Rekan Muhammad Koeswadi ysh,
Mencoba menjawab anda dgn amat keterbatasan saya…. 
Al Balad (Mekah; kota, negara)  adalah surat yg paling saya kagumi, krn disitu 
diturunkan ayat2  yg paling gamblang tentang berjuang dan berjihad demi negara, 
bangsa dan tanah air…….
Ayat 13-18 (13. Kesatu adalah membasmi perbudakan,  14. Kedua,  ialah memberi 
makan pada musim  kelaparan dan paceklik, 15. Kepada yatim piatu dan anak 
kerabat, 16 Ketiga, memberi makan orang miskin yg ‘sudah makan tanah’, 17. lalu 
orang yg menempuh jalan pendakian itu hendaklah ia beriman dan sallng berpesan 
utk bersabar dan saling berpesan utk berkasih sayang, 18. Mereka itu adalah 
golongan kanan….)…. saya kira pada dasarnya adalah norma2 yg memang tak ada 
tawar menawar lagi  utk ia harus dijalankan…… .
Yg paling mengagumkan bagi  saya justru  ayat2  tanya yg menghunjam di 11   (yg 
dimulai sebelumya dgn ayat 8-10 : 8. Bukankah Kami telah memberikan kepadanya 
dua mata,  9. Satu lidah dan dua bibir, 10. Dan membentangkan baginya dua 
jalan?)…….. 
…QS 90:11….”Falaqtahamal ‘aqabah ( Mengapa dia tidak berjihad untuk menempuh 
jalan pendakian itu?/ jalan yg penuh kesulitan, onak dan duri)….. lalu diikuti 
oleh ayat tanya berikutnya  
…QS 90:12….”Wa maa adraaka mal ‘aqabah…. (Sejauh mana pengetahuanmu ttg 
menempuh jalan pendakian itu?)………..
Saya kira pada dasarnya ayat2 atau firman2  didalam kitab suci itu adalah  
norma2 petunjuk/ ilustrasi/ peringatan  sbg landasan atau pegangan hidup awal, 
landasan niat awal utk berbuat atau melangkah  serta landasan awal  utk 
berjuang yg bersifat moral atau akhlak……
Namun ketika kita mulai melangkah dan saatnya harus berbuat (pada konteks 
diskusi kita ini  adalah… “keberpihakan tata ruang”)….. saya kira tiba 
gilirannya disitu  utk kita  mengerahkan karunia2  seperti akal,  ingatan, 
tenaga, pikiran, ilmu,  modal, kemampuan berhitung, kebijakan, taktik atau 
strategi ……… yg semuanya itu hrs berlandaskan pada sikap2 moral akhlak yg tsb 
diatas baik dari Al Balad maupun dari seluruh surat2 lainnya……. 
Jadi giliran saat  kita membahas ttg  “keberpihakan tata ruang” itu….. AL Balad 
seharusnya sebelumnya  telah menjadi semangat juang dan landasan perjuangan yg 
kuat didalam hati dan langkah… dan tak perlu kita bahas lagi disitu…… sebab 
kalau nggak lalu mau berjuang dan bekerja dgn ilmu teknik dsb.nya itu lalu 
kapan?......… 
Mohon maaf kurang lebihnya dan mohon dikoreksi.........
Salam,
--- On Sun, 6/28/09, muhammad koeswadi <m_koesw...@.......> wrote:


From: muhammad koeswadi <m_koesw...@........>
Subject: [referensi] SUDUT PANDANG QUR'AN KEBERPIHAKAN TATA RUANG
To: "alumni planologi" <[email protected]>
Date: Sunday, June 28, 2009, 6:46 PM












Pro rekan milis

Asw. Seru banget ulasan keberpihakan TR. bahkan ada komen yg menyebutkan. 
..tergantung dari sudut mana...ini kiranya bener banget.
 bahasannya ilmiah dan cakupannya sosekfisling dll. Cekak kata, lengkap sesuai 
sudut pandang akademik (=kampusan). Karenanya, bener, bila dikatakan tergantung 
dari sudut mana memandangnya. ...(mas Hengky), dst.

Punten, mau curhat dikit...ada yang mengganggu pikiran saya bertahun-tahun, dan 
karena tergugah baca milis2 ini, juga jadi 'tantangan serius bagi saya' , 
mudah2an ada rekan2 yang sama merasakan... (seperti mas Bambang SP, mas Bb 
Tata, Kang Ruchyat DJ, kang Iman, mas Hengky, mas Risfan, dll,...), bahwa 
menurut saya ada sudut pandang lain yang belum didalami kita bersama-sama, 
yaitu dari sudut pandang al Qur'an (wahyu yang punya ILMU). Menurut hemat saya, 
namanya keperpihakan TR, bagaimana kalau merujuk kepada beberapa ayat saja  
atau bahkan semua ayat surat al Balad (kota/ The City). Ini menarik untuk 
diexplore serius lho..Ruang milis di sini, agaknya, terlalu sempit untuk 
menukilkan satu persatu ayatNya. Mari periksa singkat saja:
-1. Surat ini namanya saja surat KOTA / the City (mufasirin menyebutnya)
-2. Di sini yang berILMU, mengingatkan para ilmuwan kita2 (yg telah berkata, 
bercakap, menyaksikan, mendengarkan, meneliti, mengaplikasi, mengevaluasi, dst 
dst)
3. Nah, muter2, kata yang punya ILMU..., Dia, memberi metoda, solusi, the way, 
pandangan, isme dst, (lihat tafsir inggris, ataupun indonesia) yang mengarah 
kepada keberpihakan kepada MEREKA (yang hidupnya susah dalam banyak hal), lihat 
ayat 13-18. Ini riil Tantangan terbagus...

Nah, bagi Rekans yg punya kajian bersumber dari tafsir scientific, saya mau 
banget dibagi...dan kita bagi lagi ke semua di sini..
 M.Koes. salam, dari LA.JKT

















      

Kirim email ke