Rekan milis yth.
Urun rembug, dari yang pemahamannya terbatas
Tata ruang adalah barang publik, sementara lahan (persilnya barang
privat). Oleh sebab itu dalam penataan ruang harus berpihak pada
publik. Seperti halnya ekonomi makro, nanti akan ada faham neoliberal
ataupun sosialis. Klo berorientasi pada keuntungan secara agregat,
maka faham yang digunakan faham neoliberal. Namun klo hak menikmati
ruang adalah hak semua orang maka lebih condong ke sosialis. Dan
kayanya di dunia ini ga ada yang ekstrim sosialis maupun ekstrim
neoliberal.
Klo di Quran (sepanjang pengetahuan saya yang terbatas) tidak menganut
neoliberal maupun sosialis (atau malah menganut semua, jadi
kombinasi). Bagi yang mampu diberi rang yang sesuai dengan
kemampuannya, yang tidak mampu diberi subsidi sampai batas minimal
kebutuhannya.
Dalam penataan ruang, semestinya berpihak pada semua orang, klo di
Quran ada mekanisme yang kuat membantu yang lemah, melaui Zakat, infaq
dan Shodakoh (dalam hal ini mungkin bisa dalam bentuk bukan uang tapi
dalam bentung'ruang') yang dapat di kelola oleh pemerintah daerah
dalam bentuk tata ruang.
Demikian urun rembug saya
Mohon pencerahan
Salam
Atoksaja

On 7/1/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:
> Rekan Ramalis dan milisters ysh,
>
> Mohon maaf utk yg merasa terganggu dgn bahasan bersangkut dgn ayat2 dari
> kitab suci…… dan terimakasih utk  yg berminat….
> Pendapat rekan Ramalis ttg substansi keberpihakan spt ttg pro poor dan
> whatever rincian sederetan  agendanya serta  keberpihakan pro sustainability
> (ayat 13 s/d 18) saya kira sih pd dasarnya benar saja……. Hanya didepan itu
> dlm tafsiran saya ada 3 (tiga) pertanyaan  besar berendeng dari Tuhan (ayat
> 10 s/d 12) yg tentu itu perlu lbh diperhatikan lagi …. Yg tentunya perlu
> dijawab oleh manusia dgn konsistensi, kejujuran, keseriusan  dan
> konkretisasi …. dan bukannya hanya lip service plin-plan belaka…… seperti
> “Ya.... pd dasarnya saya sih mau2 aja ya Tuhan (atau ya teman2)… ya tapi
>  coba lihatlah kondisi saya aja masih kayak gini.. gimana coba?”…… (pdhal
> justru pengorbanan  dan perjuangan manusia disaat ia sendiri sdg dlm
>  keadaan lemah dan kesulitan itulah yg  amat besar sekali pahalanya baik
> diakhirat maupun juga ditunaikan oleh Tuhan didunia ini)…………
>
> Tiga (3) kalimat tanya berendeng  itu Ialah  pertama pertanyaan diayat 10 (
> intronya dimulai dari ayat 8 : Bukankah kami telah…….dst....) lalu……QS 90:10
> :…. “Dan membentangkan baginya 2 jalan?....” (maksudnya (a) jalan yg mudah
> dan (b) jalan yg sulit.....)…..Lalu diikuti oleh pertanyaan diayat 11 : …QS
> 90:11…. ”Falaqtahamal ‘aqabah ( Mengapa dia tidak berjihad untuk menempuh
> jalan pendakian // yg penuh kesulitan, onak dan duri?)….. lalu barulah
> diikuti oleh ayat tanya berikutnya lagi :   …QS 90:12…. ”Wa maa adraaka mal
> ‘aqabah…. (Sejauh manakah pengetahuanmu ttg menempuh jalan pendakian yg
> sulit itu?)………..
