Hua ha ha ha, Mas Bambang ngopeni PKL sama dengan ngopeni Korupsi, ngga ada 
matinya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "[email protected]" <[email protected]>

Date: Sun, 14 Jun 2009 22:18:10 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Penyediaan Lahan ut PKL



Mas Eka, mas Djarot, mas Risfan ysh,

Seru juga bicara tentang penataan ruang bagi PKL. Tapi yang saya temui ternyata 
sangat banyak tidak terkait dengan masalah keruangan yang dengan tharik2 
(runtut) dibicarakan para cerdik cendekia. 

Yang pasti 4 hari yang baru lalu saya ditemui oleh saudara-saudara saya para 
PKL wan dan PKL wati. Mereka tergabung dalam PPKLY (Paguyuban Pedagang Kaki 
Lima Yogyakarta) yang sekaligus juga pengurus APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki 
Lima Indonesia). Mereka mengeluhkan kepada saya tentang semakin menyempitnya 
ruang karena peraturan2 baru. Peraturan2 tersebut antara lain, persyaratan 
higienis bagi PKL khususnya yang bergerak dibidang makanan. YAng lainnya adalah 
peraturan tentang pembatasan PKL berjarak terhadap lingkungan sekolah. Masih 
banyak lagi aturan2 lain yang kurang lebih sama dan itu ternyata berhasil 
dengan sempurna menggerogoti jumlah PKL.

Dampak dari kebijakan kebijakan2 tersebut jumlah PKL menurun,.... dan ini 
menggerus dana simpan pinjam yang menjadi kekuatan dari PKL tersebut. 

Muncul sebuah pemahaman bahwa peraturan itu sebenarnya tujuannya baik, tetapi 
ternyata berdampak kepada hal buruk dan itu sebagian terbesar adalah masyarakat 
kecil.

Melihat itu saya cuma bisa mbatin ... wuah ternyata teori2 yang tharik2 
berhasil menggerus rejeki rakyat kecil ya.

Kasus ini persis sama dengan kondisi lain di Indonesia ... khususnya di sektor 
politik. Saya hanya punya utopia ... bila mas Risfan bisa mencarikan akses 
untuk kita melakukan penelaahan sehingga anatomi yang ada saat ini bisa lebih 
dipahami. Ini lebih baik dibandingkan kita hanya mengadopsi negara lain yang 
mungkin secara budaya tidak sesuai dengan budaya kita.

Salam

bambang sp

Kirim email ke