus di PL-Untar. Beberapa pakar yang menguasai
> urban management ini di Surabaya yang saya kenal di antaranya:
> Alisyahbana dan Hendro Gunawan. Mengenai Kop van Zuid, silahkan
merujuk
> ke link <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2800> ini.
> Salam.
>
> -ekadj
>
>
> --- In [email protected] <mailto:referensi%40yahoogroups.com> ,
"Benedictus Dwiagus Stepantoro"
> bdwiagus@ wrote:
> >
> > Mungkin Proyek Kop van Zuid-nya rottedam bisa dipakei Bappel
SUramadu.
> Agak
> > mirip polanya,..
> >
> > Pak Eka Dj, kuncen Rotterdam bisa mengimpartasi knowledgenya,
> mungkin,..
> > hehehehe.
> >
> > Regards,
> >
> > dwiagus



Kirim email ke