Mas BTS, rekan milisters ysh,

Luar biasa cara mengusik ketenangan mas BTS dari tidur nyenyak membaca e-mail 
rekan2. 

Membaca Tempo Interaktif tersebut saya hanya berpikir sangat sangat 
sederhana... 

"penataan ruang adalah bukan merupakan proses yang menerus dan tidak 
terpotong-potong baik dalam masing2 segmen penataan ruangnya (perencanaan, 
pemanfaatan dan pengendalian) maupun antar segmennya."

Pemahaman saya dengan semua kejadian ini adalah para pengambil kebijakan baik 
pada tingkat lokal sampai nasional sering melakukan penataan ruang dalam bentuk 
yang terpotong-potong dan instant. Hasilnya adalah seperti yg diceritakan oleh 
Tempo.

Argumen saya, kalau setiap proses pembangunan selalu melalui kendali yang baik 
maka hal ini tidak akan terjadi. Masalahnya adalah ada pembiaran terjadi di 
masyarakat dan masyarakat sudah melakukan investasi dalam waktu yang cukup 
lama. Masalahnya disana masyarakat juga sudah mengeluarkan dana termasuk kepada 
pengambil kebijakan dalam melakukan perubahan fungsi tadi. Pemerintah Daerah 
yang seperti itu hanyalah mau cari gampangnya saja.

Tapi untuk membiarkan begitu saja juga tidak bisa. Ini perlu dicari solusi yang 
bernar dan itu sangat kasuistis. Bagi saya : 
"Janganlah atas nama penataan ruang lalu masyarakat dirugikan. Atas nama 
keteraturan masyarakat menjadi korban. Penataan ruang harus menciptakan ruang 
yang lebih tertata namun dengan menekan sedikit mungkin korban"

Salam

bambang sp

Kirim email ke