>
> Jadi kalau diperhatikan…… Tuhan sebenarnya bukan  lbh mementingkan apa saja
>  rincian agenda2 ideal  yg akan anda kerjakan (13s/d18)….. tapi krn Tuhan
> itu amat mengenal karakter umum manusia  itu bgmn… dan Tuhan sdh
> mengukurnya….. ialah umumnya  manusia lbh senang yg enak2 dan menghindari yg
> sulit2 dan berat2……  maka Tuhan lbh mementingkan menanyakan  (diayat 11)
> ….”Mengapa dia tidak berjihad  (why do not they do jihad…) dan menempuh
> jalan  yg mendaki dan sulit?......
> Spt ketika mas BTS katakan bahwa “Pengelola kota harus berpihak kepada semua
> segmen... itu yang adil.”…….. disitulah anda tak sekedar cukup  (mudah)
> merumuskan hanya ide2 yg ideal bagi silemah dn simiskin terus…. Lalu salah2
> sikaya nanti lalu  sekedar dijadikan sapi perah lalu kurus kering dan kabur
> dari Indonesia…… Tapi bgmn anda (sulit) hrs membangun utk semua segmen
> masyarakat agar semua puas dan semua bisa hidup…. Sehingga krn itulah
> (sulitnya)… maka lalu keluar strategi2 manusia spt  a.l. “subsidi silang”
> misalnya…..   dan sebenarnya liberalisasi (yg utk kepentingan politik sesaat
>  kini lalu dibelokkan menjadi provokasi pengertian ektrim negatip seperti
> ‘neolib’) adlh salah satu upaya kebijakan ekonomi ttg  bgmn sikaya yg diberi
> beban membantu simiskin  dan hrs bayar pajak… perlu tetap diberi kelonggaran
> dan keleluasaan hak hidup…… tapi dampak negatipnya tetap perlu dijaga/
> dimonitor/ dibatasi  oleh
>  pmrth…. Dan dampak positipnya agar dpt dipetik/ dipanen utk sebanyak2
> kesejahteraan simiskin…… spt ttg adanya  modal yg tak hrs dikeluarkan oleh
> pmrth/ bangsa ini.....employment/ kesempatan kerja, pajak dsb. yg
> muncul dari  yg kaya/ perusahaan2 besar…
> Liberalisasi atau memberi kesempatan hidup dan berkembang pd sikaya/
> perusahaan besar  sebenarnya tak bedanya ibarat mengelola bahaya dan potensi
>  arus listrik……. pd dasarnya berbahaya dan bs mematikan… tetapi dikelola
> sdmikian rupa hingga bs menjadi energi2 yg aman dan bermanfaat baik  sbg
> alat penerangan…. Alat penggerak… alat  pemanas….. alat pendingin dsb…...
> atau ibarat arus sungai yg jg bisa berbahaya bila banjir… tapi dgn dibuat
> bendungan… maka bisa timbul irigasi bagi sawah petani atau jadi pembangkit
> listrik mikrohidro….
> Pmrth tak mungkin/ sulit utk dpt  membangun/ berpihak bagi sikecil/
> simiskin/ silemah kalau tak ada juga sosok sikaya/ perusahaan2 besar (yg
> punya daya beli, bisa bayar pajak  dan dpt bangkitkan multiplier effect
> perekonomian) dan perusahaan2 besar (yg menciptakan kesempatan kerja dan
> pajak)…….
> Demikian juga bagi planners…..  bgmn akan memberi kesempatan kerja bg
> sikecil kalau tak pernah berani berpikir mendorong perkembangan jumlah dan
> populasi  kota2 besar spt kota2 megacity dan metropolitan  diluar jawa (agar
> sekalian mudah dimarketing-kan/ nebeng topik posting lain saat ini) … dimana
> industri2 dan jasa2 (sbg habitat sikaya) dpt lbh mudah berkembang….. dimana
> dampak positipnya bisa dirasakan simiskin…… krn muncul peluang2 baru
> kesempatan kerja dan multiplier2 effect ekonomi baru lainnya…
> Jadi saya kira  itulah (jihad, seriousness, konkretisasi.. yg semuanya butuh
> olah  pikir….teknologi dsb.  ) ……. yg sebenarnya lbh ditunggu oleh Tuhan dan
> perlu dijawab oleh manusia scr konkrit dan sambil penuh perjuangan…… dan
> bukannya sekedar urusan2  adu definisi2  ideal2 dan indah2 tapi tak pernah
> mampu direalisasikan…… justru krn manusia menghindar utk berjihad dan
> bekerjakeras  meneteskan keringat  dan menguras pikiran... juga dana.... utk
> sesamanya, utk bangsanya dan utk negaranya…………
>
> Salam,
>
>
> --- On Mon, 6/29/09, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@......> wrote:
>
>
> From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@.......>
> Subject: Re: [referensi] SUDUT PANDANG QUR'AN KEBERPIHAKAN TATA RUANG
> To: [email protected]
> Date: Monday, June 29, 2009, 9:16 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Dear all.
>
> Kalau pengelolaan harus ditunjukan kepada kaum marginal, miskin, anak anak,
> yatim piatu dan orang tua..... romantis banget. Saya khawatir, kota akan
> jadi kacau. Pengelola kota harus berpihak kepada semua segmen... itu yang
> adil.
>
> Thanks. CU. BTS.
>
>
>
> --- On Tue, 6/30/09, Ramalis Prihandana <rama...@......> wrote:
>
>
> From: Ramalis Prihandana <rama...@.......>
> Subject: Re: [referensi] SUDUT PANDANG QUR'AN KEBERPIHAKAN TATA RUANG
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Date: Tuesday, June 30, 2009, 1:53 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Ass.w.w
> Mohon maaf apabila persepsi saya kurang epat,
>
> Pak Hengky yth, apa yang terkesan buat saya dalam Al Balad, adalah
> keberpihakan yang harus ditunjukan oleh orang orang yang diberi amanah
> (sesuai dengan kapasitas dan kompetensi masing masing) dalam pengelolaan
> kota yang harus ditunjukan kepada kaum marginal, miskin, anak anak, yatim
> piatu dan orang tua..... dan bagaimana sebenarnya kita harus membela entitas
> alam yang telah mengakomodasikan kita di dunia.
>
> Dalam pemahaman saya mungkin pro - poor (dimana poor diartiakan sebagai
> kondisi dari poverty = kerentanan) dan sustainability.
>
> Mohon pandangannya
>
> Salam
>
> ramalis
>
> --- On Tue, 6/30/09, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:
>
>
> From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>
> Subject: Re: [referensi] SUDUT PANDANG QUR'AN KEBERPIHAKAN TATA RUANG
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Cc: pl...@yahoogroups. com
> Date: Tuesday, June 30, 2009, 6:07 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Rekan Muhammad Koeswadi ysh,
> Mencoba menjawab anda dgn amat keterbatasan saya….
> Al Balad (Mekah; kota, negara)  adalah surat yg paling saya kagumi, krn
> disitu diturunkan ayat2  yg paling gamblang tentang berjuang dan berjihad
> demi negara, bangsa dan tanah air…….
>
> --- On Sun, 6/28/09, muhammad koeswadi <m_koesw...@. ......> wrote:
>
>
> From: muhammad koeswadi <m_koesw...@. .......>
> Subject: [referensi] SUDUT PANDANG QUR'AN KEBERPIHAKAN TATA RUANG
> To: "alumni planologi" <refere...@yahoogrou ps.com>
> Date: Sunday, June 28, 2009, 6:46 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pro rekan milis
>
> Asw. Seru banget ulasan keberpihakan TR. bahkan ada komen yg menyebutkan.
> ..tergantung dari sudut mana...ini kiranya bener banget.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke